Background?

Sabtu, 19 November 2011

Enemy x Love (Part Four)

Beberapa hari setelah kejadian itu ...


P.S : J POV

Saat aku ingin memasuki gerbang sekolahku ...

"J!" sahut Bashin dari belakang. Aku pun langsung menoleh ke belakang. "Bashin." seruku ceria. "J, hari ini kami boleh ke rumahmu, tidaaak?" tanya Striker girang. "Boleh saja, sih ... sepertinya ada maksud tertentu, ya?" tanyaku sambil tersenyum penuh maksud. Aku bisa membaca muka Striker, lho.

"Dia ini sedang naksir dengan seseorang!" bisik Bashin iseng padaku. "BASHIN !!!" Striker langsung menjitak Bashin, seiring mukanya pun merah. "SAKIT, TAHU!" Bashin langsung membalas jitak tidak kalah kerasnya dengan Striker. "HEH! NGGAK USAH NGEBALES!" Striker pun langsung membalas lagi. "KAU JUGA, DONG!" Bashin pun membalas lagi. Aku cekikikan saja. "Ini sih, sudah jelas, Striker ..." pikirku geli.

"Memang siapa, sih?" tanyaku geli. "Miitan. Namanya Miikina Koyu. Cewek cantik yang baru-baru ini masuk ke kelas kami! Nih orang, naksir sama dia!" jelas Bashin sambil menunjuk Striker tanpa rasa bersalah. Striker pun langsung menggigit jari Bashin. "AW! SAKIT! DASAR KANIBAL!" Bashin langsung balas gigit tepat di lengan Striker. "HEH! SENDIRINYA SEBAR-SEBAR AIB! HEH! KAU JUGA KANIBAL!" Striker langsung meronta-ronta. "AIB!? ITU KAN BENAR!" seru Bashin kencang-kencang di telinga Striker. "BUKAN ITU MAKSUDNYAAAAAAAAAAA!!!" seru Striker tepat pula di telinga Bashin, volumenya pun tidak mengalahkan suara Bashin.

"Heeeei! Apa hubungannya padaku??!" tanyaku kencang. "Dia tuh penggemarmu, J!" seru Bashin girang, sambil tersenyum penuh kemenangan tepat ke arah Striker. Striker hanya bisa tersenyum penuh rasa putus asa (apa coba?). "Saat aku bilang aku kenal kamu, dia minta-minta padaku, supaya aku mempertemukanmu dengannya! Kamu mau, tidak? Dia juga Card Battler, lho! Sekalian kita duel, J!" pinta Bashin. Aku bengong sesaat.

Ini siapa yang bermasalah? Kok aku terlibat? Oh iya iya ... aku mulai connect sekarang.

"Boleh saja." aku hanya bisa mengangguk sambil tersenyum. "Horeeeeeee!!!" Bashin melompat girang, "Kami ke rumahmu nanti siang sepulang sekolah, ya, J! Sampai nanti siang!" Bashin dan Striker langsung berlari menuju sekolah mereka. "Oke, sampai nanti ...".


Siangnya ... di rumahku ...


"Selamat siaaaaaang!!" seru Bashin penuh dengan semangat. "Silahkan masuk." Kyouka langsung membungkuk dengan formalnya. "Tidak usah formal-formal begituu ... kau kan juga anggota Shomen Toppa!" seru Suiren sambil menepuk pundak Kyouka. "Ehehe ... selamat siang!" Kyouka langsung berdiri lagi sambil tersenyum manis.

"Salam kenal, ya." ucap Miitan sambil tersenyum manis. "Waaah, manis sekali dirimu! Namamu Miikina Koyu, kan? Salam kenal ... namaku Kyouka!" tanya Kyouka sambil mengulurkan tangannya. "Salam kenal juga. Panggil saja aku Miitan." Miitan langsung membalas uluran tangan Kyouka. "Oke, Miitan-senpai!".

"Miitan-senpai?" Miitan tertegun sesaat. "Aduuh, Kyouka memang agak sedikit formal, Miitan! Tidak usah dikhawatirkan!" Striker langsung menepuk pundak Miitan, sembari mendekatinya. "Ini apaan, sih?!" Miitan langsung menampar Striker kencang. PLAK!

"Buseeeet!!! Gyakakakakakakakakakaaa!!!" Bashin langsung tertawa terpingkal-pingkal. "Mii-Miitaaan ..." Meganeko langsung menahan tangan Miitan yang ingin menampar Striker lagi. "Huh, dekat-dekat! Bukan mukhrim!" ucap Miitan ketus. "Kau ini benar-benar ketus yaa ... tapi kamu itu maniiiis!" Striker hanya bisa tersenyum dipaksa. Miitan langsung mengalihkan mukanya dari Striker.

"Ada apa ribut-ribut? Ah, Bashin, kawan-kawan!" seruku girang.

Miitan terbengong sesaat, lalu ia tersenyum penuh rahasia.

Aku tertegun sesaat melihat perempuan berambut cokelat tua itu. Jadi dia, yang bernama Miikina Koyu?Senyumannya itu sepertinya pernah aku lihat, tapi dimana?

"Hahaha ... Miitan! Ini J! Nah lho, percaya tidak?" seru Bashin sambil menarikku.

"Salam kenal, ya ..." tanya Miitan sembari dia berjalan menuju ke arahku. "Sa-salam kenal." jawabku pelan, karena aku masih menyimpan rasa curiga.

Saat Miitan tepat berada di sampingku, dia sempat membisikkanku suatu kalimat.


"Wajahmu itu reflek, ya?".


SET ...




"Hah?" aku langsung menoleh ke arahnya. Dia masih membelakangiku.


"Tatapan matamu, raut wajahmu, benar-benar menunjukkan bahwa kamu ingin mengalahkan siapapun di matamu. Benar, kan ...?".


Dia langsung menoleh ke arahku, dengan senyuman sinis, seperti ...


"J Sawaragi-sama.".


"Aku hanya tidak mau menang dari seorang J Sawaragi.".




Sylthfarn ...




DEG !




"Boleh, kan, aku masuk?" tanya Miitan dengan senyumannya yang manis. Aku tersadar dari bayangan yang sangat membuatku curiga itu. "Bo-boleh ..." jawabku pelan. "Makasih, ya!" dia langsung memasuki ruangan dengan girangnya bersama Meganeko dan Suiren.

Aku hanya bisa terbengong.

"... Hei?" Okyou langsung menepuk-nepuk pundakku.

"Kakak?" panggil Kyouka. "J? Kenapa?" tanya Bashin heran sembari ia melihat wajahku yang menyimpan rasa curiga. "J! Kenapa, sih?" tegur Striker. Aku hanya bisa terdiam seribu kata.


Miikina Koyu ...




Senyumannya itu ... mirip dengan Sylthfarn.




... Senyuman licik.


Malamnya ...


"Aku hanya tidak mau menang dari seorang J Sawaragi.".




"Mereka berdua ...

Benar-benar menunjukkan aura yang sama ...




"Wajahmu itu, reflek, ya?".


"Hah?".


"Tatapan matamu, raut wajahmu, benar-benar menunjukkan bahwa kamu ingin mengalahkan siapapun di matamu. Benar, kan? J Sawaragi-sama.".




Sylthfarn ...


Miikina Koyu ...




"Kakak?" panggil Kyouka. Aku langsung tersadar dari lamunanku. "Kenapa, sih? Kok, dari kemarin, setelah pulang sekolah ... kakak pulang sore ... kok sikap kakak aneh, deh? Apalagi, setelah Bashin-han dan kawan-kawan datang kemari ... ada apa, kak?" tanya Kyouka dengan nada penuh maksud. "Nggak ada apa-apa. Kakak hanya memikirkan Bashin saja. Seperti biasa, dia mengajak duel." jawabku berbohong. "Oh, Bashin-han ... sepertinya kakak mulai serius nih, dalam Battle Spirits. Hei, jangan lupakan sekolah, kak! Itu kok, soal-soalnya belum dijawab satupun!?" tegur Kyouka. "Ah, PR-nya juga tidak dikumpulkan sekarang." aku langsung memegang kepalaku yang terasa pusing. "Tidak seperti kakak yang biasanya ... kakak ada masalah, ya?" tanya Kyouka pelan. "Tidak ada apa-apa." jawabku sembari tidak mengalihkan pandanganku dari buku Matematika. "... Kakak mirip ayah banget, ya. Hal yang paling kakak pentingkan itu pasti Battle Spirits. Sudah begitu, sama-sama nggak bisa terbuka sama orang lain!" sindiran Kyouka terdengar jelas di telingaku. Aku langsung berdiri, mendobrak meja meskipun agak pelan. BRAK!

"... Hei, kamu tidak sadar, ya? Miikina Koyu itu benar-benar membuatku curiga." jawabku ketus. "Eh? Miitan? Kenapa, sih, kak? Rasanya Miitan-senpai baik-baik saja, kok ... aku nggak ngerti, deh, sama kakak!" ucap Kyouka makin heran, juga keras. "Kamu sudah berani menyindir kakak, ya. Kalau kamu tidak mengerti apa-apa, pergi sana!" bentakku kencang.

DEG !!!

"... Ya udah, biasa, dong, kak!" timpal Kyouka gemetar. Dia langsung berlari keluar, seperti menahan tangis. Aku tersadar beberapa detik kemudian.

Hah, apa maksudnya? Kok tiba-tiba begini? Bentakan apa yang aku lontarkan? Apa yang aku katakan barusan?! Astaga!

"Kyou-" aku ingin menahan Kyouka, namun terlambat. BLAM! Pintu kamarku langsung ditutup kencang.

"Ada apa, sih?" tanya Okyou, "Hm ... kau punya rahasia lagi, ya, J?".


"... Checkmate untukku. Aku nggak sengaja membentak Kyouka begitu. Ah, minta maaf saja. Tapi, aku harus bilang apa? Ah, sudahlah ..." pikirku jengkel.


"... Kakak mirip ayah banget, ya. Hal yang paling kakak pentingkan itu pasti Battle Spirits. Sudah begitu, sama-sama nggak bisa terbuka sama orang lain!".


Aku hanya bisa terdiam seribu kata. Lagi ...


Sylthfarn ...






Kamu bukan hanya menarik.






Tapi juga licik seperti Magic Pierrot.






Hm ... aku punya ide.






Aku ingin melihat kemampuanmu lagi dalam Battle Spirits, Sylthfarn. Ah, bukan ...






Miitan.






To be continued ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar