Kata saia ini singkat, sih. He he he ... X'DD
..............................................................................................................................................
“... Aku ... siapa?”.
“Eh ...?” Dan dibuat tercengang. Aku sendiri bengong bukan main.
“Shun, jangan linglung, deh!” seruku jengkel. “... A-aku ... aku serius. Kalian juga siapa?” tanya Shun balik. “Masa kamu nggak ingat, sih?! Ini aku, Danma!!” jerit Dan lantang. “Sa-sabar, Dan ...” aku langsung menahan Dan. “Mana bisa aku sabar?!” balas Dan kencang. “Capek, dehh!!” aku langsung menepuk dahi. “Cukup!! Kalian jangan bertengkar, dong!” bentak Shun kencang.
“Astaga, ini bukan Shun ...” pikir Dan sambil menatap Shun tajam.
“Sumpah, tatapan mata Shun beda. Dia benar-benar amnesia?” tanyaku dalam hati.
Aku kenal tatapan matanya ...
Shun menatap Dan yang wajahnya terlihat cemas. “Siapa dia?” pikir Shun singkat. “Aku merasa dia bukan sembarang orang yang kukenal ...”.
Kenapa aku tidak ingat apa-apa ... apa yang terjadi padaku?
Kenapa aku tidak ingat apa-apa ... apa yang terjadi padaku?
“Ada apa, sih??” tanya Emy yang baru sampai ke lantai 1. “Nggak tahu nih ... nggak tahu linglung atau betulan ... kayaknya Shun hilang ingatan.” jawabku pelan. “Haah?!!!” Erio dan Shukichi spontan menjerit. “Shock, kali!” Rikka langsung mendapatkan kesimpulan. “Ya, mungkiin ...”.
“Hei ...” panggil Shun sambil menepak Dan. “Apa?” tanya Dan singkat. “Tadi namamu ... siapa?” tanya Shun pelan. Dan terkejut sesaat mendengar pertanyaan itu.
“Sialan, hatiku jadi sakit ...” pikir Dan sedih. “... Aku nggak boleh nangis.” pikir Dan mantap.
“A-aku Dan.” jawab Dan sambil berusaha tersenyum. “... Dan ... aku?” tanya Shun sambil menunjuk dirinya sendiri. “Kami, sih, selalu panggil kamu Shun-kun.” jawabku. “Itu namaku?” tanya Shun lagi. “Iyap. Shun Kazami. Kau benar-benar amnesia, ya?” tanyaku sambil memegang dahi Shun. “Astaga, aku nggak ingat apa-apa ...” jawab Shun sambil menepuk dahi. “Hahaha!”.
“Kamu siapa?” tanya Shun sambil menunjukku. “Ranran.” jawabku singkat. “Kamu?”. “Shukichi ...”. “Kalau aku Rikka.” Rikka tersenyum manis. “Si nenek!” tuding Shukichi. “Ih, apaan, sih?!!” omel Rikka jengkel. “Hahaha!!” Shukichi berusaha kabur. “Namaku Emy ...” ucap Emy lembut. “Aku Erio, Shun-senpai!” seru Erio girang. “... Shun-senpai? Aku?” tanya Shun sambil menunjuk dirinya. “Iyup!”.
“Kamu hilang ingatan?” tanya Ingram sambil menghampiri Shun. “Mungkin ...” jawab Shun pelan, sambil melirik ke arah Ingram dengan tatapan bingung. “Haha. Aku Ingram, Shun.”.
“Kejutan buruk.” celetuk Drago sambil menoleh ke arah Dan. “Berisik.” tukas Dan sambil menahan tangis. “A-ah, aku tahu. Kamu pasti kaget, kan?” tebak Drago. “Jelaslah! Aku kaget bukan main, tiba-tiba dia tanya, siapa aku?! Sakit, Drago, sakit!” bentak Dan kencang. “Yahh ... aku mengerti.”.
Mana ada orang yang rela dilupakan oleh sahabatnya ...?!
“Hei, hei ... kenapa kamu nggak suruh dia panggil kamu Danma?” tanyaku iseng pada Dan. Dan menoleh padaku dengan tatapan yang agak sedih, tetapi berusaha tersenyum. “Ha-habisnya ...”.
“Aku bisa tahu dia sudah ingat atau tidaknya, kan, dari cara dia memanggilku.” jelas Dan, “Makanya aku nggak mau ada orang yang memanggilku Danma selain Shun.”.
“Kenapa?” tanyaku lagi. “Rahasia.” jawab Dan singkat. “Oke deh ...” aku langsung tersenyum kecil.
Karena apa, Ran? Karena "Danma" itu mempunyai arti tersendiri dalam masa laluku ...
Karena apa, Ran? Karena "Danma" itu mempunyai arti tersendiri dalam masa laluku ...
“Aku boleh panggil kamu Danma, kan?”.
Permintaan Shun sewaktu itu ... di bawah langit biru kami berjanji sebagai sahabat sejati ...
“Kenapa Danma? Dan saja, ah! Kepanjangan ...”
“Kalau aku panggil kamu Danma, kesannya kan jadi lain. Toh, aku lebih suka lain dari yang lain.”.
"Oke deh, kamu aja ya yang panggil aku Danma!".
Hanya Shun yang boleh panggil aku Danma ...
Karena panggilan itu adalah bukti kalau kami pernah berjanji sebagai sahabat sejati!
...........................................................................................................................................................
-Ranran, 1 Agustus 2011, 12:19
Tidak ada komentar:
Posting Komentar