Di sekolah Toppa Bashin ...
"Koyu Miikina?" Toppa tertegun sesaat ketika mendengar nama yang asing di telinganya, "Aku tidak kenal. Dia murid kelas ini??" tanya Toppa lagi. "Dia murid baru. Nanti dia juga akan datang ..." jawab Meganeko. "Namanya manis juga, ya." gumam Striker. "Nah, lho." goda Toppa iseng. "Apaan?" tanya Striker dengan nada datar. "Hahahaha!".
PLAK! PLAK! PLAK!
"Semua anak, duduk di tempat masing-masing!" suruh Pak Makihara tiba-tiba saja. "I-iya pak!!" semua anak langsung kabur ke tempat duduk masing-masing. "Nah, hari ini kita akan bertemu dengan teman baru! Silahkan masuk, Koyu Miikina-chan!".
Seorang anak perempuan yang terlihat anggun masuk ke dalam kelas. Anaknya setinggi Toppa. Wajahnya manis, kulitnya putih layaknya es krim vanilla. Rambutnya coklat tua layaknya es krim coklat, dikuncir dua di sisi kiri dan kanan, tetapi di bagian belakang masih ada sisa rambutnya yang diurai. Bibirnya seperti warna es krim strawberry. Singkatnya, dia anak yang sangat manis andaikan es krim >w<//
"Manisnyaaa~~" Meganeko terpukau dengan kehadiran anak baru itu. "Cantik, loh!" seru Toppa sambil menyenggol Striker. Tapi tidak terdengar suara Striker setelahnya. "Um, Striker?".
"Aduuuuuh ... aku akan jadi temannyaaa~~~ aaah ..." tahu-tahu Striker sudah meleleh di bawah meja. "Ya ampuuun!" Toppa menepuk dahi. PLAK! PLOK! PLAK!
"Watashi wa Koyu Miikina. Panggil saja Miitan atau Miichan. Aku ini pindahan dari London. Salam kenal semuanyaa!" anak yang bernama Miitan itu tersenyum penuh dengan keceriaan. Manis sekaliii >w<//
"Hanyaaa~~" semua anak terbawa suasana. "Wuaaaaaa~~~" Striker makin meleleh saja. "Ah elah ... kenapa aku harus sebangku dengan anak norak satu ini, sih ...?!" pikir Toppa heran, sekaligus geli.
"Koyu-chan, silahkan duduk di samping Otonashi-chan. Otonashi-chan, tolong bantu dia, ya!" kata Pak Makihara. "Oke, Pak Guru!" Meganeko langsung berdiri, mempersilahkan Miitan duduk duluan. "Salam kenal, ya. Namaku Fumiko Otonashi." Meganeko langsung memperkenalkan diri.
"Kamu ... Meganeko, ya?" tanya Miitan singkat. "Ehh?" Meganeko bengong. Codename-nya sebagai pemain Battle Spirits ketahuan!
"Dan kau pasti Toppa Bashin." Miitan menunjuk Toppa. "Ah. Eh, um--iya!" Toppa jadi gelagapan sendiri. "Dan kamu, Striker, kan?" tanya Miitan sambil tersenyum pada Striker. "Iyaa! Aku Striker! Yuu-huu! Dia tahu akuu!" jerit Striker girang. "Ahahaha ... tentu saja aku tahu ..." Miitan tersenyum geli saja. "Astaga." Toppa menepuk dahi lagi. PLAK! PLOK!
Waktu istirahat ...
"Kamu pemain Battle Spirits, ya?" tanya Meganeko. "Iya! Aku lumayan suka Battle Spirits. Tapi aku masih pemula ... hehehe." jawab Miitan. "Wah! Pernah duel?" tanya Toppa. "Sama teman di London. Dan aku kalah. Ahahaha ..." Miitan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Selain itu?" tanya Striker. "Be ... lum." Miitan menggeleng. "Ohh, kapan-kapan duel sama aku, yuk!" ajak Striker. "Boleh saja." Miitan mengangguk tanda setuju.
"Yuu-huu! Dia mau! Dia mauu!!" Striker menjerit girang lagi. "Dia mau, Toppa! Dia mauu!!" Striker mengguncang-guncang tubuh Toppa. "Huwaaaa!!" Toppa menjerit saking kagetnya. "Ampun deh, aku melulu yang kena getahnya." pikir Toppa sambil menepuk dahi untuk ketiga kalinya. PLAK! PLOK! JDER!
"Aku boleh tanya sesuatu?" tanya Miitan. "Tentu, apa?" Meganeko berbalik tanya.
"... Kenal J Sawaragi?".
"Eh ...?" seketika Toppa, Striker, dan Meganeko bengong.
Siangnya ... di tempat turnamen Battle Spirits ...
"Kosong?" J tertegun saat melihat suasana tempat turnamen yang sepi sunyi. Dia berjalan mengitari lorong dan ruangan, tidak ada siapa-siapa. Hingga akhirnya dia sampai di turnamen pusat, di sana sudah tersedia dua meja dan di salah satu meja sudah ada kartu deck milik seseorang.
"Apa dia mempermainkanku?" tanya J dalam hati. "Sama sekali tidak ada orang di sini ...".
TAP ... TAP ... TAP ...
"Tentu saja aku kenal!" seru Toppa. "Dia rivalku seumur hidup!". "Ahahaha. J Sawaragi ini rivalnya Toppa ... dulu Toppa pernah kalah telak sama dia, hahaha." celetuk Meganeko. "Oh ... anaknya gimana, sih?" tanya Miitan.
"Hah? Hmm ... J itu gimana ya ... dari luar tuh kesannya dingin, tapi aslinya hangat, lho, anaknya!" jawab Toppa. "Kata adiknya Kyouka, dia itu keras kepala!" lanjut Striker. "J orangnya gitu, nggak pernah mau ngomong masalahnya ke kita-kita. Makanya dibilang Kyouka keras kepala! Hahaha!" lanjut Toppa lagi. "Ohh ... penyimpan rahasia, ya?" tanya Miitan lagi. "Dia tuh kesannya nggak mau ngerepotin kita, aja." jawab Striker. "Ohh ...".
"Memangnya kenapa, Miitan? Idola, ya?" tanya Meganeko iseng. "Bukan apa-apa ...".
Akhirnya ... aku bertemu anak ini.
"Hai, J Sawaragi!".
J langsung menoleh. Seketika dia langsung tersentak. "Ah, akhirnya ... aku menemukanmu.".
"The mysterious player, Sylthfarn.".
- To be Continued -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar