Background?

Senin, 07 November 2011

Enemy x Love (Part Three)

Yokatta ... akhirnya cerita ini bisa direlease juga!
Kelamaan, ya? Maaf banget, deh ... :'3
Aku lama publish cerita ini karena aku kurang tahu taktik pertarungan Battle Spirits. Aku cuma ingat 100 % taktik J Sawaragi doang (mentang-mentang aku suka sama J -w-). Well, aku masih nggak ngerti apa itu Nexus, Magic, dan nggak hapal nama-nama spirits yang muncul di Battle Spirits. Yang udah ngerti 100 %, ajarin dong 8D *maunya lu

Sebetulnya, ada satu kartu Magic yang saia buat sendiri di cerita ini. Magic Pierrot, namanya diambil dari Karakuri Pierrot. Well, konsep cerita ini tengah-tengahnya hampir kayak lagu Karakuri Pierrot. Memang, tengah-tengahnya saia sudah merencanakannya, nanti ada kisah cinta antara J dengan Miikina .w.

Well, back to Ranran's weird imagination~ :3

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Sylthfarn, Card Battler misterius. Berambut putih pendek, jika terkena sinar matahari sepintas rambutnya berwarna perak. Dia memakai topi, bajunya rompi biru dihias dengan pita, tak lupa ada pin sayap di tengah-tengah pita itu. Celananya pendek, tetapi kaos kaki yang dia pakai lumayan panjang. Sepatunya boots pendek, ada pin sayap di tengah-tengah tali sepatunya. Pemain misterius yang mempunyai taktik yang misterius pula, dengan kata-katanya yang terkenal, "I'm the master wizard of miracle.".

"Senangnya, aku bisa bertemu denganmu!" Sylthfarn tersenyum ramah. "Tidak usah berbasa-basi. Kau bilang, kau ingin mengetahui kemampuanku dalam Battle Spirits, kan?" tanya J dengan nada yang dingin. "Aduh, sambutan yang dingin! Iya sih ... kalau kamu sudah siap, kita langsung saja ke dunia Isekai." jawab Sylthfarn. "Cih. Boleh aku tahu, kartu apa yang dominan kamu pakai?" tanya J. "Kartu putih. Sama denganmu, kan?" jawab Sylthfarn. "Pertarungan sesama Diamond Battler? Lumayan juga. Aku rasa kamu sudah siap." J tersenyum kecil. "Oh, oke, ayo, ucapkan kata-kata itu!" Sylthfarn tersenyum penuh keyakinan, merasa kalau dirinya pasti menang.

TRANG!!!

"Gate open, buka!".


- Turn 19 -
J Sawaragi

"Spiritsku, 4 Baby Loki dan 1 Loki. Spirits Sylthfarn hanya 1 Dark Fairy Tanya dan 1 Baby Loki. Life Point kami sama-sama 4. Rupanya Sylthfarn mengkombinasikan kartunya. Memang, sih, Nexus dan Magic yang dia keluarkan semuanya putih. Tetapi, dari tadi Spirits yang dia keluarkan warnanya kuning semua. Hanya satu yang putih. Aku sedikit heran dengan cara bermainnya." pikir J sambil tersenyum geli.

"Aku panggil Gigantic Thor! Aku tambahkan core, jadi level 3!" seru J sambil mengeluarkan spirit andalannya. "Haha! Ini dia X-Rare yang aku tunggu-tunggu! Battle ala J Sawaragi!" seru Sylthfarn geli. "Oh, kamu sudah tahu, ya?" J tersenyum penuh maksud. "Ya iyalah! Kamu kan pangeran Battle Spirits! Masa sih, aku nggak tahu?" celetuk Sylthfarn dengan nada lucu.

"Sudah cukup basa-basimu. Aku serang dengan Thor!".
"Aku tahan dengan Dark Fairy Tanya!".

Dark Fairy Tanya pun hancur.

"Kukorbankan Baby Loki, Thor bangkit kembali. Aku serang dengan Thor!".
"Aku terima dengan Life Point!".

PRANG!!!

Life Point Sylthfarn : 3

"Aku korbankan Baby Loki lagi, Thor pun bangkit kembali. Aku serang dengan Thor!".

SET! Sylthfarn langsung mengeluarkan Magic. "Silent Wall! Dengan ini, penyerangan hanya sampai di sini! Serangan Thor, aku terima dengan Life Point!" seru Sylthfarn. "Ah. Berarti, aku nggak perlu memakai Invisible Cloak. Baguslah." pikir J sepintas.

PRANG!!!

Life Point Sylthfarn : 2

"Kenapa dia selalu mengandalkan Life Point ...?" pikir J heran.


- Turn 20 -
Sylthfarn

"Aku panggil Baby Loki! Lalu ... Magic!" Sylthfarn langsung mengeluarkan salah satu Magic yang licik. "Magic Pierrot!". "Kh!!" J langsung terkejut melihat Magic yang sangat dia benci.


"Nggak! Aku nggak akan mau memakai Magic ini, ayah. Ini licik!" bantah J ketika ayahnya memberikan kartu Magic Pierrot. "Tapi, ini menguntungkan. Kamu satu-satunya Card Battler putih di Shomen Toppa, kan?" tanya ayah J. "Pokoknya, nggak. Ini terlalu licik, terlalu gampang untuk menang kalau memakai Magic ini. "Hm ... itu sih, terserah kamu. Tapi, simpan saja ini." ayah J langsung menyerahkan Magic itu. "Cih. Ya, sudah!" J langsung menyambar kartu itu.




"Kartu itu masih ada di luar Deck-ku. Aku nggak mau memakai Magic licik semacam Magic Pierrot. Menggandakan satu Spirit dari deck orang lain dengan mengandalkan Life Point. Jika kloning dari Spirit itu berhasil menghancurkan satu Life Point dari lawan, maka Life Point dari pemakai akan kembali ...".

"Aku paham sekarang. Sylthfarn bukan lawan biasa ... dia Card Battler yang licik ..." J langsung menatap Sylthfarn dengan tatapan serius.

"Dengan kartu ini, aku korbankan satu life point!".

PRANG!

Life Point Sylthfarn : 1

"Lalu, aku gandakan Thor dari deckmu!".

"Astaga, kamu mau mengulang trikku?!" bentak J keras. "Boleh saja, kan? Biar impas." Sylthfarn langsung melujurkan lidah. "Pantas saja kamu menghentikan seranganku ketika Life Pointmu tinggal dua!" sergah J. "Kalau tinggal satu, aku nggak akan bisa memakai Magic Pierrot, dong? Hehehe." Sylthfarn tersenyum penuh maksud. "Dasar licik!" bentak J dengan nada kesal.

"Aku serang dengan Thor!".
"Aku tahan dengan Loki!".
"Oke deh, Invisible Cloak! Kamu nggak akan bisa menahan!".
"Kh ...!!".

PRANG!!!

Life Point J : 3

"Life Pointku pun kembali!".

Life Point Sylthfarn : 2

"Kukorbankan Baby Loki, Thor pun bangkit kembali ... aku serang dengan Thor!".
"... Aku terima dengan Life Point. Sebelum itu, Silent Wall! Kamu tidak akan bisa menyerang lagi.".
"Gaaaaah!! Pembalasaaan!".
"Memangnya kamu saja yang bisa?".

PRANG!!!

Life Point J : 2


- Turn 21 -
J Sawaragi

"Aku serang dengan Baby Loki.".
"Aku terima dengan Life Point.".

PRANG!

Life Point Sylthfarn : 1

"Giliranku selesai.".


- Turn 22 -
Sylthfarn

"Aku serang dengan Baby Loki!".
"Aku tahan dengan Thor!".

Baby Loki pun hancur.

"Sial! Aku serang dengan Thor!".
"Aku terima dengan Life Point.".

PRANG!

Life Point J : 1

"Aduuuuh, Baby Lokiiiii!!" Sylthfarn menepuk dahi.
"Rasakan itu!" imbuh J ketus.
"Huuh, Call of Lost! Aku panggil Baby Loki kembali! Giliranku selesai, lah!".


- Turn 23 -
J Sawaragi

"Kukorbankan Baby Loki, lalu membangkitkan Thor dalam kondisi lelah. Aku serang dengan Thor!".
"Aku tahan dengan Baby Loki!".

Baby Loki pun hancur.

"... Ini dia saatnya Magic keluar." ucap J.
"Oh, kau mau pakai Pure Elixir, ya?" tanya Sylthfarn.
"Eh?" J mengernyit.
"Ya iyalah, kamu bilang, kamu ingin memakai Magic? Pasti kamu memakai Pure Elixir! Hahaha, percuma! Setelah kamu memakai Pure Elixir, kan, nggak bisa menyerang!".

"Kalau ini, bagaimana?" J menunjukkan kartu White Poison sambil tersenyum snis.
"Hah?? White Poison?!" pekik Sylthfarn.
"White Poison! Aku bisa membangkitkan satu spiritsku! Dengan ini, aku bisa membangkitkan Thor kembali. Aku serang dengan Thor!".

Sylthfarn melirik ke arah kartunya. Sebenarnya dia memegang Defensive Aura. Dia bisa menang kalau dia memakai itu, supaya BP-nya bertambah dan Thor yang dia punya bisa mengalahkan Thor milik J. Tapi ...

"... Aku tahan dengan Thor juga.".
"Hah? Astaga, kalau begitu?!".
"Selama menahan, Thor tidak akan bisa hancur. Kecuali, kalau ada Magic yang mempengaruhi, BP yang tidak melampaui, atau lawannya juga Thor.".
"Kalau lawannya Thor, BP-nya juga sama, berarti ...".
"Draw.".


PRANG! PRANG!

Life Point J & Sylthfarn : 0
Final Result : Draw



Seketika J dan Sylthfarn langsung kembali ke dimensi semula. J melihat kartu-kartu yang dipegang Sylthfarn. "Kenapa?" tanya Sylthfarn heran ketika J memaksa Sylthfarn untuk memperlihatkan tangannya. "Aku sedikit heran, kenapa kamu memilih draw." jawab J sambil menyambar 5 kartu yang awalnya berada di tangan Sylthfarn ketika masih bertarung.  "... Baby-Loki, Fairy Tanya, Double Draw, Pure Elixir ... apa?! Kamu memegang Defensive Aura?!" jerit J spontan. "Iya." Sylthfarn menunjuk kartunya yang ada di tangan J. "Kenapa kamu nggak pakai saja?! Kamu bisa menang, kan!?" tanya J lagi. "... Memangnya menang itu perlu?" Sylthfarn pun bertanya balik penuh dengan maksud. J terkejut sesaat. "Eh ...?".

Sylthfarn langsung berjalan meninggalkan J. Tetapi, Sylthfarn mengatakan satu kalimat yang sangat unik.

"Aku hanya tidak mau menang dari seorang J Sawaragi.".


J menoleh ke arah Sylthfarn sambil tersenyum kecil. "Dasar aneh." komentar J singkat. "Hehe. Makasih, ya, atas pertarungannya! Kamu hebat, aku suka!" seru Sylthfarn sambil tersenyum ceria. "Kamu juga demikian. Eh, iya. Ini untukmu." J menyerahkan kartu Magic Pierrot pada Sylthfarn. "Lho? Kenapa?" tanya Sylthfarn. "Aku nggak butuh kartu itu. Caranya terlalu licik, aku nggak suka. Kurasa, kartu ini berguna jika ada di tanganmu." jawab J sambil tersenyum kecil.

Awalnya Sylthfarn tersenyum. Tetapi, dia langsung merengut sesaat. "Err ... berarti, cara bermainku licik, begitu? Aku kan, cuma mau yang gampang!" bantah Sylthfarn jengkel. "Sama saja!" balas J geli. "Hahahahaha!!!".


"Sylthfarn ini ... benar-benar menarik.".



To be continued ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar