Background?

Jumat, 16 September 2011

Lost Mind (Part 9)

Aduh, lama lagi vacuumnya. Aku perlu pemikiran panjang untuk nyelesain ini! XDb

Sekalian info, nih. Just for Her bakal di-release nggak lama lagi. Ohohoho, palingan 1-2 minggu dari sekarang sampai tahun baru 2012 (?). Ahahaha, bingung, ya? Maksudku, palingan aku nge-release Just for Her itu 1-2 minggu mendatang ... XDb

Lets go into Ranran's weird imagination ...

.....................................................................................................................................................................

"Ka-kamu!?".


"PENYUSUUUUP!!!" jerit Marucho kencang. "Hei, siapa yang penyusup! Ini aku, Fabia!!!" Fabia langsung menyangkal jeritan Marucho sambil menginjak kaki Marucho pada waktu yang bersamaan. NGEEEK!!!

"AWWWW! SAKIT, TAU!" omel Marucho kencang. "Lagian nuduh orang penyusup sembarangan aja! Ini aku, Fabia Sheen! Masa nggak ingat!?" tanya Fabia jengkel. "Ehh? Jujur, aku belum pernah kenal sama kamu!" timpal Marucho heran. "Eh?" Fabia bengong.

"PENYUSUUUUUP!!!" jerit Marucho lagi. "GRRR! Bisa berhenti, nggak, sih!?" tanya Fabia jengkel sambil mencubit Marucho. NGAAAAAK!!!

"ADUUUH!! SAKIT, TAU NGGAK?!!" omel Marucho lagi. "TELINGAKU LEBIH SAKIT LAGI MENDENGAR JERITANMU YANG JELAS-JELAS NGAWUR!" Fabia langsung menandingi jeritan Marucho. Marucho langsung menutup telinganya. "Aduh! suaramu kencang juga, ya!" celetuknya.

Fabia memperhatikan Marucho. "Dia lebih pendek dari yang aku ingat. Hm ... jangan-jangan ...".

"Umurmu berapa?" tanya Fabia. "13 tahun." jawab Marucho. "Benar saja, kan. Berbeda satu tahun dari yang kuketahui. Berarti ini dirinya setahun sebelum bertemu denganku? Pantas saja dia nggak tahu siapa aku!" pikir Fabia sambil memutar pikirannya. "Hmm ... sepertinya kamu bukan penyusup." kata Marucho sambil memandang mata Fabia. "Matamu seperti serius mengenaliku. Tapi aku nggak tahu siapa kamu ... aneh banget, ya? Apa aku memang terkenal? Hehehe ..." celoteh Marucho nggak jelas.

"Kamu akan menemuiku di masa depan." kata Fabia sambil tersenyum kecil. "Yang benar? Wahh, kamu orang dari masa depan!? Seru banget, nih! Ayo, masuk ke dalam! Dan-san dan yang lainnya pasti senang!" Marucho langsung menarik tangan Fabia.

Setelahnya ...


"Ohh ... jadi kami akan mengenali kamu di masa depan? Wahh, keren!" Dan terlihat sangat tertarik. "Ya ... aku sama sekali tidak menyangka kalau aku akan bertemu dengan kalian. Ditambah lagi, diri kalian setahun sebelum bertemu denganku? Benar-benar surprise." kata Fabia. "Tapi, ini benar-benar di luar perkiraan, lho. Kak Fabia juga bisa main Bakugan, berarti kita mendapatkan satu member baru, dong!" seru Rikka girang. "Baguslah, jadi dia bisa menambah kekuatan kita meskipun sedikit. Toh, kita nggak tahu Shun-senpai kemana." kata Shukichi dengan nada datar.

"Shun ...?" pikir Fabia. Tiba-tiba dia teringat dengan sosok anak laki-laki yang dia temui dalam perjalanan menuju tempat turnamen.

BRAK !!!

"Hei! Bisa hati-hati, nggak, sih!?" omel Fabia jengkel kepada laki-laki yang menabraknya. "Kalau jalan, pakai mata juga, ya. Jangan pakai kaki doang!" lanjut Fabia dengan nada ketus.


Laki-laki itu langsung meninggalkan Fabia acuh-tak-acuh. Tetapi Fabia langsung menghalanginya.


"Eh, kamu! Sopan banget, ya?!" Fabia langsung menginjak kaki laki-laki itu. NGEK. "Bukannya minta maaf, malah pergi, pake pasang tampang acuh-tak-acuh kayak begitu, sopan banget! Ayo minta maaf! Udah nabrak orang, kamu nggak bersalah, gitu?! Heeh ... enak amat!" suruh Fabia dengan nada ketusnya.


"Sori." ucap anak laki-laki itu sambil mendorong Fabia. Dia langsung pergi sambil memasang tampang acuh-tak-acuh. Fabia bengong sesaat ketika mendengar suara anak itu.


"... Hei!" panggil Fabia, "Namamu siapa?!".


Anak laki-laki itu tersenyum menyeringai. "... Kaze no Naito.".


"... Pendekar angin yang bergantung pada angin. Hihihi." mata merahnya langsung bersinar. Fabia tersentak ketika melihatnya. Dia langsung mengambil langkah dan kabur secepat mungkin. Dia kaget bukan main melihat mata semerah darah itu. Seperti setan ...




"Kaze no Naito ..." ucap Fabia dengan nada pelan. Dan dkk tersentak mendengar ucapan Fabia.

"ITU JULUKAN SHUN-SENPAI!!!" jerit Lamunes Resintance serentak. "Darimana kamu tahu itu, hei!?" tanya Dan lantang. "Aku bertemu dengannya." jawab Fabia singkat. "DIMANA?!" tanya Ranran dan Marucho, kompak. "Di persimpangan jalan raya, dekat tempat turnamen ini." jawab Fabia lagi, "Tapi aku merasakan ada yang aneh dari dirinya." kata Fabia dengan nada serius. "Eh?".

"Bola mata coklat bening yang dimilikinya tidak ada lagi. Matanya yang serius dan terlihat kejam namun hangat itu, tidak kulihat ketika melihat matanya. Yang kulihat justru bola mata berwarna merah, penuh rasa benci dan dendam mendalam, seperti setan ..." jelas Fabia sambil menundukkan kepalanya. Dia seperti tidak sanggup mengatakannya, tetapi dia harus mengatakan kenyataan apa adanya. "Singkat kata, dia berubah. Seperti bukan Shun yang kukenal saja.".

"Shun benar-benar dikendalikan Dash Zero ..." pikir Dan sambil menggertakan giginya. Dia mengepalkan tangannya, tatapan matanya penuh kemarahan dan kebencian, juga raut muka yang geram dan menahan amarah. Dia benar-benar marah. Kebenciannya pada Dash Zero telah mencapai puncaknya. Amarahnya tidak bisa ditahan lagi. Dia benar-benar ingin membalas dendam pada Dash Zero, sendirian.

"Akan kubalas semua ini, SENDIRIAN!" Dan langsung berlari keluar markas. "DAN-SAN!!!" jerit semuanya serentak. Marucho langsung menghalangi jalan Dan, Erio dan Shukichi langsung menahan tubuh Dan, sedangkan pasukan perempuan (?) berkerumun di sampingnya supaya Dan nggak bisa kemana-mana.

"JANGAN SEENAKNYA, DONG! Ngerepotin orang bisa kamu!" bentak Ranran kencang. "AKU NGGAK MAU KALIAN IKUT! BIARKAN AKU SENDIRI YANG MEMBALAS SEMUA INI!" Dan berusaha untuk melepaskan dirinya, tetapi tidak bisa. "Tapi, Dan-senpai ... semua ini bisa kita selesaikan dengan kepala dingin, kan ...?" ucap Emy pelan. Dan terdiam sesaat mendengar apa yang dikatakan Emy.

"... Awas mereka. Awas mereka ... AWAS MEREKA!! BELUM TAHU RASANYA KALAU DIKALAHKAN MATI-MATIAN, YA!!!" Dan langsung menjerit sekencang-kencangnya untuk melampiaskan emosinya. "Dan-senpai! Sabar!" Erio dan Shukichi berusaha menahan Dan. "Aku nggak terima. Aku nggak terima ... AKU NGGAK MAU, NGGAK AKAN, DAN NGGAK PERNAH AKAN MENERIMA, SEDIKITPUN!! Lebih baik aku ... lebih baik aku! Aku nggak akan rela kalau mereka berani membawa Shun ke jalan yang salah ... dia satu-satunya sahabatku ... YANG TAKKAN PERNAH BISA AKU LEPASKAN BEGITU SAJA!!!" jerit Dan lagi. "DAN-SAN, SADAR!!!" jerit Marucho menandingi jeritan Dan.

"BUKAN KAMU AJA YANG MERASA SEDIH, KESAL, BENCI, BUKAN KAMU AJA! KITA SEMUA JUGA!!!" bentak Marucho kencang-kencang, "Semuanya tanggung jawabmu sendiri, BEGITU PIKIRMU!?!" bentak Marucho lagi. "JELAS!!! Aku yang salah, kenapa aku meninggalkan Shun sendirian! Seharusnya aku saja yang dibawa! Lebih baik aku yang dikendalikan mereka ... lebih baik aku!!!" balas Dan sambil meringis. Raut mukanya, seperti menyimpan penuh rasa penyesalan dalam hatinya.

"... Apa hanya itu ... yang ada dalam pikiranmu?" tanya Ranran pelan. "Maksudnya?" tanya Dan balik.

"KITA INI BRAWLERS RESINTANCE! KITA INI BERTUJUH, BUKANNYA BERENAM, BERLIMA, BEREMPAT, ATAUPUN SATU! KITA NGGAK MAU KALAU SALAH SATU DI ANTARA KITA ADA YANG TUMBANG ATAU BERJALAN SENDIRI !!! SEHARUSNYA KAMU TAHU ITU!!!" bentak Ranran tiba-tiba.

"Shun sendiri yang bilang, kan?! Kalau kita ini terdiri dari tujuh anggota! Bukannya enam, lima, empat, tiga, dua, ataupun satu! Kita semua harus bersatu, berjalan, menghadapi semuanya sambil bergandengan tangan! Kamu mau berjalan sendiri? Berarti, kamu mengkhianatinya kalau begitu!!!" bentak Ranran lagi, "Ngakunya sahabat, tapi kamu hanya bisa bertindak seenaknya! Aku ngerti kenapa Shun selalu khawatir sama kamu!".

Dan terbelalak mendengar semua bentakan itu. Sepertinya bentakan itu tepat mengenai sasaran. Dia sempat menangis, tetapi dia langsung menghapus air matanya, lalu menghela napas dalam-dalam dan dikeluarkan lagi. Dia menutup matanya, lalu tersenyum girang seperti Dan yang biasanya.

"Haha! Sepertinya aku mengerti sekarang, mengapa Shun berkata seperti itu, waktu pidato itu ...".

"Kami ini bertujuh. Bukannya berenam, berlima, berempat, bertiga, berdua, ataupun satu. Kami tidak akan meninggalkan seorang di antara kami tumbang, ataupun berjalan sendiri.  Kami akan terus bersatu, berjalan, menghadapi semuanya sambil bergandengan tangan, karena kepercayaan dan bergantungnya kami terhadap janji dan sumpah persahabatan.".


"Shun memang bijaksana, meskipun kejam." celetuk Fabia geli. "Memang." Dan tersenyum sedih, "Tapi itulah ciri khas Shun.".


Kami akan terus bersatu, berjalan, menghadapi semuanya sambil bergandengan tangan.




Karena kepercayaan dan bergantungnya kami terhadap janji dan sumpah persahabatan.




Aku takkan lupa.

Aku takkan melupakan suara bijakmu itu.

Shun ...



-- To be Continued --

Jumat, 09 September 2011

Gaje ditambah gaje sama dengan sinting ^o^ (?)

Haai ... ini Ranran ^o^ Aku buat entry ini barengan Mei sama Shasha.
Hah? Ngetik bertiga? Nggak jelas banget, ya?
Karna ketidakjelasan itu lah saia jadi bingung sendiri bacanya XDb #digampar

(Readers : Lu sendiri bingung apalagi gua!)
(Mei : Ya udah IMPAS 8D *ngek)

Karena ketidakjelasan soal Battle Spirits episode 42 kemarin, kami jadi jelajah Battle Spirits sekarang XDb

Shasha : Btw ... aku masih bingung soal Jack Knight -.-
Ranran : Saus tartar. Aku juga bingung, kali!
Shasha : Katanya ngerti tapi berbelit-beliiit! Gimana sihh!
Ranran : Aku bingung, yang mana alasan yang paliiiiiiing ... gitu lah!!
Shasha : 'Paling' maksudnya?
Mei : Maksudnya tujuan yang paling 'utama', kenapa J jadi Jack Knight.
Shasha : Emang tujuannya apa aja sih??
Ranran : Kalau kita nonton episode 31 Battle Spirits, di bagian akhirnya, agak jelas kalau J jadi Jack Knight karena mau ngalahin King Uchuu ... bla bla bla, tanpa bantuan Bashin dkk. Anehnya, kalau nonton episode 45 sama 48, jelas juga kalau sebetulnya J cuma mau nyolong data Number Nine terus dirusakin. Kalau aku baca di Battle Spirits Wiki, J diajak Smile masuk Thousupi, dengan 'rayuan' supaya bisa ngalahin King Uchuu bla bla bla. Ada juga karena ayahnya yang nggak mau keluar dari Thousupi. Nah, yang mana coba?!

-- Mei dan Shasha cengo --

Shasha : Binguuuung!!!
Mei : Semuanya sih bisa, cuma BERLAWANAN BANGET!
Ranran : Ya makanya itu! Aku nggak bisa ngejelasinnya! Ribet, kan?!
Shasha : Ganti pertanyaan! J sendiri suka nggak di Thousupi Group?
Ranran : Huum ... kayaknya nggak ...
Mei : HAH? POTONG POTONG! Di episode 36 si Toppa nyaris dipukul J! Apa coba tuh?!
Ranran : Nah itu aku nggak tahu ya ._.v *kick

-- dilemparin Mei bantal --

Ranran : Saus tartar! -- lemparin balik --
Mei : RAJUNGAN! -- lempar lagi --
Ranran : Saus tartaaaar!!!
Mei : RAJUNGAAAAN!!!
Shasha : UANG UANG UANG!!! UANG UANG UANG!!
Mei : Gajeeee!!
Shasha : Gaje ditambah gaje sama dengan sinting! XD

-- kembali ke topik --

Hosh ... hosh ... hosh ... perang 5 menit, lumayan juga 8'D

Mei : Back-to-the-topic!
Shasha : Eh, sampai mana ya? 8'D *plak

DUENG ...

Ranran : Ganti topik, pik! ==

Shasha : Huum ... sejak kapan J jadi Jack Knight?
Ranran : Ng ... episode 31 itu lho, pas My Sunshine sama Kyouka ngajak J ke Batosupi Group si J nolak keras. My Sunshine ngajak duel, kalau menang J harus ngalah, eh rupanya kalah ... terus, J nolak karena ada 'rencana' gitu ... nah rencananya itu 'join' ke Thousupi Group. Kalau aku rasa mulai dari situ ... nggak tahu kalau belakang-belakangnya! XD

Shasha : Gimana kalau kita nonton dari situ? =w=b

Karena itulah kami jadi nonton Battle Spirits ... pertama-tama kami cek ke episode 42 yang kemarin. Lalu ke episode 31, lalu ke episode 35 ...

Episode 35 (http://www.youtube.com/watch?v=QD9-7fscJ84&feature=related), pas itu J naik taksi yang supirnya itu ... mamanya Toppa, Hayami Bashin 8D (plak!).

Hayami : "Would you like to come over today?"
J : "... No."
Hayami : "Why not? You don't have to be so reserved. You can have dinner. I'm sure Toppa would be pleased!".
J : "I don't think I should be seeing Bashin-kun.".
Hayami : "How come?".
J : "Because I ... betrayed him.".

Go to another episode ... episode 36 part 2 ...

Toppa langsung memakai meja sebagai pelampiasan kekalahan (eh?) ._.'

BRAK!!

J langsung ngampirin dia. Waktu aku nonton aku kira dia mau balik ke Batosupi Group, rupanya ...

Toppa : "Eh?".

SET!!!

Toppa : "Waaakh!!".

Kerah baju Toppa langsung ditarik. Wah, Toppa mau dipukul! Mei sempat histeris tuh, pas nonton pertama kali! XDb *digampar karna nyebarin aib

J : "You're weak! You're more than weak, Bashin!!".

Kyouka yang kaget langsung berlari untuk melerai, "Onii ...!".

Kyouka : "Onii ...! It's not like you say the word like that! Stop it ... he is your close friends ...".

"Please ... stop.".

BRAK! Toppa lolos dari pukulan. Dilepas sih iya dilepas, tapi J malah pergi!

Toppa : "J!".

-- Back to the Real --

Mei : Gua kesel sumpah di sini =__= <--- beneran loh reaksi mukanya begini XD
Shasha : Sadis ihh ... kayak Shun waktu di Battle Brawlers, deh, yang episode 20 itu lho!
Mei : J kayak Shun, ya -.-'
Ranran : Kalau emang kayak Shun, aku ngerasa J ngomong gitu ada arti tersendiri.
Mei : Maksudnyaaa ...?? <-- nadanya geram XD

Ranran : "You're more than weak", itu maksudnya bisa seperti dorongan keras biar Toppa bisa lebih baik lagi. Toh, kalau misalnya J serius, Toppa pasti langsung dipukul!
Mei : Iya seh ... cuma ya itulah, bikin gedeg caranya =__=
Ranran : Shun juga gitu kok, sama Dan 8D *kick
Mei : Sama aja, ya -.-' Tapi kok yang di episode 42 itu?!
Shasha : Kalau kata aku sih alasannya itu bisa semuanya yang tadi ... cuma ... ya ... masa, sih? XD

-- hening 1 menit --

Shasha : AHHHHH!!! Ribeeeeet!!!
Mei : PERASAAN SUIREN JADI MY SUNSHINE ALASANNYA NGGAK SERIBET INI DEH!
Ranran : Itu mah lain, supaya image My Sunshine nggak jelek! Masa penyanyi idola, suka main Battle Spirits?!
Shasha : LUCU, LUCU! Itu sih gampang bangeeet!!

Shasha : Ranran sihh, kenapa milihnya J!
Ranran : Lho, kok, ke aku?!
Shasha : Ya kan anda yang suka 8'D *plak
Ranran : Tapi itu bukan salahkuu!! DX
Shasha : Dibilangin salah Ranran! 8'DD *dordor
Ranran : Salahku dimanaaa?? X'3 (?) *ngek
Shasha : Salah Ranran kenapa milihnya J ^o^ *ngook

Ranran : Yaah ... habisnya kan J keren XDb
Shasha : Tapi ... J orangnya ribet bangeeeet!!
Ranran : Udah tau ribet kenapa dibahas?! >'D
Shasha : Penasaraaaaan ...!!! Q//A//Q

Mei : Sungguh mati aku jadi penasaraaan ... ^o^ (?)

Shasha : INI LAGI!
Mei : KIDDING! BIAR TAMBAH RIBET 8'D *disebor Drago

Ranran : Masih mau dibahas? XDb
Shasha : Masih penasaraaaaaaan Q//A//Q

Sayangnya 8'D (?)

-- YouTube sudah ditutup sedetik yang lalu (?) --

Shasha : RANRAAAAAAAAAAAAAAAAAN!!! >//oo//<"
Ranran : Katanya pusing! Ya udah nggak usah diselidikin lagi! XDb
Shasha : SUNGGUH MATI AKU PENASARAN!!!
Ranran : EMANG GUE PIKIRIN!!!

Mei : HAHAHA!! SANGAT DALAM 8'D *disebor keluar

Ranran : Dalem apaan ya? XDb
Mei : DALEM INI NIH!
Ranran : Ininya apaan? 8'D *kick
Mei : MUKA LU!
Ranran : Oh, tidak bisa!
Mei : OH BISA 8'DDD *ngek
Ranran : Tidak bisa~~ ^o^ *ngiiiik
Mei : BISA-BISAIN KALO SAMA MEI 8D *nguuuk -..-
Shasha : Ikut join doooong~~ ^w^ *dilempar
Ranran : Tidak bisa!

Shasha : JAHAAAT Q//A//Q
Ranran : So, what? -_-
Shasha : LOE (-_-)/ GUE (-3-)\ END!  \(-_-) --- (-3-)/
Ranran : OH

-- kick --

Shasha : =____=
Ranran : Checkmate~





Selesai sudah entry nggak jelas ini \(^o^)/
LOE (-_-)/ GUE (-3-)\ END!  \(-_-) --- (-3-)/

-- kick --

Rabu, 07 September 2011

Salting nan gaje ._.

P.S : Diketik di MS Word dengan perasaan salting :’D #plak
Liat aja deh judulnya! 8D #ngek

Huah, menyedihkan!
Mestinya ini diupload ke blog sih -3-
Aku paling kesel kalau gini, nih. MAKANYA AKU TOLAK AJAKAN MEI WAKTU ITU!! ARGHHH ==

Salting, deh, salting deh!! ==

Ahh, jadi ngawur, sekarang to-the-point aja ._.
WOAH, papaku pasang lagu PLAYBOY ._. (APA HUBUNGANNYA?!)

Aku perlu jelaskan pada dia ._. Pertama, Google Chrome-ku error jadi bisa aja tiba-tiba not responding kayak gitu kalau diajak chat. Kedua ...

Jangan memanggilku dengan sebutan itu, menyebalkaaan!!!

Oalah, semuanya jadi ngawur. Sekarang akan kujelaskan baik-baik ._.
Pertama, soal Google Chrome-ku. Aku lagi masang Google Chrome dan tiba-tiba aja not responding saat diajak chat sama seseorang. Aku sih nggak kesel kalau soal chat, ataupun not respon-nya inet bacot ini, udah biasa XDb

Tapi yang bikin aku kesel — eh, salting kali, ya? --;

Tahu “Battle Spirits”, kan?
Iya-iya, itu lagi anime favoritku sekarang XDb
Kemarin aku iseng nonton Battle Spirits di YouTube, oalah, anime-nya tuh ringan, tapi bisa santai + enjoy gitu nontonnya! Meski kadang-kadang agak lebay, sih, tapi kocak! XDDb

Nah ... si Mei, twinnie-ku yang bisa dibilang, um, saraf? XDb #plak
Gila? ._. #ngek
Koplak? .3. #ngok

To-the-point, dia tuh penggemar “Battle Spirits” juga. Jadi bisa cerita-cerita gaje gitu deh sama dia ... 8DD #jder

Perlu aku tekankan, kalau aku suka Meganeko di Battle Spirits XDb
Soalnya anaknya tuh pendiam, pinter, suka jealous, hampir kayak aku kalau sama ‘kakak’ ._. #plak
Tapi, aah ... bla, bla, bla -3-

Mei nyaranin untuk kompak Battle Spirits. Tapi aku nggak tahu yang lain pada suka Battle Spirits atau nggak ... aku tanya Rena -> “Aku suka yang rambutnya coklat, lupa nama! Hehe!” jawabnya singkat.

Oh, itu sih, Meganeko.

Eh, apa?

MEGANEKO?!!! OAO’

#heboh mode : on
#gila mode : on
#panic mode : on

#triple sinting mode : on

Jadi aku nggak bisa pasang foto Meganeko, dong?! Huwaaaaa!!!
Padahal Meganeko itu satu-satunya cewek yang aku suka -3-

Kyouka, nggak cocok banget sama aku! Lagian Kyouka kesannya cocok buat Ri-tan XDb
Karena aku yakin dia nggak tahu Battle Spirits, jadi aku kasih Kyouka tanpa sepengetahuan dia ^o^
Suiren? Atau My Sunshine, loh ... aku lumayan suka, sih yang wujud My Sunshine-nya ._.
Ah-ah, coba dulu deh ...

Aku -> “Suka di Battle Spirits siapa?”
Shasha -> “MY SUNSHINE!!!! MY SUNSHINE! MY SUNSHINEE!!!”

Oh, My Sunshine ...

Ara?

OAO’

#panic mode : on

#single sinting mode : on


DENG ...
Sepertinya aku tidak punya jalan lain ...

Sebetulnya aku mau kabur dari suatu hal. Tapi ... sepertinya aku tidak bisa kabur lagi ... D’X

Daripada ambil Striker si hijau — pemain sepak bola teraneh + koplak — karena rambutnya yang nyentrik itu!
#ditendang Striker ke laut
Siapa yang mau?! Aku mah, satu kata, OGAH!!!
#asdf dalem abis, dikatain juga ._.

Kalau mau ngaku, sih >’D #ngek
Aku suka banget sama ‘seseorang’, yang aku lihat pertama kali di Battle Spirits — rasanya ._.
Hampir kayak saat aku ngeliat Shun NV, rasanya tuh, gimana gitu X//D #mulai deh

Okee, daripada aku nongkrong di MS Word terus, aku akan lanjutkan ini di blog ._.
#copas ini dan masuk ke blog

*sudah masuk ke blog*

Namanya, alah, nggak usah gini, deh 8'D #plak
Rivalnya Toppa Bashin — akhirnya aku bisa nemuin nama dia setelah menyelidiki Battle Spirits lebih dalam — kira-kira Minggu ke-3 bulan Ramadhan — namanya J Sawaragi XDb

Langsung to-the-point, J tuh kesannya kayak Sylthfarn (Magical x Miracle), tapi sifatnya kayak Shun (Bakugan), banget! =w=b
Meski agak sedikit berbeda, sih ._.
Kalau mau singkat kata, soal pendapat aku sama J : dia itu kereen!! >w<//

Pertama kalinya aku nonton Battle Spirits itu sama Mei, pas itu aku lagi bingung mau nonton apa. Habisnya, aku cuma punya jadwal Spongebob kalau hari Minggu, sejak Bakugan NV tamat ... cuma iseng ngeliat apa Bakugan GI udah tayang atau belum (tahu sendiri Indosiar suka nggak ngasih notif), saat aku pindah channel ke Indosiar itu masih Beyblade, jadinya aku kecewa + bosen. Jujur aku lumayan suka Ginga Hakane tapi aku nggak minat sama Beyblade, sori 8'D
#apaan sih ini orang

Terus, aku pindah ke RCTI. Nonton Doraemon, tapi emang sialan nasib, baru 5 menit nonton, udah abis aja! ==
Mei pindahin ke Indosiar lagi, tiba-tiba aku ngeliat ada monster gitu, Mei kaget, terus bilang, "Ini Bakugan?!". Karena monsternya beda banget kesannya, aku bilang, "Ini bukan Bakugan!". "Tapi ini bukan Power Ranger ataupun Dragon Ball Z!". "Ya mana aku tahu!".

Setelah film itu habis, kami masih bengong, nggak tahu itu anime apa ._.
Singkat kata — anime itu seru — dan aku langsung suka cowok rambut putih yang aku lihat pertama kali di anime itu — dan Mei bilang dia suka yang rambut merah.

"Anime misterius ditemukan lagi ..." ucap Mei sedikit digayakan. "Ribet, nih caranya biar langsung tahu!" aku langsung ngetik di lappie-ku 'jadwal tayang Indosiar', aku cek yang hari ini, dan aku ngeliat jadwalnya. "Battle Spirits", itu yang aku temukan. "Otak lu jalan banget, ya?" celetuk Mei. "Namanya juga Sylthfarn." aku langsung tersenyum geli. "NARSIS!!!".

Aku ketik aja Battle Spirits di Google, terus Mei teriak-teriak, "Ini cowoknya! Ini cowoknya!".
Battle Spirits — lebih lengkap Battle Spirits Shounen Toppa Bashin — itu season Battle Spirits yang kami tonton — karena rupanya Battle Spirits punya banyak versi.
Dan nama cowok yang Mei maksud, sudah jelas tokoh utamanya, Toppa Bashin.

Entah kenapa, aku langsung tahu kalau cowok yang aku suka itu namanya J Sawaragi — padahal sebetulnya aku nggak tahu sama sekali ._.
Apa ini yang dinamakan menebak dengan tepat? Aku hanya menduga ketika aku lihat deck-nya XDb
Mau bukti? Saat itu aku iseng ketik di Google namanya, dan benar saja ^o^

Nonton Battle Spirits lagi, dan lagi ... tahu-tahu sudah 3 kali lebih, saja ._.
Makin dalam dan makin tahu Battle Spirits, langsung saja aku dan Mei mengerti satu hal dan banyak hal —  salah satunya — J dan Toppa itu rival tapi sahabat.
Mirip Dan and Shun? Banget!

Dan sejak itu, kami jadi terkesan 'duel', nyiakakakakaka XDb

Misalnya, nih, ini pas kami ke 7Eleven.
Mei : "Kalau misalnya kita main Battle Spirits, kira-kira siapa yang menang, ya?".

- hening -

Aku : "Oh, aku, dong, J Sawaragi!".
Mei : "Eh, gua dong, Toppa Bashin!"
Aku : "Bukaaan, J!"
Mei : "Toppa!"
Aku : "J!"
Mei : "Toppa!!!".

- berlanjut sampai capek, kira-kira itu setengah perjalanan ke 7Eleven -

Mei : "Topp... hosh, hosh, capeek!"
Aku : "Aku sih udah capek dari tadi!"
Mei : "Toppaa-aaaaa!!"

Saking capeknya aku, aku langsung jitak kepala Mei sambil bilang, "Checkmate!".

BLETAK!

Setelah-setelahnya itu ... lama kelamaan aku jadi mau kompak Battle Spirits. Dan kembali ke masalah Rena dan Shasha yang mengambil semuanya, harapanku tidak ada lagi untuk kabur!! QAQ

Kenapa aku panik segitunya? Karena ...

Aku-malu-pasang-foto-J. Puas? ==

Ya, kayak dulu aja aku malu pasang foto Shun-nii! X//D
Habisnya, diributin mulu, sih! Apalagi sama Atikah — sepupuku yang enak diajak galau — itu tuh! ==
Padahal kan, terserah orang juga mau pasang foto apa! Grrrr ...!!!

10 menit perang sama Mei, akhirnya aku kalah di part ini :

Mei : "Ehh, charanya udah abis semua, ya?"
Aku : "Tinggal Striker, gua mah ogah!"
Mei : "Ya udah tinggal J kan XD"

#digoreng

Aku bengong banget baca komen itu ._.
Jelas-jelas mending J daripada Striker!!! ==

Aku : "Sama aja ==
Terserah lo dah! X'D"

Akhirnya aku luluh juga pasang foto J. Lihat aja foto profilku XDb
Sejujurnya aku suka banget sama foto itu. Tapi itu bukan berarti aku suka dikomen >//<

Orang yang paling 'histeris'—maksudku bukan histeris, tapi kayak antusias—ah, susah jelasinnya yang jelas gitu deh =w=b
Itu dia Kidd, temen aku di Facebook, dia tahu Battle Spirits banget. Awalnya :

Dia post ke wall aku ._.

"Kyaa . ~ !!??

PP nya J Sawaragi kan .. ^w^ ~"

Aku bengong sesaat baca wall post itu. Sejujurnya aku agak ... malu X//D

"Iya XDb"

"Nice ^w^ ~"

Kedua, pagi hari ini nih ._.
Dan itu yang buat Google Chrome aku error selama 9 menit 8'D #plak

Dia ngajak chat, kayak yang 'sengaja-bikin-aku-malu', padahal 'nggak tahu' sama sekali gimana rasanya 'malu' yang aku rasain, tapi aku yakin kalau dia tahu kalau aku suka 'banget' sama J =w=b

"J ~ !!??"

"Sesaat error ._.
Jangan memanggilku dengan sebutan itu! #plak"

"xD ~
Wkwk ~"

"--;
Hahaha~"

Aku yakin kalau dia sengajaaaaa!!!
Jangan pernah memanggilku dengan sebutan itu LAGI!! Awas yaaa!!! >//<

Alasan : salting! X//D

Nah, selesai sudah catatan salting nan gaje ini ._.
Wassalam 8'D (?), Ranran, 07. 09. 11

Senin, 05 September 2011

Lost Mind (Part 8)

Oalah, aku perlu waktu untuk mikir panjang karena banyak cerita yang lagi update XDb
Just for Her bakal vacuum untuk sementara waktu, Enemy x Love juga~ soalnya aku perlu cari info-info tentang Battle Spirits dulu ^o^

Oke lah~ back to Ranran's-weird-imagination!


Setelahnya ...

P.S : Danma POV


Dan!


Tiba-tiba suara Shun terlintas di telingaku.

"Kenapa, Dan?" tanya Ranran heran. "Shun ...?" pikirku cemas. "Dan-saaan??" panggil Ranran dengan suara sedikit dikencangkan. "Huwaaa! Apa, apa?!" balasku. Karena tiba-tiba sekali dan aku agak kaget, aku baru sadar kalau balasanku ... sedikit ... kurang nyambung. ==

"Oalaah, justru aku yang tadi nanya, kamu kenapa??" tanya Ranran lagi. "Maaf ... aku kurang serius. Tiba-tiba aja aku khawatir sama Shun ..." jawabku agak cemas. "Kekhawatiranmu terjawab, Dan-san. Lihat ini!" seru Shukichi saat membuka pintu kamar.

"Hah?! KOSONG?!!!!" jerit semua Brawlers Resintance serentak. "Shun dibawa kemana?!".

"Kurang ajar!!!" aku langsung menendang pintu kamar. DUAAAAAK!!! "Dan-san, sabar!!!" jerit Erio sambil menahan tubuhku. "Menyebalkan!! Awas ya Dash Zero!! ARGHH---".

"Hei! Kau hampir menendangku juga!" jerit seseorang dari bawah.

Ah tidak, mungkin sebuah ... Bakugan.

"Ingram??" semua terbengong ketika menundukkan wajahnya ke bawah. Sosok Bakugan berwarna hijau, itulah Ingram. "Kamu ditinggal di sini??" tanyaku. "Bukan. Shun yang menjatuhkanku tanpa sepengetahuan 'orang itu'." jawab Ingram. "Eeee, 'orang itu'??" Ranran memasang muka heran. "Siapa lagi, kalau bukan orang yang sama dengan yang menghasut Dan waktu itu." jawab Shukichi dengan nada serius.

Emy tersentak seketika. "... Kakak ..." pikirnya dengan wajah sedih.

"Jangan-jangan ..." aku dan Ranran saling tengok. "Kita harus pergi ke markas Dash Zero!!!".

"Kita jalankan markas ini! Jadikan dia Invisible-Mobile!!" seru Shukichi. "Ayo!!!".



Gawat ini ...

Shun dalam bahaya!!!


Di Charlie City, target pemberhentian Brawlers Resintance yang pertama ...

P.S : Author POV


"Wuaaaaaaakh ... !!!!".


BRAAAAAAAAAK!!!

Jeritan seorang perempuan itu tidak didengar oleh siapapun. Perempuan itu terjatuh ke dalam semak-semak di taman perbatasan antara Charlie City dengan Beta City. Taman itu sangat sepi, wajar saja jika teriakan itu tidak didengar oleh siapapun.

"Sakiiit ... uuh, rajungan! Aku terlempar kemana?!".

Perempuan itu membaca sebuah plat yang ada tepat di hadapannya. "Welcome to Charlie City.".

"Dimana ini??" perempuan itu mendongak ke atas, melihat langit yang penuh dengan warna-warna.


"Ini bukan di Neathian ...".


Perempuan itu berjalan-jalan di sekitar taman dengan wajah yang cemas. Wajah khawatir karena tidak tahu apapun. Tiba-tiba, ia melihat Invisible-Mobile berjalan melewati taman itu. Ia melihat sosok orang yang dia kenal di dalam mobil itu. "... Kuso Danma?" batinnya tak percaya.

Dia mengeluarkan 3 foto di kantungnya. Dia tersenyum manis seakan-akan sudah merasa tenang.


"Marucho, Dan, Shun ... tak kusangka mereka bertiga ada di dunia ini ... hahaha.".


"Kalau begitu kamu sudah bisa merasa tenang, kan, Princess?" tanya sebuah Bakugan di pundak perempuan itu. "Tentu saja. Ada temanku, itu sudah cukup." jawab perempuan itu sambil berjalan mengitari Charlie City.

"Oh, gadis yang manis ... bisakah kamu membantuku?" tanya seorang nenek yang terkapar di depan kursi. "Ada apa, nek?" tanya perempuan itu. "Tolong bantu aku berdiri ... sakit sekali ..." pinta nenek itu. "Tentu saja. Pelan-pelan ya, nek ...".

"Aah ... terima kasih, ya, nak ... kamu baik sekali ..." ucap nenek itu penuh dengan kelegaan. "Sama-sama, nek. Bolehkah aku mengantarkan nenek pulang?" tawar perempuan itu. "Aduh ... kamu baik sekali ... tapi ... nenek jadi merepotkanmu, ya ...?" tanya nenek itu ragu. "Tidak juga. Aku juga ingin berkeliling di kota ini lebih dalam lagi." jawab perempuan itu. "Terima kasih, ya ...". "Sama-sama. Mari, nek!".

"Nah ... kamu belok kiri ... ke jalan raya ..." nenek itu memandu perempuan itu. "Oke, nek." perempuan itu mengangguk saja. "Ngomong-ngomong, namamu siapa, gadis berambut biru ...?" tanya nenek itu.

Perempuan itu tersenyum penuh rahasia.

"Namaku Fabia Sheen.".


Sementara itu, di Invisible-Mobile ...

"Eh, eh, eh! Itu siapa?!" tanya Marucho tiba-tiba. "Siapa apanya?" tanya Rikka heran. "Itu, lho!!" Marucho menunjuk TV yang dijual di depan supermarket. Dia menunjuk seseorang yang tampil di TV itu. Matanya tak terlihat karena ditutupi topeng, dia memakai jubah dan rambutnya ditutupi kerudung, tetapi masih terlihat kalau rambutnya hitam legap.

"Dia bicara apa? Kok orang-orang berkerumun di situ semua ..." gumam Shukichi sambil memarkir Invisible-Mobile ke trotoar. Dia mematikan mesin mobilnya supaya suara TV itu bisa terdengar meskipun kecil.


"Sistem bermain Bakugan akan diperbaharui. Kalian tidak akan bisa memasuki tempat turnamen karena akan direnovasi untuk sementara waktu. Jadi, silahkan urungkan niat kalian dulu jika kalian ingin bermain Bakugan. Salam, "Cool-Boy", Dash Zero.".


"APA?!!!" semua Brawlers Resintance melengking. "Jadi tempat turnamen tidak bisa dimasuki?!" pekik Erio tidak percaya. "Sudah membawa Shun-senpai, bertindak seenaknya lagi!" omel Rikka jengkel. "Ini keterlaluan!!" Dan langsung turun dari Invisible-Mobile. "Eh? Apa? DAN-SAN!!!" jerit Marucho kencang. "Kembali, heeeei!!" lanjut Ranran. Tetapi Dan tidak perduli, ia tetap saja berlari.

"Kita susul Dan-san?" tanya Marucho. "Tentu saja! Ayo!" Ranran langsung menyusul Dan. "Cepaat!!" pekik Rikka sambil berusaha berlari. Tak lupa Shukichi menghilangkan rupa Invisible-Mobile, dan langsung berlari menyusul Dan. DRAP! DRAP!

"By the way, aku belum pernah melihat anggota Dash Zero itu, deh!" seru Rikka. "Sama ..." Emy mengiyakan ucapan Emy. "Sudahlah, itu nanti saja! Ayo, nanti Dan berbuat yang nggak-nggak lagi! Tahu aja dia kalau marah kayak gimana!!" suruh Ranran. "Iya, iyaa!!".

"Aku merasa aneh dengan laki-laki itu ..." pikir Marucho. "Kenapa dia menutup dirinya hingga seperti itu? Rambutnya saja hanya terlihat poninya. Apalagi ...".

"Suaranya mirip Shun-kun ...".

"Hei! Kalian tidak merasa kalau ini hanya tipuan?!" tanya Dan lantang pada anak-anak yang berkerumun di sekitar tempat turnamen yang ditutup. "Maksudnya ...?" tanya salah satu anak. "Sistem bermain Bakugan tidak diubah! Tempat ini mau diambil alih oleh Dash Zero! Apa kalian tidak memikirkan hal itu?!" tanya Dan lagi. "Aku sudah memikirkan hal itu, kak!" seorang anak mengangkat tangannya. "Lalu kenapa kalian tidak bertindak sama sekali?! Kalian pasrah?!" tanya Dan lagi. "Habisnya, kami bisa apa? Kami kan, cuma anak kecil ..." anak itu menundukkan kepalanya. "Kakak ini Kuso Danma, kan? Salah satu pemain paling hebat di dunia! Aku yakin, kakak pasti bisa melakukan sesuatu ..." sahut seorang anak lagi. "Kami merasa agak aneh saja, kak. Lampu di dalam gedung turnamen ini menyala! Berarti masih ada orang di dalam, kan?!" tanya salah seorang anak lagi. Dan terdiam.

Aku hanya bisa melakukan sesuatu jika ada Shun di sampingku.

"Rasanya aku ingin bilang begitu ..." pikir Dan sambil menundukkan mukanya sedikit. Matanya terlihat sedih. Sedih karena rasa khawatirnya yang tidak bisa hilang. Dia sadar kalau dia bertindak sedikit berlebihan. Dia sadar kalau dia sudah melampiaskan rasa bencinya kepada anak-anak yang tidak bersalah.

"... Shun dibawa Dash Zero ... itu salahku karena meninggalkan dia ..." pikir Dan lagi.

"Dan-san! Aduuuh, kacau, deh!" Ranran menepuk dahi.

"Cih! Marucho! Kamu tahu tidak, tempat turnamen ini kan dikendalikan secara otomatis. Kira-kira dikendalikan dengan apa?" tanya Erio. "Haah? Aku sih, cuma berpikir aja ... kan ada Reflector di depan gedung ini ... listriknya menyambung dengan yang di dalam, jadi aku rasa ... Reflector-nya itu pengendalinya." jawab Marucho. "Oooh ..." Erio menggeram, mengepalkan tangan, lalu memencet jam tangannya seakan-akan mengetik sebuah kode.

"Burning Strada, Stand-By, Ready.".


WUSSSSSH ... tongkat senjata Strada langsung muncul. Erio langsung memegangnya dan mengarahkan Strada-nya ke depan. "Uaaaaah, kalau nggak bisa dipakai ..." Erio berlari sambil menghadapkan Strada-nya lurus ke depan Reflector. DRAP! DRAP! DRAP!

"E-Erio?!" pekik Emy.


"Aku hancurkan saja ini ...!!!".


PRAAAAANG!!!


WUSSSSSH ... semua listrik di dalam gedung turnamen mati seketika. Ditambah lagi ... TV yang tayang di depan itu juga ikut mati. Semua anak-anak bengong. "Yaah, kalau listriknya mati ... nggak bisa main, dong!".

"Yes!! Kalau begini, tinggal didobrak aja, kan!" Erio loncat-loncat dengan rasa bangga. "Eeee ..." Dan tidak mampu berkata apa-apa lagi. Dia serasa ingin tertawa!

Ranran bengong. Marucho langsung melepas tawanya. "Hahaha! Hahahaha!".


Sementara itu, Fabia ...

"Terima kasih, ya, nak ..." ucap nenek itu sambil tersenyum senang. "Sama-sama, nek." Fabia membalas senyuman nenek itu. "Ini, uang balas budi untukmu ..." nenek itu mengotak-atik dompetnya. "Aduh, tidak usah!" Fabia langsung menolak uang itu. "Tidak apa-apa ...?" tanya nenek itu pelan. "Tak apa, lah!" Fabia langsung tersenyum lagi. "Saya pamit dulu, nek!". "Ehh, tidak mau mampir dulu??" tawar nenek itu. "Maaf, nek. Saya sedang sibuk ... sedang mencari teman!" jawab Fabia. "Ohh ... oke, terima kasih lagi, ya.". "Sama-sama, nek!".

"Kenapa kamu buru-buru, Princess?" tanya Aranaut, Bakugan Fabia yang bertribut cahaya (Haos). "Aku dengar berita, katanya tempat turnamen Bakugan di sini ditutup oleh lelaki misterius. Mungkin 3 Brawlers itu kemari karena masalah ini. Makanya aku ingin mencari mereka ke sana." jawab Fabia. "Oh ...".


Lalu, Brawlers Resintance yang berhasil masuk ke dalam gedung turnamen ...

"Tempat ini bisa kita jadikan markas untuk sementara!" seru Marucho. "Aww, ini kan tempat rapat!" Ranran tertawa geli. "Kau ini ada-ada saja!" Erio menepuk punggung Marucho. "Wahahahaha! Tapi kan tidak apa-apa!" Marucho langsung berlari ke tempat duduk, "Jadi, kita bisa santai sekaligus diskusi tanpa terganggu! Lebih serius kita berdiskusi, hasilnya semakin baik!" .

"Benar juga, sih ... hahaha!" tawa Dan langsung meledak. "O-oow ... aku mau ke kamar kecil duluu!!" Marucho langsung lari terbirit-birit keluar. "Yeeeh! Siapa yang ngomong mau diskusi, siiih!!" sahut Ranran jengkel. "Tunggu sebentaaar!!!" balas Marucho dari kejauhan.

"Hahahaha, dasar Marucho!!" Dan masih tidak bisa berhenti tertawa. "Marucho lucu, ya!" kata Emy sambil tersenyum geli. "Itulah Marucho! Wakakakakak!!".

Setelahnya ...

Wah, wah, Fabia bisa memasuki gedung turnamen dengan cara Teleport. Cerdiknya dia.

"Kok kosong, ya ...?" batin Fabia sambil mengitari lorong sekitar. Tanpa disadarinya, Marucho juga mengitari lorong yang sama, dari arah yang berlawanan.

Lalu ...

"Ah!" mereka berdua saling berpapasan. "Ka-kamu?!".



- To be Continued -

Minggu, 04 September 2011

Enemy x Love (Part Two)

Di sekolah Toppa Bashin ...


"Koyu Miikina?" Toppa tertegun sesaat ketika mendengar nama yang asing di telinganya, "Aku tidak kenal. Dia murid kelas ini??" tanya Toppa lagi. "Dia murid baru. Nanti dia juga akan datang ..." jawab Meganeko. "Namanya manis juga, ya." gumam Striker. "Nah, lho." goda Toppa iseng. "Apaan?" tanya Striker dengan nada datar. "Hahahaha!".

PLAK! PLAK! PLAK!

"Semua anak, duduk di tempat masing-masing!" suruh Pak Makihara tiba-tiba saja. "I-iya pak!!" semua anak langsung kabur ke tempat duduk masing-masing. "Nah, hari ini kita akan bertemu dengan teman baru! Silahkan masuk, Koyu Miikina-chan!".

Seorang anak perempuan yang terlihat anggun masuk ke dalam kelas. Anaknya setinggi Toppa. Wajahnya manis, kulitnya putih layaknya es krim vanilla. Rambutnya coklat tua layaknya es krim coklat, dikuncir dua di sisi kiri dan kanan, tetapi di bagian belakang masih ada sisa rambutnya yang diurai. Bibirnya seperti warna es krim strawberry. Singkatnya, dia anak yang sangat manis andaikan es krim >w<//

"Manisnyaaa~~" Meganeko terpukau dengan kehadiran anak baru itu. "Cantik, loh!" seru Toppa sambil menyenggol Striker. Tapi tidak terdengar suara Striker setelahnya. "Um, Striker?".

"Aduuuuuh ... aku akan jadi temannyaaa~~~ aaah ..." tahu-tahu Striker sudah meleleh di bawah meja. "Ya ampuuun!" Toppa menepuk dahi. PLAK! PLOK! PLAK!

"Watashi wa Koyu Miikina. Panggil saja Miitan atau Miichan. Aku ini pindahan dari London. Salam kenal semuanyaa!" anak yang bernama Miitan itu tersenyum penuh dengan keceriaan. Manis sekaliii >w<//

"Hanyaaa~~" semua anak terbawa suasana. "Wuaaaaaa~~~" Striker makin meleleh saja. "Ah elah ... kenapa aku harus sebangku dengan anak norak satu ini, sih ...?!" pikir Toppa heran, sekaligus geli.

"Koyu-chan, silahkan duduk di samping Otonashi-chan. Otonashi-chan, tolong bantu dia, ya!" kata Pak Makihara. "Oke, Pak Guru!" Meganeko langsung berdiri, mempersilahkan Miitan duduk duluan. "Salam kenal, ya. Namaku Fumiko Otonashi." Meganeko langsung memperkenalkan diri.

"Kamu ... Meganeko, ya?" tanya Miitan singkat. "Ehh?" Meganeko bengong. Codename-nya sebagai pemain Battle Spirits ketahuan!

"Dan kau pasti Toppa Bashin." Miitan menunjuk Toppa. "Ah. Eh, um--iya!" Toppa jadi gelagapan sendiri. "Dan kamu, Striker, kan?" tanya Miitan sambil tersenyum pada Striker. "Iyaa! Aku Striker! Yuu-huu! Dia tahu akuu!" jerit Striker girang. "Ahahaha ... tentu saja aku tahu ..." Miitan tersenyum geli saja. "Astaga." Toppa menepuk dahi lagi. PLAK! PLOK!

Waktu istirahat ...

"Kamu pemain Battle Spirits, ya?" tanya Meganeko. "Iya! Aku lumayan suka Battle Spirits. Tapi aku masih pemula ... hehehe." jawab Miitan. "Wah! Pernah duel?" tanya Toppa. "Sama teman di London. Dan aku kalah. Ahahaha ..." Miitan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Selain itu?" tanya Striker. "Be ... lum." Miitan menggeleng. "Ohh, kapan-kapan duel sama aku, yuk!" ajak Striker. "Boleh saja." Miitan mengangguk tanda setuju.

"Yuu-huu! Dia mau! Dia mauu!!" Striker menjerit girang lagi. "Dia mau, Toppa! Dia mauu!!" Striker mengguncang-guncang tubuh Toppa. "Huwaaaa!!" Toppa menjerit saking kagetnya. "Ampun deh, aku melulu yang kena getahnya." pikir Toppa sambil menepuk dahi untuk ketiga kalinya. PLAK! PLOK! JDER!

"Aku boleh tanya sesuatu?" tanya Miitan. "Tentu, apa?" Meganeko berbalik tanya.



"... Kenal J Sawaragi?".



"Eh ...?" seketika Toppa, Striker, dan Meganeko bengong.




Siangnya ... di tempat turnamen Battle Spirits ...




"Kosong?" J tertegun saat melihat suasana tempat turnamen yang sepi sunyi. Dia berjalan mengitari lorong dan ruangan, tidak ada siapa-siapa. Hingga akhirnya dia sampai di turnamen pusat, di sana sudah tersedia dua meja dan di salah satu meja sudah ada kartu deck milik seseorang.

"Apa dia mempermainkanku?" tanya J dalam hati. "Sama sekali tidak ada orang di sini ...".


TAP ... TAP ... TAP ...



"Tentu saja aku kenal!" seru Toppa. "Dia rivalku seumur hidup!". "Ahahaha. J Sawaragi ini rivalnya Toppa ... dulu Toppa pernah kalah telak sama dia, hahaha." celetuk Meganeko. "Oh ... anaknya gimana, sih?" tanya Miitan.


"Hah? Hmm ... J itu gimana ya ... dari luar tuh kesannya dingin, tapi aslinya hangat, lho, anaknya!" jawab Toppa. "Kata adiknya Kyouka, dia itu keras kepala!" lanjut Striker. "J orangnya gitu, nggak pernah mau ngomong masalahnya ke kita-kita. Makanya dibilang Kyouka keras kepala! Hahaha!" lanjut Toppa lagi. "Ohh ... penyimpan rahasia, ya?" tanya Miitan lagi. "Dia tuh kesannya nggak mau ngerepotin kita, aja." jawab Striker. "Ohh ...".


"Memangnya kenapa, Miitan? Idola, ya?" tanya Meganeko iseng. "Bukan apa-apa ...".




Akhirnya ... aku bertemu anak ini.






"Hai, J Sawaragi!".

J langsung menoleh. Seketika dia langsung tersentak. "Ah, akhirnya ... aku menemukanmu.".



"The mysterious player, Sylthfarn.".



- To be Continued -

Enemy x Love (Part One)

Haiii, di sini Ranran ^o^
Kebiasaan buruk saia, ini nih =w=b #apaan?
Suka mikir FanFic abal-abal dari anime yang lagi saia suka banget XDb #dilempar

Aku lagi suka Battle Spirits >w<//
Apalagi J Sawaragi OwOb Awwww >'DDD #dilempar lagi
Sumpah dehh, aku suka banget sama dia XDb
Tapi jangan lupakan, "Shun and still Shun" ^w^ <--- fans setia Shun Kazami XD

#digampar karena banyak bacod

Akakakakaka, udah deh bacod-nya >'D
Go to Ranran's weird imagination~~~~ ^o^

-----------------------------------------------------------------

"Hah? Pemain Battle Spirits baru?".


"Katanya dia berhasil mengalahkan Suiren, partner J Sawaragi itu loh!".


"Yang benar saja! Suiren kan hebat bangeeet!!"


"Suiren aja kalah ... jangan-jangan pendatang baru itu bisa mengalahkan J Sawaragi yang terkenal itu?".


"Ah, mana bisaa!! Kan kita sudah tahu, pemain Battle Spirits yang paling terkenal itu, 6 orang yang selalu ada di dalam turnamen Battle Spirits!".


"Ahh, aku ingat semuanya! Bashin, J, Suiren, Striker, Meganeko, sama Kyouka, kan? Tapi J sama Suiren mah, udah terkenal dari dulu!".


"Iya, makanya itu! Apalagi J! Kalau pendatang baru itu bisa mengalahkan J ... gila, hebat banget!".


"Eh, ngomong-ngomong, pendatang baru itu namanya siapa?".


"Nama aslinya nggak dikasih tahu! Ditambah lagi, dia cowok atau cewek aja nggak ada yang tahu! Rambutnya pendek, selalu pakai topi, kalau cowok ataupun cewek dia wajar-wajar aja! Meski kalau cewek dia tergolong tomboy, sih ...".


"Hah? Nggak dikasih tahu? Cewek cowoknya nggak dikasih tahu?! Misterius bangeeet!".


"Kayak Suiren, ya! Misterius gitu, pakai topeng di matanya. Siapa coba wajah di balik topeng itu?".


"Iya, memang! Tapi dia lebih misterius lagi!".


"Eh, dia kan punya Codename. Kalau nggak salah, Codename-nya itu ...".






"Sylthfarn.".






Di sekolah Toppa Bashin ...


"Semua orang pada ngomongin pendatang baru itu, ya?" tanya Toppa pada Striker. "Oh, 'Sylthfarn', anak misterius yang tiba-tiba datang, dan mengalahkan Suiren itu, kan?" Striker bertanya balik pada Toppa. "Iya ... tadi pagi, aku denger-denger, anak-anak pada ngomongin dia semuaa!!" seru Toppa. "Jelas dong ... Suiren bisa kalah itu kan berita besar, tahu sendiri Suiren itu siapa ..." ujar Striker. "Hah? Masa, sih?".

"Berita ini memang besar, lho. Ditambah lagi, Suiren kalah telak. Katanya Life Point 'Sylthfarn' itu masih 3 ketika pertarungan selesai ..." ujar Meganeko. "Hah? Life Point 3 aja kalah telak? BELUM!! Aku lawan J aja dia masih 5, aku udah kosong! Nah, itu yang namanya kalah telak!!" balas Toppa. "Dendam, tuh!" celetuk Meganeko. "Memang! Seumur hidup aku nggak bisa lupain pertarungan itu!" balas Toppa lagi. "Hahaha ... J memang rival utama Bashin, ya!" celetuk Striker sambil cekikikan. "Bukannya kalian bersahabaat?" tanya Meganeko dengan nada yang lucu. "Aku dan dia memang sahabat, tapi rival dalam Battle Spirits!".

"Eh, tunggu dulu deh. Berarti anak misterius itu sempat memakai Life Point untuk dikorbankan, kan? Habisnya, Suiren bilang, dia sama sekali tidak bisa menghancurkan Life Point-nya ..." tanya Striker. "Berarti 'Sylthfarn' itu tipe anak yang bermain dengan cara mengandalkan Life Point, begitukah?" tebak Meganeko. "Mungkin." jawab Striker singkat.

"Yeeeh, gitu doang! Lawan J mah sekut!!" sahut Toppa. "Coba kalau lawan kamu!" seru Meganeko. "Hayo sini! Ayo serang, terobos ke depaaan!!!" Toppa meneriakkan motto-nya lagi. "Hahahaha!".


Di sekolah My Sunshine & Sawaragi bersaudara ...


"Hah?!!!! Jadi itu benaar?!!!!" jerit Kyouka kencang. "Psssst!!!" My Sunshine langsung menyuruh Kyouka untuk diam, "Nanti ketahuan dong, kalau aku Suiren!!". "Maaf, aku spontan banget! Hihihi!" Kyouka menjitak dahinya sambil menjulurkan lidahnya sedikit.

"Tapi ... kamu benar-benar dikalahkan pemain misterius itu ...?" tanya Kyouka pelan-pelan. "Iya! Aku saja sampai shock! Huuh!" jawab My Sunshine sambil mendengus. "Aduuh, semoga saja kakakku menang melawan diaa ... fuuuh ..." Kyouka langsung menghela napas panjang. "Eh iya, kurasa J sudah tahu tentang ini, deh!" seru My Sunshine tiba-tiba. "Apaan?" tanya Kyouka spontan.


"Makasih ya, Suiren, atas permainannya! Jujur, kau hebat!".


"Kamu juga hebat, sampai bisa mengalahkanku!".


"Hahaha, tidak juga. Lagipula, tujuan utamaku adalah J Sawaragi.".


"Eh?".




"Dia mengincar kakakku?!" jerit Kyouka lantang. "Makanya itu!" seru My Sunshine. "Gawaaat!! Kakakku juga pergi entah kemana! Jangan-jangan ke tempat permainan Battle Spirits!!!" kata Kyouka panik. "Haaah?! Cepat bangeeeet!!!". "Aaaaaaaaa!!!".

Inilah saat dimana para perempuan panik ... =w=b (?)

"Siapa yang kesana?" tanya J tiba-tiba. "Wuaaaaakh!!!!" jerit Kyouka dan My Sunshine serentak. J langsung menutup telinga. "... Sambutan yang cukup meriah ..." ucap J pelan. "Aduuh, aku kaget banget, kak!!".

"Huuh, benar-benar deh. Kalian mikir yang bukan-bukan aja, ah! Kalau aku memang diincar oleh pemain misterius itu, memang kenapa?" tanya J dengan nada serius. "Takut kakak dalam bahaya ..." jawab Kyouka singkat. "Ini hanya Battle Spirits! Memangnya apa yang akan terjadi?" tanya J lagi. "Kakak mah, gitu. Nggak pernah ngertiin perasaan adiknya yang khawatir sama dia!" omel Kyouka jengkel.

"Kamu terlalu berlebihan, ah. Aku kakakmu. Seharusnya aku yang mengkhawatirkanmu!" sahut J. "Tapi kakak selalu memendamnya sendiri! Memangnya aku dianggap apa---" ucapan Kyouka langsung dipotong. "Aku nggak mau berdebat denganmu!".

My Sunshine tertawa kecil. "Hahaha, pertarungan adik dan kakak yang seru." pikirnya sambil tersenyum geli.

J langsung membuka handphone-nya sambil melirik-lirik Kyouka.

"Kalau aku tunjukkan ini, yang ada dia makin khawatir sama aku. Aku nggak mau." pikir J sambil menutup kembali handphone-nya.


"Hai, kau J Sawaragi, kan? Kau pasti tahu aku. Panggil saja aku 'Sylthfarn'. Aku tantang kamu bermain Battle Spirits siang ini di tempat turnamen. Kita lihat saja siapa yang Skat Mat duluan!".




J langsung tersenyum kecil. "Menantang orang dengan cara seperti ini ...".



"Menarik juga.".



=To be Continued=

Kamis, 01 September 2011

Lost Mind (Part 7)

Waaah, lama banget aku vacuum-nya >o<"
Aku nggak lagi fokus sama ini sihh,, sekarang aku udah nemu ide bagus untuk cerita ini! ^o^6

Back-to-Ranran's-weird-imaginations~~ :DDD

-----------------------------------------------------------------

At Doki-Doki Space ...


P.S : Ranku POV


"Waw! Keren banget langitnya!" Marucho menunjuk langit Doki-Doki Space yang berwarna-warni. "Tapi itu pertanda dimensi dunia ini sedang kacau." kata Dan. "Yaah ... kukira memang asalnya begini ..." Marucho langsung menunduk.

"Kalau yang biasanya sihh ... langitnya tuh indaaah ... banget, ada pelanginya!" aku tiba-tiba saja nyerocos tanpa melihat siapa yang berbicara. Ketika bertatapan dengan bocah kerdil berkacamata monyet satu itu ... OAO' #digampar Marucho


"Ma-Ma, MA-MARUCHOOOOOOOOOO?!!!!".


#lebe -,-


"LO-LOE KAN?!" Marucho kaget sambil menunjuk-nunjukku. (Marucho pake bahasa gaul?! Canggih, mamen! >'D) #dilemparin sendal sama Marucho

"Ranku Nakahara, si cerewet dari Bumi!" tebak Marucho. "Iya ini gue, pendek! Eh, cerewet?! Loe tuh pendek!" aku langsung menjitak Marucho. BLETAK! "Idih, siapa suruh loe teriak nggak jelas gitu?! Terus, ngapain gue ketemu loe di sini!?" Marucho langsung balas tendang. DUAK!

"Heeei, heeei, damaaaai!! Kalian nih, kalau ketemu pasti perang melulu!" Shukichi yang menemaniku langsung meleraiku dan Marucho yang saling bertatapan ala rival (?). "Kok ada dia, sih, Dan-san?" tanya Shukichi sambil menunjuk Marucho. "Iya! Kok bisa ada bocah pendek kecil berkacamata monyet satu ini, sih?!" omelku. "Apa loe ngejek-ngejek gue, NENEK CEREWET?!" omel Marucho balik. "LOE TUH PENDEK!" balasku kencang. Sedetik kemudian, kami pun saling bergamparan (?).

PLAK! PLOK! JDER!

"Heeeei!!!" jerit Dan kencang dan ia langsung mengangkat kerah baju Marucho. "Ah!" aku mencoba menarik Marucho tetapi gagal. "DAN-SAN!!! DIA-DIA-DIA-DIA ... GRRRRH!" Marucho meronta-ronta sambil menunjuk-nunjukku. Aku sendiri buang muka.

"Jual mahal!" sahut Marucho jengkel. "Bodo amat kalo sama loe!" balasku. "Whoy, perangnya selese kapaaan!!" seru Shukichi. "AMPE KIAMAT DARI SEKARANG!" jawabku dan Marucho bersamaan. "Seharusnya dari sekarang sampai kiamat, kaan ..." tanya Shukichi heran. "BODO!". "Wah, wahh ...".

Dan langsung geleng-geleng kepala. "Ayo, Shun!" ajak Dan sambil menggendong Marucho dengan cara sadis. "Wuaaaa ... heeei, aku bisa jatuh nii, Dan-san!!!" Marucho meronta-ronta saking takutnya. "Kalau nggak mau jatuh, nggak usah bawel, deh!" balas Dan jengkel.

"Wooo! Mampus!" ejekku sambil menyoraki Marucho. "APA LOE?!" balas Marucho jengkel. "BERISIK!" bentak Dan jengkel sambil membawa Marucho pergi cepat-cepat. "Bawa aja dia, Dan! Emosi aku sama dia!" suruhku sambil mengusir-ngusir Marucho. "Aku juga beruntung, kali!" balas Marucho.

"Waah, perangnya dahsyat!" Shukichi langsung mengelap keringat di kepalanya. "Ayo, masuk!" ajak Shukichi. "Ayo!" aku langsung mengiyakan ajakan Shukichi.


Setelahnya ...


Aku dan para Lamunes Resintance duduk di ruang tamu. Dan juga Marucho keluar dari kamar, tetapi Shun tidak keluar dari kamar. Aku sempat heran, juga bingung. Apa Shun kurang sehat, atau bagaimana ...?

"Eh, kamu Marukura Marucho, ya?" tanya Shukichi sambil menyuruh Marucho duduk. "Ah? Iya ...eh, eh, aku belum tahu nama kalian, niih!" seru Marucho sambil menghampiri Shukichi dengan senyuman manis.

"Raburedo Shukichi! Shukichi saja, lah!" Shukichi langsung mengulurkan tangannya. "Ma-ru-cho!" Marucho iseng mengeja namanya. "Mutou Erio!" seru Erio. "Ma-ru-cho!" eja Marucho lagi. "Shiraishi Emy ... panggil Emy saja, ya?" pinta Emy sambil tersenyum manis. Marucho sempat malu dan mukanya memerah.

"Aaaaa ... aa-oke, oke, Ma-ru-cho!" eja Marucho lagi.

"GRRRRRH ..." Erio langsung 'jealous' dari belakang. "Huahahahaha!!!" Shukichi hanya bisa tertawa terbahak-bahak saja. Karena dia lagi minum, ketawa terus, sampe keselek. Bukti :

"Hahahaa---uuk-uhuk, uhuk!" Shukichi langsung mengambil minuman saking gelinya. "Wkwkwk! Rasain!" seru Erio sambil tertawa geli. "Pueh! Hahahahahaha!!" Shukichi tertawa lagi.

"Dan aku Rikka Sasaki!" seru Rikka riang. "Ma-ru-cho!" eja Marucho lagi. "Jangan temenan sama dia! Dia ini nenek!" peringat Shukichi. "APAAN?! KAMU TUH KAKEK!" omel Rikka kencang. "Tuh kan, tuh kan, huahahaha---aduuuuh!!" Shukichi langsung dijewer Rikka. "Ahahahahaha!!!".


Kami terus tertawa untuk sementara waktu ... beberapa menit kemudian ...


"Btw ...".


"Dan-san, Shun masih hilang ingatan?" tanya Shukichi. "Iya ... tapi dia bisa mengingat masa lalunya meskipun sedikit ..." jawab Dan. "Shun-senpai sudah bertemu dengan teman-temannya?" tanya Emy. "Belum. Hanya aku yang tahu dari semua Brawlers, soalnya aku curiga! Jadi aku ke rumah Shun-kun sendirian untuk memastikannya!" jawab Marucho. "Seperti apa?" tanya Rikka iseng.

"Seperti ...".

P.S : Danma POV

"Dan, sepertinya aku ingat foto ini.".


Shun menunjuk salah satu foto dari album kami. "Ini ... ketika kita masih kecil, kan?" tanyaku. "Iya. Aku ingat. Kalau tidak salah, kita rebutan robot, terus aku berbalik dan kamu terjatuh, dan ... kamu menggigitku hingga akhirnya kita 'berperang', lalu dilerai ibu kita, deh ..." jelas Shun pelan.


Aku bengong. "Semua itu benar." ucapku geli. "Ahaha. Aku baru ingat yang satu ini, sih ...".




"HUAHAHAHAHAHAH!!" semua Brawlers Resintance tertawa sedetik kemudian. "Emang itu lucu, ya?!" tanyaku jengkel. "Shun ceritanya blak-blakan!!! Hiahahahahahah!!" kata Ranran di sela tertawanya. "Kayak bukan Shun-kun ajaa!! Huahahahaha!!!" kata Marucho yang kesannya seperti melanjutkan (?). "Wahahah!! Ampun dehh! Lancang bangeet!!" komentar Shukichi geli.

"Dan-san bawa fotonya nggak?? Hahahah!!" tanya Erio yang masih tertawa geli. "Mau lihaaaat!!" seru Rikka dan Emy bersamaan.

"Memalukan. Tapi aku masih bawa albumnya sih ... jadi Shun bisa lihat juga." aku langsung menyerahkan album foto yang kuambil dari ranselku. "Btw, kenapa ini nggak ditinggal di kamar aja?" tanya Ranran. "Shun pusing. Tadi dia langsung tidur. Jadi kurasa tidak mungkin dia membuka album ini. Aku tinggal saja di ranselku!" jawab Dan. "Oh ...".

"Foto itu di halaman kedua paling depan." kata Dan.




"Hanyaaaa~~~ lucuuuu!!!" seru Rikka dan Emy bersamaan. "Shun-senpai beda banget, ya, waktu masih kecil?" gumam Erio. "Sangat berbeda!" timpal Ranran, "Dulu, pertama kali aku kenal sama Shun, asdf sumpah! Susah banget, deh! Nggak nyangka dulu dia punya sisi lucu kayak begini ..." papar Ranran. "Ohh, Ranran-senpai kenal Shun-senpai sejak kapan?" tanya Erio. "Sejak aku kelas 5." jawab Ranran. "Oh ...".

"Heeh? Ini siapa, ini siapa??" tanya Emy saat melihat foto ini.




"Yang rambutnya biru manis, dehh ..." kata Emy. "Yang di sebelahnya cantik bangeeet!!" seru Rikka. "Ampun, ni orang genit banget, deh, Dan-san." komentar Shukichi, "Mau aja deh Dan-san dipeluk sama dia!".

"Aduuuh, itu semua Battle Brawlers! Yang paling kanan Runo, terus Alice, Julie, aku, Marucho, Shun!" Dan langsung memberitahu semua orang di fotonya. "Runo-senpai maniis ..." kata Emy dengan nada manis. "Alice-senpai cantiiiik ..." kata Rikka lagi dengan nada yang manis pula. "Marucho memang kecil dari sananya, ya." gumam Erio geli. "Aku memang kecil dari dulu, kok." kata Marucho dengan nada datar. "Ahahahaha!!!".


Tanpa disadari ... bahaya sedang menghampiri para Resintance ...




Di kamar ...


Shun langsung beranjak bangun dari kasurnya. Suara tertawaan yang berisik itu membangunkan dirinya. Ditambah lagi, dia merasa tidurnya sudah cukup.

"Ah ... ada apa di luar sana? Berisik sekali ..." pikir Shun sambil beranjak bangun.


"Kaze no naito ... Kazami Shun."




Shun langsung menyadari panggilan itu. "Siapa?!" Shun langsung menoleh ke asal suara. Tetapi, tidak ada siapapun di luar sana. Shun sempat bingung. "Apa aku salah dengar?" pikir Shun.


"Kau tidak salah dengar, sayang. Aku ini seseorang yang bisa mengembalikan ingatanmu ...".




"Ingatanku ..." ucap Shun pelan.

"Jika kamu benar, kumohon, kembalikan ingatanku sekarang juga!" seru Shun kepada orang itu.


"Keep it on your mind, dear. Brawlers Resintance are da' liar.".




"A ... pa?" Shun terkejut sesaat. "Kamu tidak bohong, kan ...?".


"No one loves youh, no one need youh, they only wanna see your pain! You're not value for them!".



"... Tidak mungkin ... kamu bohong ... aku tahu itu ...".


Danma Kuso ...


Dia ... sahabatku, kan ...?


"Sesuai dugaanku. Kamu memang pintar, ya, sayang." seseorang muncul dari belakang Shun. "Apa?! Astaga---uph!!".

"Sial ... ini obat tidur, ya ..." pikir Shun singkat. Seketika kepalanya pusing. Rupanya dia direcoki obat.

Shun sengaja menjatuhkan Ingram dari sakunya. "Cepat lari!" suruh Shun meskipun hanya dalam hati saja. Tetapi, entah kenapa Ingram bisa mendengar suruhan itu. Dia langsung kabur diam-diam tanpa ketahuan oleh orang itu.

No one loves you. No one need you. You're not value for them.




Danma ... dia sahabatku ... dia sendiri yang merawatku selama ini ...

Tidak mungkin dia seperti itu padaku ... meskipun aku tidak tahu kebenarannya ...


"Danma ... aku percaya ... padamu ...".


Seketika Shun langsung tidak sadarkan diri ...


"Fufufu ... berhasil. Rencanaku akan berhasil. Hihihi ..." orang itu langsung tertawa dengan liciknya.


-- To be Continued --
Ranran, 02. 09. 11