Background?

Selasa, 02 Agustus 2011

Lost Mind (Part 3)

Lets cekidot into part 3~
Sepertinya ini malah tambah aneh yak ._.


.........................................................................................................................


"Aduh, aku sempat kaget, tahu. Kukira cuma shock!" Rikka menghela napas. "Tapi ini aneh ... hanya karena jatuh dari lantai 2, posisinya kan terlungkup, masa bisa amnesia, sih? Kan bukan kepalanya yang terbentur, tapi badannya langsung ... sudah begitu, Dan-senpai sama Ranran-san juga sama-sama jatuh ..." gumam Shukichi. "Maksudnya, ingatannya diambil?" tanya Emy heran.


"Masa sama 'setan' itu, sih?" tebak Erio ragu. "Setan yang sama dengan yang menghasutku waktu itu ..." gumam Dan sambil mengingat-ingat lagi kejadian buruk yang dia alami.


Brawlers Resintance memang tidak pernah menganggapmu ...


Sudahlah, tinggalkan saja mereka dan balas dendam! Akan kubantu dirimu, oke?


"Itu bisikan yang membuatku tertipu ..." ucap Dan sambil mengingat-ingat. Aku iseng berpikir setelah mendengar ucapan Dan. "Ah!" tiba-tiba aku berseru.


Astaga, aku menemukan suatu pikiran yang sangat buruk!




"Eh, eh, jangan-jangan, nih. Jangan-jangan, ya ..." seruku pelan-pelan. "Shun sengaja dibuat amnesia supaya lebih mudah dihasut!".


"Eeeeh?!! Gawat dong!!!" seru semuanya serentak kecuali Dan yang sedang berpikir, juga Shun yang masih bingung.


"Shun bukan orang yang gampang dihasut. Tapi, kalau dia lupa semuanya, kemungkinan besar pasti bisa ..." wajah Dan berubah serius. "Aduhh, Dash Zero tuh pinter banget, yak!" celetukku jengkel. "Aku jadi cemas ... kalau 'setan' itu menyebar fitnah tentang kita, gimana? Kalau Shun-senpai berbalik memihak Dash Zero, bakalan ruweet!!" seru Emy panik. "Waduhh! Lawan Shun-senpai kayak pas lawan Dan-senpai?! Gila aja!" Erio langsung menepuk dahi. PLAK!




"A-aku sama sekali nggak ngerti ..." ucap Shun. "Kak, lebih baik kakak diam dulu. Dan coba ingat-ingat jati diri kakak sendiri." suruh Erio. "Tapi aku perlu tahu apa yang kalian bicarakan, bukan?" tanya Shun balik. "Kalau kamu nggak ngerti, apa itu berguna? Shun, kamu sama sekali nggak tahu apa-apa. Lebih baik kamu berusaha mengembalikan ingatanmu!" seruku. "Tapi aku sendiri nggak tahu, kalian ini temanku atau bukan." ucap Shun serius.


Dan terkejut mendengar ucapan itu. Dan langsung berbalik membelakangi para Brawlers yang lain.




"Kami temanmu, kok! Kamu adalah anggota Brawlers Resintance!" seruku lantang. "Kalian bisa bicara begitu, padahal aku belum tahu kebenarannya!" balas Shun tak kalah lantangnya. "Makanya jangan sampai kak Shun dengerin bisikan setan!" seru Shukichi.


"Eh?" Shun jadi bingung lagi. "Pokoknya kalau ada bisikan-bisikan aneh tentang kita, nggak usah didengar! Kita yang berada di sini bersama kakak, kita juga cemas kakak hilang ingatan, berarti kita teman kakak, kan?" papar Shukichi. "... Tapi, kalian benar-benar temanku, kan?" tanya Shun. "Iya! Kakak adalah salah satu anggota Brawlers Resintance!" jawab Shukichi. "Maaf, aku sempat curiga ..." ucap Shun pelan. "Nggak apa-apa! Yang penting, cobalah untuk mengembalikan ingatanmu!" seruku sambil tersenyum.




Sumpah, aku jadi kasihan sama Shun. Nggak ingat apa-apa, nggak tahu siapa yang benar dan siapa yang salah. Semua orang jadi dia curigai. Aku jadi kasihan . . .




"Dan!" panggil Drago cemas. "Dan!".


Ah ... aku nggak terima Shun hilang ingatan ... dan aku nggak terima kalau dia sampai menganggapku musuh ...


Kenapa kamu melupakanku, Shun?




- To be Continued -
.................................................................................................................


- Ranran, 2 Agustus 2011, 14.02

Tidak ada komentar:

Posting Komentar