Hello guys, Ranran's here :3
Cerita ini benar-benar yang paling lama vacuum, ya? Masih pada inget, tidak? :'D
Padahal dari dulu aku udah bikin rancangan cerita ini sampai tamat, lho ...
Ya, sudaah ... sekarang sudah dilanjutkan, kan? :3
Let's go to Ranran's weird imagination ...
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
P.S : Sylthfarn POV
Baru kali ini aku merasakan kepedihan seperti ini ...
Aku masih terduduk sambil menangis. "Kalau aku tahu akhirnya akan seperti ini, lebih baik aku tidak usah kemari ... aku hanya menyusahkanmu, Merleawe ..." lirihku pelan. "A-ah! E-enggak!" bantah Merleawe.
"... Maaf, ya, Mel." ucapku pelan. "A-aduuh, ka-kamu sama sekali tidak menyusahkanku, Sylth! Justru kamu yang salah kira, aku tahu semuanya! Sebenarnya dia sama sekali tidak melupakanmu, Sylth-" bantah Merleawe. "Sudahlah ... aku tidak mau dengar." aku langsung membantah ucapan Merleawe.
"Mel !".
Aku tersadar kalau ada yang memanggilku. Ah, tidak, memanggil Mel. Aku menoleh ke belakang, dan aku melihat sosok seorang perempuan berambut hitam panjang. "Lia!" panggil Mel ceria. "Oh ... temanmu, ya?" tanyaku. "Dia temanku sewaktu aku masih bersekolah di sekolah sihir!" jawab Mel.
"Lama tidak bertemu ... sedang apa kamu di sini?" tanya Lia. Aku langsung berdiri dan menghapus air mataku. "Lho? Kamu kenapa, Mel?! Kok kamu menangis!?" raut wajah Lia langsung berubah cemas. "Aku tidak apa-apa." jawabku pelan. "Suaramu sedikit berbeda ... kamu sakit?" tanya Lia lagi. "Tidak, kok." aku menggeleng. "... Hfft ... aku jadi ingat, dulu kamu juga turun tiba-tiba di Kaysville, ya." gumam Lia sambil mendongak ke atas langit. "Eh?" aku tertegun sesaat, "... Aduh, kamu masih ingat saja!" seruku berpura-pura. "Ah, masa sih, aku lupa. Aku masih bingung, lho, apa yang ingin kamu lakukan di sini waktu itu." gumam Lia lagi. "... Hehehe ..." aku tersenyum geli, meskipun berpura-pura.
"Eh, iya! Selamat ya, sudah menjadi Master Wizard! Kamu keren, dehh!" Lia langsung memelukku. "Terima kasih, Lia." aku langsung memeluknya juga.
"Sekarang kamu kerja apa, Lia?" tanyaku. "Aku membuat kue di sini." jawab Lia sambil menunjuk kedai teh. "Wah, boleh tidak, aku mencoba kue buatanmu?!" seruku girang. Lia tertawa geli, "Hahaha! Lihat dong, tokonya sudah tutup! Kalau mau, aku antarkan ke rumahku!". "Ah." aku melihat papan di depannya, eh iya, tulisannya "CLOSED". "Ehehehe ... aku tidak lihat." aku tersenyum geli. "Ayo, ke rumahku." seru Lia lagi.
"Rumahmu di mana?" tanyaku. Lia tertegun sesaat. Dia langsung menoleh ke arahku dengan tampang heran.
"Lho? Rasanya aku pernah ngomong saat aku bertemu denganmu di sini, deh. Waktu kamu masih berkelana sebagai "Silver-Hair Saint", lho! Rumahku masih di Viegarde!" jawab Lia heran.
"Ah, iya! Maaf, aku lupa ..." aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal.
"Eh, iya. Melihatmu memakai topi seperti itu, entah kenapa aku jadi ingat Master Wizard Sylthfarn." celetuk Lia. Aku terbengong karena yang dia maksud itu aku. "Aneh juga, sih. Kenapa dia menghilang dan meninggal secara tiba-tiba? Apa dia dibunuh orang jahat? Atau dia sakit parah? Ya, banyak juga sih, gosip-gosip buruk yang melibatkan Master Wizard Sylthfarn sewaktu itu." gumam Lia. "Padahal waktu itu dia masih seumur kita, lho. 14 tahun. Benar-benar hidup yang singkat ..." gumam Lia lagi.
"He-hentikan, Liaaa ..." pikir Mel, meskipun tidak bisa didengar oleh Lia.
"Ditambah lagi, ibunya kan tinggal di sini! Kata orang-orang, mereka sama sekali tidak menyangka, ibu-ibu anggun yang tinggal di sekitar sini itu ibunya Master Wizard Sylthfarn. Benar-benar mengejutkan, ibunya melepas anaknya ke sekolah sihir hingga dia menjadi Master Wizard, setelah itu, ibunya tidak pernah bertemu lagi dengan anaknya. Apa dia nggak sedih, ya? Waktu dia tahu anaknya sudah mening-"
"Hentikan." ucapku keras, jelas, juga terdengar tegas.
"Mel ...?" Lia langsung menoleh ke arahku. "Waduh, aku bicara terlalu banyak, ya? Maaf, ya!" Lia langsung menepuk dahinya sambil melujurkan lidah sedikit. "... Lia memang cerewet sekali kalau soal seperti ini ... dia sama sekali tidak berubaah ..." Mel hanya bisa tertawa geli. "... Dia sama sekali tidak sadar kalau orang yang dia bicarakan ada di sini." aku hanya bisa menundukkan kepalaku, setelah dia membicarakanku juga ibuku.
"Ah! Sudah malam! Aku harus cepat-cepat kembali ke Viegarde!" seru Lia panik. "Daripada naik kereta kuda, pakai sihir saja." aku langsung mengucapkan mantera." Eh iya! Pintar juga kamu, Mel! Kamu sudah bisa mantera untuk teleportasi? Itu kan sihir tingkat tinggi! Kereeen!" seru Lia girang.
"Hei! Aku belum bisa sihir itu, lho!" seru Mel panik. "Nanti akan aku ajarkan." aku langsung tersenyum geli.
Setelahnya ... di depan rumah Lia ...
"Makasih, ya, Mel! Besok kita jalan-jalan, yuk! Akan kuajak Yuino dan Louie juga." seru Lia. "Kalau aku tidak sibuk, ya ..." aku langsung mengacungkan jempol. "Ehehehe ... berjuang, ya, Mel!" Lia langsung melambaikan tangannya. Aku langsung berlari ke kastil yang tidak cukup jauh dari sini.
Setelahnya ... di dalam kastil ...
"Kamu lama sekali, Mel!" tegur Fern jengkel. "... Fern." aku tertegun sesaat. "Kenapa?" tanya Fern heran. "Ah, tidak. Hanya sudah lama saja kamu tidak menegurku seperti itu. Hahaha ..." aku tertawa geli. "Hng? Rasanya aku sudah sering menegurmu dari kemarin-kemarin!" gerutu Fern heran. "Ah, eng ... maksudku bukan begitu." aku langsung gelagapan.
Fern langsung menoleh, dan menatap wajahku lekat-lekat. "Eeeh?" aku langsung menjauh. Dia makin mendekati wajahku ketika aku menjauhinya. "Eeeh? A-apa maksudmu?!" aku berusaha menjauhinya lagi.
"Kamu bukan Mel!" bentak Fern kencang.
"Dari tatapan matamu, nada bicaramu, dan kekuatan sihir yang aku rasakan, aku langsung mengenalimu! Sylth! Kamu ini Sylthfarn, kan!?" bentak Fern lagi, meskipun raut wajahnya berubah sedih. Aku hanya bisa bengong.
"... Hihihi. Kau bisa mengenaliku, ya." aku langsung tertawa geli. "Kamu pikir sudah berapa lama aku mengenalimu dan kamu meninggalkanku begitu lama!" gerutu Fern. "Tapi ... orang yang paling kusayangi ... tidak bisa mengenaliku sama sekali." lirihku dengan nada parau. "... Eh ...?" Fern tertegun sesaat.
...
"... Oh ... makanya itu, kamu meminjam tubuh Mel? Mungkin ibumu salah kira, kali ..." Fern langsung menenangkanku. "Buktinya kamu bisa mengenaliku meskipun wujudku Merleawe? Aku yakin, ibu sudah lupa padaku!" lirihku sambil menangis. "Belum tentu, Sylth ..." Fern langsung memelukku.
"... Sylth?".
Aku dan Fern langsung menoleh ketika ada yang membuka pintu kamarku.
"Aku tidak salah dengar, kan ...".
To be continued ...
Background?
Jumat, 25 November 2011
Sabtu, 19 November 2011
Enemy x Love (Part Four)
Beberapa hari setelah kejadian itu ...
P.S : J POV
Saat aku ingin memasuki gerbang sekolahku ...
"J!" sahut Bashin dari belakang. Aku pun langsung menoleh ke belakang. "Bashin." seruku ceria. "J, hari ini kami boleh ke rumahmu, tidaaak?" tanya Striker girang. "Boleh saja, sih ... sepertinya ada maksud tertentu, ya?" tanyaku sambil tersenyum penuh maksud. Aku bisa membaca muka Striker, lho.
"Dia ini sedang naksir dengan seseorang!" bisik Bashin iseng padaku. "BASHIN !!!" Striker langsung menjitak Bashin, seiring mukanya pun merah. "SAKIT, TAHU!" Bashin langsung membalas jitak tidak kalah kerasnya dengan Striker. "HEH! NGGAK USAH NGEBALES!" Striker pun langsung membalas lagi. "KAU JUGA, DONG!" Bashin pun membalas lagi. Aku cekikikan saja. "Ini sih, sudah jelas, Striker ..." pikirku geli.
"Memang siapa, sih?" tanyaku geli. "Miitan. Namanya Miikina Koyu. Cewek cantik yang baru-baru ini masuk ke kelas kami! Nih orang, naksir sama dia!" jelas Bashin sambil menunjuk Striker tanpa rasa bersalah. Striker pun langsung menggigit jari Bashin. "AW! SAKIT! DASAR KANIBAL!" Bashin langsung balas gigit tepat di lengan Striker. "HEH! SENDIRINYA SEBAR-SEBAR AIB! HEH! KAU JUGA KANIBAL!" Striker langsung meronta-ronta. "AIB!? ITU KAN BENAR!" seru Bashin kencang-kencang di telinga Striker. "BUKAN ITU MAKSUDNYAAAAAAAAAAA!!!" seru Striker tepat pula di telinga Bashin, volumenya pun tidak mengalahkan suara Bashin.
"Heeeei! Apa hubungannya padaku??!" tanyaku kencang. "Dia tuh penggemarmu, J!" seru Bashin girang, sambil tersenyum penuh kemenangan tepat ke arah Striker. Striker hanya bisa tersenyum penuh rasa putus asa (apa coba?). "Saat aku bilang aku kenal kamu, dia minta-minta padaku, supaya aku mempertemukanmu dengannya! Kamu mau, tidak? Dia juga Card Battler, lho! Sekalian kita duel, J!" pinta Bashin. Aku bengong sesaat.
Ini siapa yang bermasalah? Kok aku terlibat? Oh iya iya ... aku mulai connect sekarang.
"Boleh saja." aku hanya bisa mengangguk sambil tersenyum. "Horeeeeeee!!!" Bashin melompat girang, "Kami ke rumahmu nanti siang sepulang sekolah, ya, J! Sampai nanti siang!" Bashin dan Striker langsung berlari menuju sekolah mereka. "Oke, sampai nanti ...".
Siangnya ... di rumahku ...
"Selamat siaaaaaang!!" seru Bashin penuh dengan semangat. "Silahkan masuk." Kyouka langsung membungkuk dengan formalnya. "Tidak usah formal-formal begituu ... kau kan juga anggota Shomen Toppa!" seru Suiren sambil menepuk pundak Kyouka. "Ehehe ... selamat siang!" Kyouka langsung berdiri lagi sambil tersenyum manis.
"Salam kenal, ya." ucap Miitan sambil tersenyum manis. "Waaah, manis sekali dirimu! Namamu Miikina Koyu, kan? Salam kenal ... namaku Kyouka!" tanya Kyouka sambil mengulurkan tangannya. "Salam kenal juga. Panggil saja aku Miitan." Miitan langsung membalas uluran tangan Kyouka. "Oke, Miitan-senpai!".
"Miitan-senpai?" Miitan tertegun sesaat. "Aduuh, Kyouka memang agak sedikit formal, Miitan! Tidak usah dikhawatirkan!" Striker langsung menepuk pundak Miitan, sembari mendekatinya. "Ini apaan, sih?!" Miitan langsung menampar Striker kencang. PLAK!
"Buseeeet!!! Gyakakakakakakakakakaaa!!!" Bashin langsung tertawa terpingkal-pingkal. "Mii-Miitaaan ..." Meganeko langsung menahan tangan Miitan yang ingin menampar Striker lagi. "Huh, dekat-dekat! Bukan mukhrim!" ucap Miitan ketus. "Kau ini benar-benar ketus yaa ... tapi kamu itu maniiiis!" Striker hanya bisa tersenyum dipaksa. Miitan langsung mengalihkan mukanya dari Striker.
"Ada apa ribut-ribut? Ah, Bashin, kawan-kawan!" seruku girang.
Miitan terbengong sesaat, lalu ia tersenyum penuh rahasia.
Aku tertegun sesaat melihat perempuan berambut cokelat tua itu. Jadi dia, yang bernama Miikina Koyu?Senyumannya itu sepertinya pernah aku lihat, tapi dimana?
"Hahaha ... Miitan! Ini J! Nah lho, percaya tidak?" seru Bashin sambil menarikku.
"Salam kenal, ya ..." tanya Miitan sembari dia berjalan menuju ke arahku. "Sa-salam kenal." jawabku pelan, karena aku masih menyimpan rasa curiga.
Saat Miitan tepat berada di sampingku, dia sempat membisikkanku suatu kalimat.
"Wajahmu itu reflek, ya?".
SET ...
"Hah?" aku langsung menoleh ke arahnya. Dia masih membelakangiku.
"Tatapan matamu, raut wajahmu, benar-benar menunjukkan bahwa kamu ingin mengalahkan siapapun di matamu. Benar, kan ...?".
Dia langsung menoleh ke arahku, dengan senyuman sinis, seperti ...
"J Sawaragi-sama.".
"Aku hanya tidak mau menang dari seorang J Sawaragi.".
Sylthfarn ...
DEG !
"Boleh, kan, aku masuk?" tanya Miitan dengan senyumannya yang manis. Aku tersadar dari bayangan yang sangat membuatku curiga itu. "Bo-boleh ..." jawabku pelan. "Makasih, ya!" dia langsung memasuki ruangan dengan girangnya bersama Meganeko dan Suiren.
Aku hanya bisa terbengong.
"... Hei?" Okyou langsung menepuk-nepuk pundakku.
"Kakak?" panggil Kyouka. "J? Kenapa?" tanya Bashin heran sembari ia melihat wajahku yang menyimpan rasa curiga. "J! Kenapa, sih?" tegur Striker. Aku hanya bisa terdiam seribu kata.
Miikina Koyu ...
Senyumannya itu ... mirip dengan Sylthfarn.
... Senyuman licik.
Malamnya ...
"Aku hanya tidak mau menang dari seorang J Sawaragi.".
"Mereka berdua ...
Benar-benar menunjukkan aura yang sama ...
"Wajahmu itu, reflek, ya?".
"Hah?".
"Tatapan matamu, raut wajahmu, benar-benar menunjukkan bahwa kamu ingin mengalahkan siapapun di matamu. Benar, kan? J Sawaragi-sama.".
Sylthfarn ...
Miikina Koyu ...
"Kakak?" panggil Kyouka. Aku langsung tersadar dari lamunanku. "Kenapa, sih? Kok, dari kemarin, setelah pulang sekolah ... kakak pulang sore ... kok sikap kakak aneh, deh? Apalagi, setelah Bashin-han dan kawan-kawan datang kemari ... ada apa, kak?" tanya Kyouka dengan nada penuh maksud. "Nggak ada apa-apa. Kakak hanya memikirkan Bashin saja. Seperti biasa, dia mengajak duel." jawabku berbohong. "Oh, Bashin-han ... sepertinya kakak mulai serius nih, dalam Battle Spirits. Hei, jangan lupakan sekolah, kak! Itu kok, soal-soalnya belum dijawab satupun!?" tegur Kyouka. "Ah, PR-nya juga tidak dikumpulkan sekarang." aku langsung memegang kepalaku yang terasa pusing. "Tidak seperti kakak yang biasanya ... kakak ada masalah, ya?" tanya Kyouka pelan. "Tidak ada apa-apa." jawabku sembari tidak mengalihkan pandanganku dari buku Matematika. "... Kakak mirip ayah banget, ya. Hal yang paling kakak pentingkan itu pasti Battle Spirits. Sudah begitu, sama-sama nggak bisa terbuka sama orang lain!" sindiran Kyouka terdengar jelas di telingaku. Aku langsung berdiri, mendobrak meja meskipun agak pelan. BRAK!
"... Hei, kamu tidak sadar, ya? Miikina Koyu itu benar-benar membuatku curiga." jawabku ketus. "Eh? Miitan? Kenapa, sih, kak? Rasanya Miitan-senpai baik-baik saja, kok ... aku nggak ngerti, deh, sama kakak!" ucap Kyouka makin heran, juga keras. "Kamu sudah berani menyindir kakak, ya. Kalau kamu tidak mengerti apa-apa, pergi sana!" bentakku kencang.
DEG !!!
"... Ya udah, biasa, dong, kak!" timpal Kyouka gemetar. Dia langsung berlari keluar, seperti menahan tangis. Aku tersadar beberapa detik kemudian.
Hah, apa maksudnya? Kok tiba-tiba begini? Bentakan apa yang aku lontarkan? Apa yang aku katakan barusan?! Astaga!
"Kyou-" aku ingin menahan Kyouka, namun terlambat. BLAM! Pintu kamarku langsung ditutup kencang.
"Ada apa, sih?" tanya Okyou, "Hm ... kau punya rahasia lagi, ya, J?".
"... Checkmate untukku. Aku nggak sengaja membentak Kyouka begitu. Ah, minta maaf saja. Tapi, aku harus bilang apa? Ah, sudahlah ..." pikirku jengkel.
"... Kakak mirip ayah banget, ya. Hal yang paling kakak pentingkan itu pasti Battle Spirits. Sudah begitu, sama-sama nggak bisa terbuka sama orang lain!".
Aku hanya bisa terdiam seribu kata. Lagi ...
Sylthfarn ...
Kamu bukan hanya menarik.
Tapi juga licik seperti Magic Pierrot.
Hm ... aku punya ide.
Aku ingin melihat kemampuanmu lagi dalam Battle Spirits, Sylthfarn. Ah, bukan ...
Miitan.
To be continued ...
P.S : J POV
Saat aku ingin memasuki gerbang sekolahku ...
"J!" sahut Bashin dari belakang. Aku pun langsung menoleh ke belakang. "Bashin." seruku ceria. "J, hari ini kami boleh ke rumahmu, tidaaak?" tanya Striker girang. "Boleh saja, sih ... sepertinya ada maksud tertentu, ya?" tanyaku sambil tersenyum penuh maksud. Aku bisa membaca muka Striker, lho.
"Dia ini sedang naksir dengan seseorang!" bisik Bashin iseng padaku. "BASHIN !!!" Striker langsung menjitak Bashin, seiring mukanya pun merah. "SAKIT, TAHU!" Bashin langsung membalas jitak tidak kalah kerasnya dengan Striker. "HEH! NGGAK USAH NGEBALES!" Striker pun langsung membalas lagi. "KAU JUGA, DONG!" Bashin pun membalas lagi. Aku cekikikan saja. "Ini sih, sudah jelas, Striker ..." pikirku geli.
"Memang siapa, sih?" tanyaku geli. "Miitan. Namanya Miikina Koyu. Cewek cantik yang baru-baru ini masuk ke kelas kami! Nih orang, naksir sama dia!" jelas Bashin sambil menunjuk Striker tanpa rasa bersalah. Striker pun langsung menggigit jari Bashin. "AW! SAKIT! DASAR KANIBAL!" Bashin langsung balas gigit tepat di lengan Striker. "HEH! SENDIRINYA SEBAR-SEBAR AIB! HEH! KAU JUGA KANIBAL!" Striker langsung meronta-ronta. "AIB!? ITU KAN BENAR!" seru Bashin kencang-kencang di telinga Striker. "BUKAN ITU MAKSUDNYAAAAAAAAAAA!!!" seru Striker tepat pula di telinga Bashin, volumenya pun tidak mengalahkan suara Bashin.
"Heeeei! Apa hubungannya padaku??!" tanyaku kencang. "Dia tuh penggemarmu, J!" seru Bashin girang, sambil tersenyum penuh kemenangan tepat ke arah Striker. Striker hanya bisa tersenyum penuh rasa putus asa (apa coba?). "Saat aku bilang aku kenal kamu, dia minta-minta padaku, supaya aku mempertemukanmu dengannya! Kamu mau, tidak? Dia juga Card Battler, lho! Sekalian kita duel, J!" pinta Bashin. Aku bengong sesaat.
Ini siapa yang bermasalah? Kok aku terlibat? Oh iya iya ... aku mulai connect sekarang.
"Boleh saja." aku hanya bisa mengangguk sambil tersenyum. "Horeeeeeee!!!" Bashin melompat girang, "Kami ke rumahmu nanti siang sepulang sekolah, ya, J! Sampai nanti siang!" Bashin dan Striker langsung berlari menuju sekolah mereka. "Oke, sampai nanti ...".
Siangnya ... di rumahku ...
"Selamat siaaaaaang!!" seru Bashin penuh dengan semangat. "Silahkan masuk." Kyouka langsung membungkuk dengan formalnya. "Tidak usah formal-formal begituu ... kau kan juga anggota Shomen Toppa!" seru Suiren sambil menepuk pundak Kyouka. "Ehehe ... selamat siang!" Kyouka langsung berdiri lagi sambil tersenyum manis.
"Salam kenal, ya." ucap Miitan sambil tersenyum manis. "Waaah, manis sekali dirimu! Namamu Miikina Koyu, kan? Salam kenal ... namaku Kyouka!" tanya Kyouka sambil mengulurkan tangannya. "Salam kenal juga. Panggil saja aku Miitan." Miitan langsung membalas uluran tangan Kyouka. "Oke, Miitan-senpai!".
"Miitan-senpai?" Miitan tertegun sesaat. "Aduuh, Kyouka memang agak sedikit formal, Miitan! Tidak usah dikhawatirkan!" Striker langsung menepuk pundak Miitan, sembari mendekatinya. "Ini apaan, sih?!" Miitan langsung menampar Striker kencang. PLAK!
"Buseeeet!!! Gyakakakakakakakakakaaa!!!" Bashin langsung tertawa terpingkal-pingkal. "Mii-Miitaaan ..." Meganeko langsung menahan tangan Miitan yang ingin menampar Striker lagi. "Huh, dekat-dekat! Bukan mukhrim!" ucap Miitan ketus. "Kau ini benar-benar ketus yaa ... tapi kamu itu maniiiis!" Striker hanya bisa tersenyum dipaksa. Miitan langsung mengalihkan mukanya dari Striker.
"Ada apa ribut-ribut? Ah, Bashin, kawan-kawan!" seruku girang.
Miitan terbengong sesaat, lalu ia tersenyum penuh rahasia.
Aku tertegun sesaat melihat perempuan berambut cokelat tua itu. Jadi dia, yang bernama Miikina Koyu?Senyumannya itu sepertinya pernah aku lihat, tapi dimana?
"Hahaha ... Miitan! Ini J! Nah lho, percaya tidak?" seru Bashin sambil menarikku.
"Salam kenal, ya ..." tanya Miitan sembari dia berjalan menuju ke arahku. "Sa-salam kenal." jawabku pelan, karena aku masih menyimpan rasa curiga.
Saat Miitan tepat berada di sampingku, dia sempat membisikkanku suatu kalimat.
"Wajahmu itu reflek, ya?".
SET ...
"Hah?" aku langsung menoleh ke arahnya. Dia masih membelakangiku.
"Tatapan matamu, raut wajahmu, benar-benar menunjukkan bahwa kamu ingin mengalahkan siapapun di matamu. Benar, kan ...?".
Dia langsung menoleh ke arahku, dengan senyuman sinis, seperti ...
"J Sawaragi-sama.".
"Aku hanya tidak mau menang dari seorang J Sawaragi.".
Sylthfarn ...
DEG !
"Boleh, kan, aku masuk?" tanya Miitan dengan senyumannya yang manis. Aku tersadar dari bayangan yang sangat membuatku curiga itu. "Bo-boleh ..." jawabku pelan. "Makasih, ya!" dia langsung memasuki ruangan dengan girangnya bersama Meganeko dan Suiren.
Aku hanya bisa terbengong.
"... Hei?" Okyou langsung menepuk-nepuk pundakku.
"Kakak?" panggil Kyouka. "J? Kenapa?" tanya Bashin heran sembari ia melihat wajahku yang menyimpan rasa curiga. "J! Kenapa, sih?" tegur Striker. Aku hanya bisa terdiam seribu kata.
Miikina Koyu ...
Senyumannya itu ... mirip dengan Sylthfarn.
... Senyuman licik.
Malamnya ...
"Aku hanya tidak mau menang dari seorang J Sawaragi.".
"Mereka berdua ...
Benar-benar menunjukkan aura yang sama ...
"Wajahmu itu, reflek, ya?".
"Hah?".
"Tatapan matamu, raut wajahmu, benar-benar menunjukkan bahwa kamu ingin mengalahkan siapapun di matamu. Benar, kan? J Sawaragi-sama.".
Sylthfarn ...
Miikina Koyu ...
"Kakak?" panggil Kyouka. Aku langsung tersadar dari lamunanku. "Kenapa, sih? Kok, dari kemarin, setelah pulang sekolah ... kakak pulang sore ... kok sikap kakak aneh, deh? Apalagi, setelah Bashin-han dan kawan-kawan datang kemari ... ada apa, kak?" tanya Kyouka dengan nada penuh maksud. "Nggak ada apa-apa. Kakak hanya memikirkan Bashin saja. Seperti biasa, dia mengajak duel." jawabku berbohong. "Oh, Bashin-han ... sepertinya kakak mulai serius nih, dalam Battle Spirits. Hei, jangan lupakan sekolah, kak! Itu kok, soal-soalnya belum dijawab satupun!?" tegur Kyouka. "Ah, PR-nya juga tidak dikumpulkan sekarang." aku langsung memegang kepalaku yang terasa pusing. "Tidak seperti kakak yang biasanya ... kakak ada masalah, ya?" tanya Kyouka pelan. "Tidak ada apa-apa." jawabku sembari tidak mengalihkan pandanganku dari buku Matematika. "... Kakak mirip ayah banget, ya. Hal yang paling kakak pentingkan itu pasti Battle Spirits. Sudah begitu, sama-sama nggak bisa terbuka sama orang lain!" sindiran Kyouka terdengar jelas di telingaku. Aku langsung berdiri, mendobrak meja meskipun agak pelan. BRAK!
"... Hei, kamu tidak sadar, ya? Miikina Koyu itu benar-benar membuatku curiga." jawabku ketus. "Eh? Miitan? Kenapa, sih, kak? Rasanya Miitan-senpai baik-baik saja, kok ... aku nggak ngerti, deh, sama kakak!" ucap Kyouka makin heran, juga keras. "Kamu sudah berani menyindir kakak, ya. Kalau kamu tidak mengerti apa-apa, pergi sana!" bentakku kencang.
DEG !!!
"... Ya udah, biasa, dong, kak!" timpal Kyouka gemetar. Dia langsung berlari keluar, seperti menahan tangis. Aku tersadar beberapa detik kemudian.
Hah, apa maksudnya? Kok tiba-tiba begini? Bentakan apa yang aku lontarkan? Apa yang aku katakan barusan?! Astaga!
"Kyou-" aku ingin menahan Kyouka, namun terlambat. BLAM! Pintu kamarku langsung ditutup kencang.
"Ada apa, sih?" tanya Okyou, "Hm ... kau punya rahasia lagi, ya, J?".
"... Checkmate untukku. Aku nggak sengaja membentak Kyouka begitu. Ah, minta maaf saja. Tapi, aku harus bilang apa? Ah, sudahlah ..." pikirku jengkel.
"... Kakak mirip ayah banget, ya. Hal yang paling kakak pentingkan itu pasti Battle Spirits. Sudah begitu, sama-sama nggak bisa terbuka sama orang lain!".
Aku hanya bisa terdiam seribu kata. Lagi ...
Sylthfarn ...
Kamu bukan hanya menarik.
Tapi juga licik seperti Magic Pierrot.
Hm ... aku punya ide.
Aku ingin melihat kemampuanmu lagi dalam Battle Spirits, Sylthfarn. Ah, bukan ...
Miitan.
To be continued ...
Selasa, 15 November 2011
Little Description about Ranran (1st)
Kawan-kawan, Ranran di sini ...! :DDD
Ogenki desu ka? Hehehe ...
Sepertinya aku belum mengenalkan diriku sendiri di blog ini. Aduh, gomenasai, maafkan akuu!
Gara-gara ngintip blog-nya Ri-tan, aku baru nyadar, "Eh, aku udah ngenalin diri di blog, belum ya ...?".
Waaa, rupanya belum! OAO' MAAFKAN AKUUU!
Lewatkan, lewatkan!
Oke, lewatkan saja paragraf aneh di atas ... XD
Dari nama, ya, kalian pasti udah pada tahu kali ya? .w.
Ranranchaa. Plesetan dari Ranran-chan. Abaikan ...
Namaku Ranran. Aslinya sih, Rania Hendradwiputri. Umurku 13 tahun. Tanggal 16 Januari 2012, udah 14 tahun tuh, kasih aku hadiah, ya ~ :DDD *digampar (Readers : MAUNYA!).
Yup, ulang tahunku, 16 Januari. Lumayan bagus, kan? LOL.
Tinggal di Jakarta. Sekolah di SMPN 89 SSN, Jln. Tanjung Duren Barat IV, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Indonesia (jelas!).
Rania Hendradwiputri, nama itu pasti akan tertera di jendela kelas Bilingual 8, alias kelas 8-8.
Yup, I'm the one of Billstream's part! XDb
Di sekolah, aku cukup terkenal gara-gara ...
1. Paling kekanakan (Mentang-mentang aku sendiri yang Anime Addicted di kelas! Huweee! D'X)
2. Paling polos (Mukaku emang polos, lho ... juga gampang dikerjain .w.")
3. Paling serius (Agak susah diajak bercanda!)
4. Paling lemah (Nggak jago olahraga sedikitpun, padahal tinggi!)
5. Paling pintar (Kenaikan kelas 8, aku juara 1. Wkwkwk, nggak nyangka, lho ...)
6. Paling baik (Aku terkenal nggak bisa ngebantah orang lain, meski permintaannya ngerugiin aku ...)
Iseng ah, deskripsi fisik. Lihat aja foto ini, ya.
Rambut lurus, setelah di smoothing *ngeek
Pakai kacamata, kacamatanya keren lho, minus 5 8D (Readers : Bangga banget lu!)
Kalau mataku yang asli sih, sebenernya minus 7. Tapi yaa, masih keliatan kok .w.
Tinggi 160 cm. Tinggi juga, ya? Iyaa, aku ini cewek paling tinggi di kelas. Masih 13 tahun, tinggiku setara dengan anak SMA pada umumnya. Saus tartarnya, setiap upacara pasti aku di belakang. -w-"
Pengecualian, setinggi-tingginya saya, saya ini nggak jago olahraga. Tubuhku kaku, selain itu tubuhku juga lemah. Gampang sakit, gampang pusing, de el el. Makanya aku envy sama temen-temen aku yang jago olahraga ... TTwTT"
Eh iya ... aku ... lemah jantung. Kayaknya, emang takdirnya saya lemah, deh ... :'D
Phobia tempat tinggi, tempat curam, kecoak, sama bola!
Kalau bola, sih, ada sejarahnya ... -_-
Waktu aku masih kelas 4, mukaku pernah kena bola sepak dari anak-anak SMP. Waktu itu aku kaget banget. Aku nangis, sakit banget. Sejak itu, aku jadi takut sama bola. Kalau ada bola di dekat aku (kalau dilempar), aku bawaannya mau ngindar terus. Jangan lempar bola besar ke aku, ya D'X
*dilemparin bola sepak, basket, voli, de el el
JANGAAAAAN!!!
DOR DOR DOR ... (?)
Oke, ganti topik, pik :3
Sikap, ya .w.
Saya ini termasuk anak yang ... cukup ramah, agak cuek, kurang bisa bergaul kalau beda selera, pemalas, cepat tangkap, simpel, maunya gampang, gampang ngeremehin sesuatu, dari luar ... X'D
Tapi di dalam, selalu memikirkan kekurangan dan kelebihan diri sendiri. Singkat kata, saya ini intrapersonal yang kelebihan dan kekurangannya lumayan seimbang .w.
Anehnya, meski saya ini cuek, kalau ada teman minta tolong ke saya, saya paling susah deh, yang namanya bilang "nggak". Saya cuek aja kalau saya dirugiin, tapi dalam hati ... saya dendam ...
Aku benci dipermainkan. Aku benci dikhianati seperti ini.
Jangan berani membohongiku ... atau aku akan membalas ini suatu saat.
Ingat. Di luar aku memang diam. Di dalam aku dendam.
Orang yang diam, dialah yang paling merasa tersakiti ...
Iyaa, aku sadar kalau dendam itu dosa. Masalahnya aku nggak tahu gimana caranya bilang "tidak" ... aku terlalu memikirkan perasaan orang lain kalau aku bilang tidak.
Banyak teman sekelas yang mengkhianati aku. Aku sih, kalau aku merasa dikhianati, dirugikan, atau apapun lah, aku diam aja. Biar saja mereka terus-terusan begitu. Mereka yang dosa.
Dalam hati, kupendam sendiri kebencian aku di hati ...
Memang agak rugi, karena ini bisa bikin dendam. Aku bener-bener butuh pertolongan, nih, soal ini.
Nah, dendam aku ini punya keuntungan juga di cerita.
Aku termasuk anak yang tertarik di bidang sastra. Aku sering membuat cerita, menggambar, atau pun yang lainnya yang berbau seni. Tetapi, aku bukan jagoan menari atau menyanyi, lho. Akting aku masih bisa .w.
Meski aku pemalu, ya. Hehe ...
Nah, aku sering membuat cerita tentang ... pembunuhan. Wahahahahaha!! (Readers : Bangga bangeeet!!).
Paling suka cerita yang berdarah-darah gitu, deh ... penuh dengan darah! XDb
Bagi anak yang penakut, mending jangan baca, deh. Tenang aja, di blog ini belum ada, kok.
Ceritanya masih di Microsoft Word aku, belum selesai. Kapan-kapan aku publish ya ... *dilemparin sendal
Aku termasuk yang jujur kalau soal kelebihan kekurangan. Kalau aku bisa ini ya aku ngomong, kalau aku nggak bisa ini ya aku ngomong. Hahaha, ini apa ya namanya? .w."
Jujur? Aku termasuk anak yang susah jujur, lho. Jujur sama diri sendiri aja nggak bisa. Buktinya ada di atas, kok. Selalu memendam semuanya sendiri ... aku sih, sabar aja. Aku masih punya Allah.
Paling suka pelajaran apa? PKn.
Nah loh! Salah satu musuh anak-anak, lagi! Wekekekekeke.
Saya tahu, lho. Pelajaran yang dimusuhi anak-anak itu, rata-rata Matematika, IPS, IPA, sama PKn.
Saya dulu juga musuh bebuyutan PKn, lho. Bahkan dulu, guru PKn saya sewaktu SD, Pak Mansur, saya julukin Pak Melon. Itu bukan iseng semata. Rambutnya kayak melon asli! Botaknya keren! *dilempar
Abaikan aja yang di atas, itu cuma plesetan. Tapi kalau beneran, sih ... emang .w." *kick
Gara-gara Pak Kosidin, guru PKn saya sewaktu SMP kelas 7, dia bener-bener bikin pikiran aku ke PKn berubah 100 %. Dari saya yang nggak pernah suka PKn, dia bikin aku jadi suka PKn, bahkan di Billstream, aku itu dewa alias masternya kalau soal PKn. Nah, loh. Apa coba sihirnya Pak Kosidin?
Sihirnya ... kebaikannya ... he he he ;w;
Kisah saya dengan Pak Kosidin ada di Blog ini. "For My Special Teacher".
Pelajaran apa yang saya benci?
OLAHRAGA! PEMBUKUAN! ALJABAR!
Itu udah ada kisahnya di "Algebra Tragedy" .w."
Aku suka Matematika. Iya, aku suka. Nggak benci-benci amat, lah. Tapi aku BENCI ALJABAR.
Kalau pembukuan, serba aturan. Penerimaan, pengeluaran, aduh, belum jadi pedagang, pak ... gurunya sih baik, Pak Tatang. Baik banget. Tapi aku nggak suka pelajarannya dari kelas 7. Swear, ngertinya tuh nggak 100% ... -w-
Olahraga? Sudah aku jelasin di atas ... selain phobia bola, aku udah lemah dari sananya ;w;
Anime addict? Ketagihan anime? Emang! Wekekekeke.
Japan is the best! Aku prefer ke Jepang daripada Korea! Meskipun aku suka K-Pop juga, sih .w.
Anime yang paling aku suka? Aduh, Bakugan Battle Brawlers, dong! XDb
By the way, aku punya alasan tersendiri kenapa aku suka Bakugan. Alasan yang sepele, tapi menolongku dalam bidang menggambar manga .w.
Kalau mau tahu, tanya saja padaku. Aku sih nggak sungkan, tapi cukup panjang XDb
Nah, J-Pop. Artis yang paling kusuka? MIZUKI NANAAAA!!
MIZUKI NANA IS THE BEST! Suaranya, ya Allaaaah, keren bangeeet! Cantik banget, lagi!
Nih, fotonya .w.
Aduuh, cantik bangeet. Envy banget, deh, sama Mizuki Nana ;w;
Lagunya aku punya banyak, lho. Trinity Cross, Secret Ambition, Pray, Massive Wonders, Phantom Minds, Silent Bible, Meikyuu Butterfly, de el el :D
Iseng doang nih. Lagu Jepang yang 'gue banget'??
1. Every Little Thing - Fragile.
2. Miku Hatsune - Karakuri Pierrot.
3. Rin and Len Kagamine - Romeo and Cinderella.
Coba aja iseng denger, kalau anda J-Popers :D
Kalau Karakuri Pierrot, sih, udah jadi soundtrack blog ini yang pertama .w.
Kalau K-Pop, aku cuma tahu beberapa. Super Junior aja cuma suka lagunya yang Mr. Simple X'D
Males jelajah lebih! Wekekekekekekeke, abaikan saja pemalas satu ini. Dia hanya tertarik ke anime :D
Okay, sampai di sini saja dulu, deh. Aku udah capek! .w."
To be continued ... on 2nd one :D
Di 2nd, sebagian besar, aku mau bahas tentang teman-temanku.
Mulai dari yang deket sama aku, sampai yang berani main-main sama aku. Hehehe.
Saa, jaa nee!
Ogenki desu ka? Hehehe ...
Sepertinya aku belum mengenalkan diriku sendiri di blog ini. Aduh, gomenasai, maafkan akuu!
Gara-gara ngintip blog-nya Ri-tan, aku baru nyadar, "Eh, aku udah ngenalin diri di blog, belum ya ...?".
Waaa, rupanya belum! OAO' MAAFKAN AKUUU!
Lewatkan, lewatkan!
Oke, lewatkan saja paragraf aneh di atas ... XD
Dari nama, ya, kalian pasti udah pada tahu kali ya? .w.
Ranranchaa. Plesetan dari Ranran-chan. Abaikan ...
Namaku Ranran. Aslinya sih, Rania Hendradwiputri. Umurku 13 tahun. Tanggal 16 Januari 2012, udah 14 tahun tuh, kasih aku hadiah, ya ~ :DDD *digampar (Readers : MAUNYA!).
Yup, ulang tahunku, 16 Januari. Lumayan bagus, kan? LOL.
Tinggal di Jakarta. Sekolah di SMPN 89 SSN, Jln. Tanjung Duren Barat IV, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Indonesia (jelas!).
Rania Hendradwiputri, nama itu pasti akan tertera di jendela kelas Bilingual 8, alias kelas 8-8.
Yup, I'm the one of Billstream's part! XDb
Di sekolah, aku cukup terkenal gara-gara ...
1. Paling kekanakan (Mentang-mentang aku sendiri yang Anime Addicted di kelas! Huweee! D'X)
2. Paling polos (Mukaku emang polos, lho ... juga gampang dikerjain .w.")
3. Paling serius (Agak susah diajak bercanda!)
4. Paling lemah (Nggak jago olahraga sedikitpun, padahal tinggi!)
5. Paling pintar (Kenaikan kelas 8, aku juara 1. Wkwkwk, nggak nyangka, lho ...)
6. Paling baik (Aku terkenal nggak bisa ngebantah orang lain, meski permintaannya ngerugiin aku ...)
Iseng ah, deskripsi fisik. Lihat aja foto ini, ya.
![]() |
| Here is Ranranchaa! Iseng narsis @ Cameroid,com |
Rambut lurus, setelah di smoothing *ngeek
Pakai kacamata, kacamatanya keren lho, minus 5 8D (Readers : Bangga banget lu!)
Kalau mataku yang asli sih, sebenernya minus 7. Tapi yaa, masih keliatan kok .w.
Tinggi 160 cm. Tinggi juga, ya? Iyaa, aku ini cewek paling tinggi di kelas. Masih 13 tahun, tinggiku setara dengan anak SMA pada umumnya. Saus tartarnya, setiap upacara pasti aku di belakang. -w-"
Pengecualian, setinggi-tingginya saya, saya ini nggak jago olahraga. Tubuhku kaku, selain itu tubuhku juga lemah. Gampang sakit, gampang pusing, de el el. Makanya aku envy sama temen-temen aku yang jago olahraga ... TTwTT"
Eh iya ... aku ... lemah jantung. Kayaknya, emang takdirnya saya lemah, deh ... :'D
Phobia tempat tinggi, tempat curam, kecoak, sama bola!
Kalau bola, sih, ada sejarahnya ... -_-
Waktu aku masih kelas 4, mukaku pernah kena bola sepak dari anak-anak SMP. Waktu itu aku kaget banget. Aku nangis, sakit banget. Sejak itu, aku jadi takut sama bola. Kalau ada bola di dekat aku (kalau dilempar), aku bawaannya mau ngindar terus. Jangan lempar bola besar ke aku, ya D'X
*dilemparin bola sepak, basket, voli, de el el
JANGAAAAAN!!!
DOR DOR DOR ... (?)
Oke, ganti topik, pik :3
Sikap, ya .w.
Saya ini termasuk anak yang ... cukup ramah, agak cuek, kurang bisa bergaul kalau beda selera, pemalas, cepat tangkap, simpel, maunya gampang, gampang ngeremehin sesuatu, dari luar ... X'D
Tapi di dalam, selalu memikirkan kekurangan dan kelebihan diri sendiri. Singkat kata, saya ini intrapersonal yang kelebihan dan kekurangannya lumayan seimbang .w.
Anehnya, meski saya ini cuek, kalau ada teman minta tolong ke saya, saya paling susah deh, yang namanya bilang "nggak". Saya cuek aja kalau saya dirugiin, tapi dalam hati ... saya dendam ...
Aku benci dipermainkan. Aku benci dikhianati seperti ini.
Jangan berani membohongiku ... atau aku akan membalas ini suatu saat.
Ingat. Di luar aku memang diam. Di dalam aku dendam.
Orang yang diam, dialah yang paling merasa tersakiti ...
Iyaa, aku sadar kalau dendam itu dosa. Masalahnya aku nggak tahu gimana caranya bilang "tidak" ... aku terlalu memikirkan perasaan orang lain kalau aku bilang tidak.
Banyak teman sekelas yang mengkhianati aku. Aku sih, kalau aku merasa dikhianati, dirugikan, atau apapun lah, aku diam aja. Biar saja mereka terus-terusan begitu. Mereka yang dosa.
Dalam hati, kupendam sendiri kebencian aku di hati ...
Memang agak rugi, karena ini bisa bikin dendam. Aku bener-bener butuh pertolongan, nih, soal ini.
Nah, dendam aku ini punya keuntungan juga di cerita.
Aku termasuk anak yang tertarik di bidang sastra. Aku sering membuat cerita, menggambar, atau pun yang lainnya yang berbau seni. Tetapi, aku bukan jagoan menari atau menyanyi, lho. Akting aku masih bisa .w.
Meski aku pemalu, ya. Hehe ...
Nah, aku sering membuat cerita tentang ... pembunuhan. Wahahahahaha!! (Readers : Bangga bangeeet!!).
Paling suka cerita yang berdarah-darah gitu, deh ... penuh dengan darah! XDb
Bagi anak yang penakut, mending jangan baca, deh. Tenang aja, di blog ini belum ada, kok.
Ceritanya masih di Microsoft Word aku, belum selesai. Kapan-kapan aku publish ya ... *dilemparin sendal
Aku termasuk yang jujur kalau soal kelebihan kekurangan. Kalau aku bisa ini ya aku ngomong, kalau aku nggak bisa ini ya aku ngomong. Hahaha, ini apa ya namanya? .w."
Jujur? Aku termasuk anak yang susah jujur, lho. Jujur sama diri sendiri aja nggak bisa. Buktinya ada di atas, kok. Selalu memendam semuanya sendiri ... aku sih, sabar aja. Aku masih punya Allah.
Paling suka pelajaran apa? PKn.
Nah loh! Salah satu musuh anak-anak, lagi! Wekekekekeke.
Saya tahu, lho. Pelajaran yang dimusuhi anak-anak itu, rata-rata Matematika, IPS, IPA, sama PKn.
Saya dulu juga musuh bebuyutan PKn, lho. Bahkan dulu, guru PKn saya sewaktu SD, Pak Mansur, saya julukin Pak Melon. Itu bukan iseng semata. Rambutnya kayak melon asli! Botaknya keren! *dilempar
Abaikan aja yang di atas, itu cuma plesetan. Tapi kalau beneran, sih ... emang .w." *kick
Gara-gara Pak Kosidin, guru PKn saya sewaktu SMP kelas 7, dia bener-bener bikin pikiran aku ke PKn berubah 100 %. Dari saya yang nggak pernah suka PKn, dia bikin aku jadi suka PKn, bahkan di Billstream, aku itu dewa alias masternya kalau soal PKn. Nah, loh. Apa coba sihirnya Pak Kosidin?
Sihirnya ... kebaikannya ... he he he ;w;
Kisah saya dengan Pak Kosidin ada di Blog ini. "For My Special Teacher".
Pelajaran apa yang saya benci?
OLAHRAGA! PEMBUKUAN! ALJABAR!
Itu udah ada kisahnya di "Algebra Tragedy" .w."
Aku suka Matematika. Iya, aku suka. Nggak benci-benci amat, lah. Tapi aku BENCI ALJABAR.
Kalau pembukuan, serba aturan. Penerimaan, pengeluaran, aduh, belum jadi pedagang, pak ... gurunya sih baik, Pak Tatang. Baik banget. Tapi aku nggak suka pelajarannya dari kelas 7. Swear, ngertinya tuh nggak 100% ... -w-
Olahraga? Sudah aku jelasin di atas ... selain phobia bola, aku udah lemah dari sananya ;w;
Anime addict? Ketagihan anime? Emang! Wekekekeke.
Japan is the best! Aku prefer ke Jepang daripada Korea! Meskipun aku suka K-Pop juga, sih .w.
Anime yang paling aku suka? Aduh, Bakugan Battle Brawlers, dong! XDb
By the way, aku punya alasan tersendiri kenapa aku suka Bakugan. Alasan yang sepele, tapi menolongku dalam bidang menggambar manga .w.
Kalau mau tahu, tanya saja padaku. Aku sih nggak sungkan, tapi cukup panjang XDb
Nah, J-Pop. Artis yang paling kusuka? MIZUKI NANAAAA!!
MIZUKI NANA IS THE BEST! Suaranya, ya Allaaaah, keren bangeeet! Cantik banget, lagi!
Nih, fotonya .w.
![]() |
| Mizuki Nana-sama :3 |
Aduuh, cantik bangeet. Envy banget, deh, sama Mizuki Nana ;w;
Lagunya aku punya banyak, lho. Trinity Cross, Secret Ambition, Pray, Massive Wonders, Phantom Minds, Silent Bible, Meikyuu Butterfly, de el el :D
Iseng doang nih. Lagu Jepang yang 'gue banget'??
1. Every Little Thing - Fragile.
2. Miku Hatsune - Karakuri Pierrot.
3. Rin and Len Kagamine - Romeo and Cinderella.
Coba aja iseng denger, kalau anda J-Popers :D
Kalau Karakuri Pierrot, sih, udah jadi soundtrack blog ini yang pertama .w.
Kalau K-Pop, aku cuma tahu beberapa. Super Junior aja cuma suka lagunya yang Mr. Simple X'D
Males jelajah lebih! Wekekekekekekeke, abaikan saja pemalas satu ini. Dia hanya tertarik ke anime :D
Okay, sampai di sini saja dulu, deh. Aku udah capek! .w."
To be continued ... on 2nd one :D
Di 2nd, sebagian besar, aku mau bahas tentang teman-temanku.
Mulai dari yang deket sama aku, sampai yang berani main-main sama aku. Hehehe.
Saa, jaa nee!
Senin, 07 November 2011
Enemy x Love (Part Three)
Yokatta ... akhirnya cerita ini bisa direlease juga!
Kelamaan, ya? Maaf banget, deh ... :'3
Aku lama publish cerita ini karena aku kurang tahu taktik pertarungan Battle Spirits. Aku cuma ingat 100 % taktik J Sawaragi doang (mentang-mentang aku suka sama J -w-). Well, aku masih nggak ngerti apa itu Nexus, Magic, dan nggak hapal nama-nama spirits yang muncul di Battle Spirits. Yang udah ngerti 100 %, ajarin dong 8D *maunya lu
Sebetulnya, ada satu kartu Magic yang saia buat sendiri di cerita ini. Magic Pierrot, namanya diambil dari Karakuri Pierrot. Well, konsep cerita ini tengah-tengahnya hampir kayak lagu Karakuri Pierrot. Memang, tengah-tengahnya saia sudah merencanakannya, nanti ada kisah cinta antara J dengan Miikina .w.
Well, back to Ranran's weird imagination~ :3
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Sylthfarn, Card Battler misterius. Berambut putih pendek, jika terkena sinar matahari sepintas rambutnya berwarna perak. Dia memakai topi, bajunya rompi biru dihias dengan pita, tak lupa ada pin sayap di tengah-tengah pita itu. Celananya pendek, tetapi kaos kaki yang dia pakai lumayan panjang. Sepatunya boots pendek, ada pin sayap di tengah-tengah tali sepatunya. Pemain misterius yang mempunyai taktik yang misterius pula, dengan kata-katanya yang terkenal, "I'm the master wizard of miracle.".
"Senangnya, aku bisa bertemu denganmu!" Sylthfarn tersenyum ramah. "Tidak usah berbasa-basi. Kau bilang, kau ingin mengetahui kemampuanku dalam Battle Spirits, kan?" tanya J dengan nada yang dingin. "Aduh, sambutan yang dingin! Iya sih ... kalau kamu sudah siap, kita langsung saja ke dunia Isekai." jawab Sylthfarn. "Cih. Boleh aku tahu, kartu apa yang dominan kamu pakai?" tanya J. "Kartu putih. Sama denganmu, kan?" jawab Sylthfarn. "Pertarungan sesama Diamond Battler? Lumayan juga. Aku rasa kamu sudah siap." J tersenyum kecil. "Oh, oke, ayo, ucapkan kata-kata itu!" Sylthfarn tersenyum penuh keyakinan, merasa kalau dirinya pasti menang.
TRANG!!!
"Gate open, buka!".
- Turn 19 -
J Sawaragi
"Spiritsku, 4 Baby Loki dan 1 Loki. Spirits Sylthfarn hanya 1 Dark Fairy Tanya dan 1 Baby Loki. Life Point kami sama-sama 4. Rupanya Sylthfarn mengkombinasikan kartunya. Memang, sih, Nexus dan Magic yang dia keluarkan semuanya putih. Tetapi, dari tadi Spirits yang dia keluarkan warnanya kuning semua. Hanya satu yang putih. Aku sedikit heran dengan cara bermainnya." pikir J sambil tersenyum geli.
"Aku panggil Gigantic Thor! Aku tambahkan core, jadi level 3!" seru J sambil mengeluarkan spirit andalannya. "Haha! Ini dia X-Rare yang aku tunggu-tunggu! Battle ala J Sawaragi!" seru Sylthfarn geli. "Oh, kamu sudah tahu, ya?" J tersenyum penuh maksud. "Ya iyalah! Kamu kan pangeran Battle Spirits! Masa sih, aku nggak tahu?" celetuk Sylthfarn dengan nada lucu.
"Sudah cukup basa-basimu. Aku serang dengan Thor!".
"Aku tahan dengan Dark Fairy Tanya!".
Dark Fairy Tanya pun hancur.
"Kukorbankan Baby Loki, Thor bangkit kembali. Aku serang dengan Thor!".
"Aku terima dengan Life Point!".
PRANG!!!
Life Point Sylthfarn : 3
"Aku korbankan Baby Loki lagi, Thor pun bangkit kembali. Aku serang dengan Thor!".
SET! Sylthfarn langsung mengeluarkan Magic. "Silent Wall! Dengan ini, penyerangan hanya sampai di sini! Serangan Thor, aku terima dengan Life Point!" seru Sylthfarn. "Ah. Berarti, aku nggak perlu memakai Invisible Cloak. Baguslah." pikir J sepintas.
PRANG!!!
Life Point Sylthfarn : 2
"Kenapa dia selalu mengandalkan Life Point ...?" pikir J heran.
- Turn 20 -
Sylthfarn
"Aku panggil Baby Loki! Lalu ... Magic!" Sylthfarn langsung mengeluarkan salah satu Magic yang licik. "Magic Pierrot!". "Kh!!" J langsung terkejut melihat Magic yang sangat dia benci.
"Nggak! Aku nggak akan mau memakai Magic ini, ayah. Ini licik!" bantah J ketika ayahnya memberikan kartu Magic Pierrot. "Tapi, ini menguntungkan. Kamu satu-satunya Card Battler putih di Shomen Toppa, kan?" tanya ayah J. "Pokoknya, nggak. Ini terlalu licik, terlalu gampang untuk menang kalau memakai Magic ini. "Hm ... itu sih, terserah kamu. Tapi, simpan saja ini." ayah J langsung menyerahkan Magic itu. "Cih. Ya, sudah!" J langsung menyambar kartu itu.
"Kartu itu masih ada di luar Deck-ku. Aku nggak mau memakai Magic licik semacam Magic Pierrot. Menggandakan satu Spirit dari deck orang lain dengan mengandalkan Life Point. Jika kloning dari Spirit itu berhasil menghancurkan satu Life Point dari lawan, maka Life Point dari pemakai akan kembali ...".
"Aku paham sekarang. Sylthfarn bukan lawan biasa ... dia Card Battler yang licik ..." J langsung menatap Sylthfarn dengan tatapan serius.
"Dengan kartu ini, aku korbankan satu life point!".
PRANG!
Life Point Sylthfarn : 1
"Lalu, aku gandakan Thor dari deckmu!".
"Astaga, kamu mau mengulang trikku?!" bentak J keras. "Boleh saja, kan? Biar impas." Sylthfarn langsung melujurkan lidah. "Pantas saja kamu menghentikan seranganku ketika Life Pointmu tinggal dua!" sergah J. "Kalau tinggal satu, aku nggak akan bisa memakai Magic Pierrot, dong? Hehehe." Sylthfarn tersenyum penuh maksud. "Dasar licik!" bentak J dengan nada kesal.
"Aku serang dengan Thor!".
"Aku tahan dengan Loki!".
"Oke deh, Invisible Cloak! Kamu nggak akan bisa menahan!".
"Kh ...!!".
PRANG!!!
Life Point J : 3
"Life Pointku pun kembali!".
Life Point Sylthfarn : 2
"Kukorbankan Baby Loki, Thor pun bangkit kembali ... aku serang dengan Thor!".
"... Aku terima dengan Life Point. Sebelum itu, Silent Wall! Kamu tidak akan bisa menyerang lagi.".
"Gaaaaah!! Pembalasaaan!".
"Memangnya kamu saja yang bisa?".
PRANG!!!
Life Point J : 2
- Turn 21 -
J Sawaragi
"Aku serang dengan Baby Loki.".
"Aku terima dengan Life Point.".
PRANG!
Life Point Sylthfarn : 1
"Giliranku selesai.".
- Turn 22 -
Sylthfarn
"Aku serang dengan Baby Loki!".
"Aku tahan dengan Thor!".
Baby Loki pun hancur.
"Sial! Aku serang dengan Thor!".
"Aku terima dengan Life Point.".
PRANG!
Life Point J : 1
"Aduuuuh, Baby Lokiiiii!!" Sylthfarn menepuk dahi.
"Rasakan itu!" imbuh J ketus.
"Huuh, Call of Lost! Aku panggil Baby Loki kembali! Giliranku selesai, lah!".
- Turn 23 -
J Sawaragi
"Kukorbankan Baby Loki, lalu membangkitkan Thor dalam kondisi lelah. Aku serang dengan Thor!".
"Aku tahan dengan Baby Loki!".
Baby Loki pun hancur.
"... Ini dia saatnya Magic keluar." ucap J.
"Oh, kau mau pakai Pure Elixir, ya?" tanya Sylthfarn.
"Eh?" J mengernyit.
"Ya iyalah, kamu bilang, kamu ingin memakai Magic? Pasti kamu memakai Pure Elixir! Hahaha, percuma! Setelah kamu memakai Pure Elixir, kan, nggak bisa menyerang!".
"Kalau ini, bagaimana?" J menunjukkan kartu White Poison sambil tersenyum snis.
"Hah?? White Poison?!" pekik Sylthfarn.
"White Poison! Aku bisa membangkitkan satu spiritsku! Dengan ini, aku bisa membangkitkan Thor kembali. Aku serang dengan Thor!".
Sylthfarn melirik ke arah kartunya. Sebenarnya dia memegang Defensive Aura. Dia bisa menang kalau dia memakai itu, supaya BP-nya bertambah dan Thor yang dia punya bisa mengalahkan Thor milik J. Tapi ...
"... Aku tahan dengan Thor juga.".
"Hah? Astaga, kalau begitu?!".
"Selama menahan, Thor tidak akan bisa hancur. Kecuali, kalau ada Magic yang mempengaruhi, BP yang tidak melampaui, atau lawannya juga Thor.".
"Kalau lawannya Thor, BP-nya juga sama, berarti ...".
"Draw.".
PRANG! PRANG!
Life Point J & Sylthfarn : 0
Final Result : Draw
Seketika J dan Sylthfarn langsung kembali ke dimensi semula. J melihat kartu-kartu yang dipegang Sylthfarn. "Kenapa?" tanya Sylthfarn heran ketika J memaksa Sylthfarn untuk memperlihatkan tangannya. "Aku sedikit heran, kenapa kamu memilih draw." jawab J sambil menyambar 5 kartu yang awalnya berada di tangan Sylthfarn ketika masih bertarung. "... Baby-Loki, Fairy Tanya, Double Draw, Pure Elixir ... apa?! Kamu memegang Defensive Aura?!" jerit J spontan. "Iya." Sylthfarn menunjuk kartunya yang ada di tangan J. "Kenapa kamu nggak pakai saja?! Kamu bisa menang, kan!?" tanya J lagi. "... Memangnya menang itu perlu?" Sylthfarn pun bertanya balik penuh dengan maksud. J terkejut sesaat. "Eh ...?".
Sylthfarn langsung berjalan meninggalkan J. Tetapi, Sylthfarn mengatakan satu kalimat yang sangat unik.
"Aku hanya tidak mau menang dari seorang J Sawaragi.".
J menoleh ke arah Sylthfarn sambil tersenyum kecil. "Dasar aneh." komentar J singkat. "Hehe. Makasih, ya, atas pertarungannya! Kamu hebat, aku suka!" seru Sylthfarn sambil tersenyum ceria. "Kamu juga demikian. Eh, iya. Ini untukmu." J menyerahkan kartu Magic Pierrot pada Sylthfarn. "Lho? Kenapa?" tanya Sylthfarn. "Aku nggak butuh kartu itu. Caranya terlalu licik, aku nggak suka. Kurasa, kartu ini berguna jika ada di tanganmu." jawab J sambil tersenyum kecil.
Awalnya Sylthfarn tersenyum. Tetapi, dia langsung merengut sesaat. "Err ... berarti, cara bermainku licik, begitu? Aku kan, cuma mau yang gampang!" bantah Sylthfarn jengkel. "Sama saja!" balas J geli. "Hahahahaha!!!".
"Sylthfarn ini ... benar-benar menarik.".
To be continued ...
Kelamaan, ya? Maaf banget, deh ... :'3
Aku lama publish cerita ini karena aku kurang tahu taktik pertarungan Battle Spirits. Aku cuma ingat 100 % taktik J Sawaragi doang (mentang-mentang aku suka sama J -w-). Well, aku masih nggak ngerti apa itu Nexus, Magic, dan nggak hapal nama-nama spirits yang muncul di Battle Spirits. Yang udah ngerti 100 %, ajarin dong 8D *maunya lu
Sebetulnya, ada satu kartu Magic yang saia buat sendiri di cerita ini. Magic Pierrot, namanya diambil dari Karakuri Pierrot. Well, konsep cerita ini tengah-tengahnya hampir kayak lagu Karakuri Pierrot. Memang, tengah-tengahnya saia sudah merencanakannya, nanti ada kisah cinta antara J dengan Miikina .w.
Well, back to Ranran's weird imagination~ :3
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Sylthfarn, Card Battler misterius. Berambut putih pendek, jika terkena sinar matahari sepintas rambutnya berwarna perak. Dia memakai topi, bajunya rompi biru dihias dengan pita, tak lupa ada pin sayap di tengah-tengah pita itu. Celananya pendek, tetapi kaos kaki yang dia pakai lumayan panjang. Sepatunya boots pendek, ada pin sayap di tengah-tengah tali sepatunya. Pemain misterius yang mempunyai taktik yang misterius pula, dengan kata-katanya yang terkenal, "I'm the master wizard of miracle.".
"Senangnya, aku bisa bertemu denganmu!" Sylthfarn tersenyum ramah. "Tidak usah berbasa-basi. Kau bilang, kau ingin mengetahui kemampuanku dalam Battle Spirits, kan?" tanya J dengan nada yang dingin. "Aduh, sambutan yang dingin! Iya sih ... kalau kamu sudah siap, kita langsung saja ke dunia Isekai." jawab Sylthfarn. "Cih. Boleh aku tahu, kartu apa yang dominan kamu pakai?" tanya J. "Kartu putih. Sama denganmu, kan?" jawab Sylthfarn. "Pertarungan sesama Diamond Battler? Lumayan juga. Aku rasa kamu sudah siap." J tersenyum kecil. "Oh, oke, ayo, ucapkan kata-kata itu!" Sylthfarn tersenyum penuh keyakinan, merasa kalau dirinya pasti menang.
TRANG!!!
"Gate open, buka!".
- Turn 19 -
J Sawaragi
"Spiritsku, 4 Baby Loki dan 1 Loki. Spirits Sylthfarn hanya 1 Dark Fairy Tanya dan 1 Baby Loki. Life Point kami sama-sama 4. Rupanya Sylthfarn mengkombinasikan kartunya. Memang, sih, Nexus dan Magic yang dia keluarkan semuanya putih. Tetapi, dari tadi Spirits yang dia keluarkan warnanya kuning semua. Hanya satu yang putih. Aku sedikit heran dengan cara bermainnya." pikir J sambil tersenyum geli.
"Aku panggil Gigantic Thor! Aku tambahkan core, jadi level 3!" seru J sambil mengeluarkan spirit andalannya. "Haha! Ini dia X-Rare yang aku tunggu-tunggu! Battle ala J Sawaragi!" seru Sylthfarn geli. "Oh, kamu sudah tahu, ya?" J tersenyum penuh maksud. "Ya iyalah! Kamu kan pangeran Battle Spirits! Masa sih, aku nggak tahu?" celetuk Sylthfarn dengan nada lucu.
"Sudah cukup basa-basimu. Aku serang dengan Thor!".
"Aku tahan dengan Dark Fairy Tanya!".
Dark Fairy Tanya pun hancur.
"Kukorbankan Baby Loki, Thor bangkit kembali. Aku serang dengan Thor!".
"Aku terima dengan Life Point!".
PRANG!!!
Life Point Sylthfarn : 3
"Aku korbankan Baby Loki lagi, Thor pun bangkit kembali. Aku serang dengan Thor!".
SET! Sylthfarn langsung mengeluarkan Magic. "Silent Wall! Dengan ini, penyerangan hanya sampai di sini! Serangan Thor, aku terima dengan Life Point!" seru Sylthfarn. "Ah. Berarti, aku nggak perlu memakai Invisible Cloak. Baguslah." pikir J sepintas.
PRANG!!!
Life Point Sylthfarn : 2
"Kenapa dia selalu mengandalkan Life Point ...?" pikir J heran.
- Turn 20 -
Sylthfarn
"Aku panggil Baby Loki! Lalu ... Magic!" Sylthfarn langsung mengeluarkan salah satu Magic yang licik. "Magic Pierrot!". "Kh!!" J langsung terkejut melihat Magic yang sangat dia benci.
"Nggak! Aku nggak akan mau memakai Magic ini, ayah. Ini licik!" bantah J ketika ayahnya memberikan kartu Magic Pierrot. "Tapi, ini menguntungkan. Kamu satu-satunya Card Battler putih di Shomen Toppa, kan?" tanya ayah J. "Pokoknya, nggak. Ini terlalu licik, terlalu gampang untuk menang kalau memakai Magic ini. "Hm ... itu sih, terserah kamu. Tapi, simpan saja ini." ayah J langsung menyerahkan Magic itu. "Cih. Ya, sudah!" J langsung menyambar kartu itu.
"Kartu itu masih ada di luar Deck-ku. Aku nggak mau memakai Magic licik semacam Magic Pierrot. Menggandakan satu Spirit dari deck orang lain dengan mengandalkan Life Point. Jika kloning dari Spirit itu berhasil menghancurkan satu Life Point dari lawan, maka Life Point dari pemakai akan kembali ...".
"Aku paham sekarang. Sylthfarn bukan lawan biasa ... dia Card Battler yang licik ..." J langsung menatap Sylthfarn dengan tatapan serius.
"Dengan kartu ini, aku korbankan satu life point!".
PRANG!
Life Point Sylthfarn : 1
"Lalu, aku gandakan Thor dari deckmu!".
"Astaga, kamu mau mengulang trikku?!" bentak J keras. "Boleh saja, kan? Biar impas." Sylthfarn langsung melujurkan lidah. "Pantas saja kamu menghentikan seranganku ketika Life Pointmu tinggal dua!" sergah J. "Kalau tinggal satu, aku nggak akan bisa memakai Magic Pierrot, dong? Hehehe." Sylthfarn tersenyum penuh maksud. "Dasar licik!" bentak J dengan nada kesal.
"Aku serang dengan Thor!".
"Aku tahan dengan Loki!".
"Oke deh, Invisible Cloak! Kamu nggak akan bisa menahan!".
"Kh ...!!".
PRANG!!!
Life Point J : 3
"Life Pointku pun kembali!".
Life Point Sylthfarn : 2
"Kukorbankan Baby Loki, Thor pun bangkit kembali ... aku serang dengan Thor!".
"... Aku terima dengan Life Point. Sebelum itu, Silent Wall! Kamu tidak akan bisa menyerang lagi.".
"Gaaaaah!! Pembalasaaan!".
"Memangnya kamu saja yang bisa?".
PRANG!!!
Life Point J : 2
- Turn 21 -
J Sawaragi
"Aku serang dengan Baby Loki.".
"Aku terima dengan Life Point.".
PRANG!
Life Point Sylthfarn : 1
"Giliranku selesai.".
- Turn 22 -
Sylthfarn
"Aku serang dengan Baby Loki!".
"Aku tahan dengan Thor!".
Baby Loki pun hancur.
"Sial! Aku serang dengan Thor!".
"Aku terima dengan Life Point.".
PRANG!
Life Point J : 1
"Aduuuuh, Baby Lokiiiii!!" Sylthfarn menepuk dahi.
"Rasakan itu!" imbuh J ketus.
"Huuh, Call of Lost! Aku panggil Baby Loki kembali! Giliranku selesai, lah!".
- Turn 23 -
J Sawaragi
"Kukorbankan Baby Loki, lalu membangkitkan Thor dalam kondisi lelah. Aku serang dengan Thor!".
"Aku tahan dengan Baby Loki!".
Baby Loki pun hancur.
"... Ini dia saatnya Magic keluar." ucap J.
"Oh, kau mau pakai Pure Elixir, ya?" tanya Sylthfarn.
"Eh?" J mengernyit.
"Ya iyalah, kamu bilang, kamu ingin memakai Magic? Pasti kamu memakai Pure Elixir! Hahaha, percuma! Setelah kamu memakai Pure Elixir, kan, nggak bisa menyerang!".
"Kalau ini, bagaimana?" J menunjukkan kartu White Poison sambil tersenyum snis.
"Hah?? White Poison?!" pekik Sylthfarn.
"White Poison! Aku bisa membangkitkan satu spiritsku! Dengan ini, aku bisa membangkitkan Thor kembali. Aku serang dengan Thor!".
Sylthfarn melirik ke arah kartunya. Sebenarnya dia memegang Defensive Aura. Dia bisa menang kalau dia memakai itu, supaya BP-nya bertambah dan Thor yang dia punya bisa mengalahkan Thor milik J. Tapi ...
"... Aku tahan dengan Thor juga.".
"Hah? Astaga, kalau begitu?!".
"Selama menahan, Thor tidak akan bisa hancur. Kecuali, kalau ada Magic yang mempengaruhi, BP yang tidak melampaui, atau lawannya juga Thor.".
"Kalau lawannya Thor, BP-nya juga sama, berarti ...".
"Draw.".
PRANG! PRANG!
Life Point J & Sylthfarn : 0
Final Result : Draw
Seketika J dan Sylthfarn langsung kembali ke dimensi semula. J melihat kartu-kartu yang dipegang Sylthfarn. "Kenapa?" tanya Sylthfarn heran ketika J memaksa Sylthfarn untuk memperlihatkan tangannya. "Aku sedikit heran, kenapa kamu memilih draw." jawab J sambil menyambar 5 kartu yang awalnya berada di tangan Sylthfarn ketika masih bertarung. "... Baby-Loki, Fairy Tanya, Double Draw, Pure Elixir ... apa?! Kamu memegang Defensive Aura?!" jerit J spontan. "Iya." Sylthfarn menunjuk kartunya yang ada di tangan J. "Kenapa kamu nggak pakai saja?! Kamu bisa menang, kan!?" tanya J lagi. "... Memangnya menang itu perlu?" Sylthfarn pun bertanya balik penuh dengan maksud. J terkejut sesaat. "Eh ...?".
Sylthfarn langsung berjalan meninggalkan J. Tetapi, Sylthfarn mengatakan satu kalimat yang sangat unik.
"Aku hanya tidak mau menang dari seorang J Sawaragi.".
J menoleh ke arah Sylthfarn sambil tersenyum kecil. "Dasar aneh." komentar J singkat. "Hehe. Makasih, ya, atas pertarungannya! Kamu hebat, aku suka!" seru Sylthfarn sambil tersenyum ceria. "Kamu juga demikian. Eh, iya. Ini untukmu." J menyerahkan kartu Magic Pierrot pada Sylthfarn. "Lho? Kenapa?" tanya Sylthfarn. "Aku nggak butuh kartu itu. Caranya terlalu licik, aku nggak suka. Kurasa, kartu ini berguna jika ada di tanganmu." jawab J sambil tersenyum kecil.
Awalnya Sylthfarn tersenyum. Tetapi, dia langsung merengut sesaat. "Err ... berarti, cara bermainku licik, begitu? Aku kan, cuma mau yang gampang!" bantah Sylthfarn jengkel. "Sama saja!" balas J geli. "Hahahahaha!!!".
"Sylthfarn ini ... benar-benar menarik.".
To be continued ...
Langganan:
Postingan (Atom)

