Lets cekidot into part 6~ :DD
Okayy, Marucho Marukura will appear in here! >w<
...........................................................................................................................
P.S : Dan POV
"Kok kamu pulang sendiri, deh, Dan? Shun kemana?" tanya Runo. "Ah-eng-anu, Shun tinggal di Doki-Doki Space untuk sementara! Tahu tuh, dia sendiri yang minta!" jawabku berbohong. "Masa, sih? Ah, tapi itulah Shun, pikirannya susah ditebak. Hehehe." gumam Alice. "Ah, cie, yang pacarnyaa ..." goda Julie.
"Kamu nggak bohong, kan, Dan?" tanya Marucho. "Nggak, kok!" jawabku berbohong lagi.
Maaf, semuanya ... aku terpaksa bohong.
Aku takut kalian malah shock kalau tahu keadaan Shun sekarang ... apalagi Alice ...
Haduh, memikirkan saja aku sudah tak tega duluan!
Marucho menatap Dan dengan tatapan penuh kecurigaan. Rupanya Marucho bisa membaca mata Dan. "Dan-san bohong." pikir Marucho singkat, "Aku cek sendiri ke rumah Shun, ah. Biar aku bisa tahu ...".
Seminggu kemudian ...
P.S : Creator POV
Marucho pun menyelinap masuk ke halaman rumah Shun. Karena terlalu tinggi, Marucho terpaksa memanjat pohon (jiakakaka!). Karena Marucho tidak terlalu bisa memanjat, dia langsung terjatuh dan terguling-guling ke dalam rumah Shun ketika berusaha turun. "Wuaaaaakh!!!".
BRUAK!!
GLUNDUNG ... GLUNDUNG.
(berhenti tepat di depan Shun yang bingung ketika mendengar suara teriakan)
*tears drop*
"Shun-kuuun!!" jerit Marucho sambil memeluk Shun spontan. "E-eh?!" Shun langsung oleng dan terjatuh bersama Marucho. BRUAK!
"Kamu kok bisa ada di sini, sihh!! Kata Dan-san kamu di Doki-Doki Space, ah, bohong, kan?! Shun, kok kamu sembunyi, sih, dari kita-kitaa! Kasihan Alice, tuhh!" tanya Marucho beranak bercucu bercicit bercocot. Shun sampai bengong ditanyai beranak bercucu bercicit bercocot seperti itu.
"Kamu ini ... Marucho Marukura, kan?" tanya Shun pelan. "Iya, lah! Kok pakai nanya?!" tanya Marucho heran. Shun terdiam. Marucho makin bingung saja. Tiba-tiba Marucho menemukan pikiran buruk. "Shun, jangan bilang kalau kamu ...".
"Shun hilang ingatan.".
"Eh?" Marucho menengok ke asal suara. "Dan-san? Kamu serius?! Hei!".
"Iya. Shun amnesia. Makanya aku sengaja menyembunyikannya di sini." jelas Dan singkat yang baru saja datang. "Ke-kenapa kamu sembunyikan dia?! Kalau dia bertemu teman-teman, pasti ingatannya cepat pulih, kan?!" tanya Marucho lantang. "Aku takut kalian shock kalau tahu Shun amnesia. Apalagi Alice. Aku tak mampu membayangkannya, Marucho ..." jawab Dan.
"Ko-kok bisa, sih?" tanya Marucho cemas. "Kami terjatuh dari ketinggian 8 meter lebih, ketika kami berusaha kabur dari ledakan bom. Mungkin karena shock atau benturan keras di kepala, Shun ...".
"Aku ... siapa?".
"Shun kehilangan ingatannya seketika ..." jelas Dan dengan wajah sedih
"Astaga, jadi sekarang, Shun nggak ingat apapun tentang kita?! Tentang Brawlers?! Dan tentangku juga?!!" tanya Marucho panik, beranak bercucu bercicit. "Tentangku saja dia belum ingat semuanya, apalagi tentang kamu, pendek!" jawab Dan jengkel. "Ya udah, nggak usah pakai pendek, bego!" balas Marucho tak kalah jengkelnya. "Sendirinya bilang apa barusan?! Ulang lagi!!" suruh Dan jengkel.
"BEGO!" jerit Marucho lantang. "PENDEK!!!" balas Dan tak kalah lantangnya.
"E-eng-anu ..." Shun bingung sendiri. "Shun, kamu tahu aku, kan? Aku Marucho, Marukura Chouji!" seru Marucho sambil menunjuk-nunjuk dirinya. Shun bengong sesaat.
"Alpha City, New Vestroia, here we go!".
Suara anak ini mirip dengan suara anak itu ...
Suara yang lucu ...
"Aku belum ingat. Aku hanya ingat kamu Marucho, itu saja ..." jawab Shun pelan. "... Uuhh ..." Marucho langsung memasang muka sedih seperti anak kecil.
Shun tersenyum geli. "Hihihi ... kamu lucu, ya.".
"Eh?" Marucho bengong sesaat. "Tubuhmu kecil, mukamu polos, suaramu juga lucu. Hahaha, seperti anak kecil, ya ..." gumam Shun. "HAH?!" Marucho melengking sesaat. "WAKAKAKAKAKA!!!" Dan tertawa terpingkal-pingkal. "Berisiiiiik!!!" Marucho meronta-ronta jengkel.
KRING! KRING! KRING!
"Eh?" Dan bengong ketika BakuPod-nya berbunyi. Ia menerima panggilan dari Shukichi.
"Kembali ke sini, sekarang. Dash Zero merencanakan penyergapan besar-besaran!".
"E-eh ...?" Dan kaget seketika ketika mendengar ucapan Shukichi. "Ya-yang benar saja?!" tanya Dan lantang.
"Sudahlah, cepat kembali ke sini! Bawa Shun-kun dan Ranku-senpai juga!".
TUT ... TUT ...
"Kh ..." Dan terdiam sesaat, wajahnya serius. "Ada apa, sih, Dan?" tanya Marucho heran.
Dan langsung bangkit, mengambil jaket Vestal-nya, dan mengambil Gaunlet-nya. "Ayo, Drago! Portal ke Doki-Doki Space!" seru Dan. "Oke!" Drago langsung menggunakan Perfect Core dan melepaskan energinya untuk membuat portal dimensi. TRANG !!!
"E-eh!? Kalian mau pergi lagi?!" tanya Marucho. "Iya! Marucho, bilang pada yang lain, ya! Aku dan Shun harus pergi sekarang juga!" seru Dan. Marucho bengong, terdiam sesaat, dan langsung tersenyum mantap.
"Dan, bawa aku juga!" pinta Marucho dengan nada serius.
"Hah?" Dan terkejut ketika mendengar permintaan Marucho.
"Aku ingin ikut juga ke sana. Mengembalikan ingatan Shun!" seru Marucho mantap.
"Di sana keras, lho ... kamu kan pendek. Sok jagoan ..." gumam Dan dengan tatapan meremehkan. "Aku udah 13 tahun, bego!" omel Marucho jengkel. "Di sana terlalu keras! Nanti kamu kenapa-napa lagi, kamu kan kecil! Udah, deh, titip salam buat Runo dan yang lain!" seru Dan.
"Ih ... masa cuma karena kecil aku nggak boleh ikut, sih?" gerutu Marucho jengkel. "Dibilangin, Doki-Doki Space lebih keras dibanding New Vestroia! Mentang-mentang ini hampir sama dengan Bakugan Resintance yang dulu, kamu kira Dash Zero sebanding dengan Vexos?! Mereka lebih kuat, tahu! Jangan remehin, deh!" omel Dan panjang lebar.
"Berisik, ah!!" tukas Marucho kasar. "Eh??" Dan bengong sesaat. "Bisanya main diskriminasi aja!" omel Marucho jengkel. "Si-siapa yang main diskrimina-".
"Mentang-mentang aku kecil, jadi dianggap lemah, gitu? Oh tidak bisa, ini diskriminasi, tahu!" papar Marucho. "Aku nggak mau kamu terbebani di sana, Marucho. Aku cuma nggak mau kamu kenapa-napa, kok! Bukannya nganggap kamu lemah atau apa ..." ucap Dan sedikit lembut. "Elfin masih ada di sana, kan? Aku bisa bertarung memakai otak, kok! Meskipun aku merepotkan karena aku kecil, tapi ...".
TES ...
"Ah!" Dan tersadar ketika melihat air mata di pipi Marucho.
"... Aku mau Shun ingat sama aku lagiiii ... huwaaaa ..." Marucho langsung menangis seperti merajuk.
"A-apaa??" Dan bengong bukan main melihat Marucho yang menangis seperti anak kecil. "Ni-nihh anak ... Ma-maunya apa, sih?!" pikir Dan heran.
Shun jadi iba melihat Marucho yang menangis karena mengkhawatirkannya. Ia langsung menghampiri Marucho dan memeluknya erat.
"Maaf, ya ..." ucap Shun pelan tepat di telinga Marucho. Marucho menatap Shun dengan tatapan berkaca-kaca. Marucho langsung tersenyum sedih sambil berteriak lagi, "Huwaaaa ...!! Shun-kuun ...".
Meskipun tatapan mata Shun berbeda ...
Hatinya tetap sama ... dingin tetapi bijaksana ...
Shun-kun tetaplah Shun-kun ...
Dan jadi kasihan. Lama kelamaan dia luluh juga, tetapi dia masih ragu untuk mengajak Marucho. Dia takut Marucho celaka di Doki-Doki Space.
"Ajak dia, Dan." suruh Shun pelan. "Ah?" Dan tertegun sesaat.
"Be-beneran, nih?" Dan agak ragu.
"Ajaklah dia. Kamu tahu, kan? Marucho adalah 'otak' Battle Brawlers. Biasanya Shun yang selalu mengatur rencana, kan? Sekarang kita mengandalkan siapa? Kamu belum bisa mengatur rencana dengan baik, Ranku terlalu meremehkan keadaan, Shukichi kurang bisa diandalkan. Marucho bisa membantu kita lebih dari yang kamu kira, Dan." ujar Drago.
"... Oke, deh. Ini Gaunlet-mu." Dan langsung menyerahkan Gaunlet Aquos kepada Marucho. Marucho pun langsung tersenyum penuh keceriaan. "Beneran, nih?! HOREEEE!!" Marucho langsung melompat-lompat girang. "Jangan kayak anak kecil, ah!" gerutu Dan jengkel. "Hehehe! Makasih ya, Dan-saan!" Marucho langsung memeluk Dan erat dengan senyuman manis. "Haha ... sama-sama ...".
"Lamunes Resintance, Doki-Doki Space, here we go!".
"Ah!" Shun terkejut sesaat.
"Alpha City, New Vestroia, here we go!".
"... Marucho ..." Shun tersenyum kecil sambil menatap Marucho.
"Ayo, langsung, loncaaaat!!!".
*soundtrack Cho! Saikyo! Warriors*
- To be Continued -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar