Let's cekidot into part 5~ :DD
Aku perlu waktu lama untuk memikirkan lanjutannya dari Part 4 :)
Dan sedikit bocoran untuk Part 6, kita akan kedatangan (?) 1 tokoh lagi dari Bakugan!
Marukura Chouji alias Marucho! :3
"Alpha City, New Vestroia, here we go!".
- Marucho Marukura, Cyber Nightmare
Itulah yang membuatku ingin memasukkan Marucho ke dalam ceritaku :)
Buka saja ini : http://www.youtube.com/watch?v=2wt470XASbM&feature=mh_lolz&list=LLeoZGwmOT5OM
Okay, follow meh into part 5~~ memasuki dunia imajinasi Ranran~~ XDD
..................................................................................................................................
P.S : Dan POV
Mungkin aku jangan terburu-buru dulu ...
"Jadi, aku harus sabar?" tanyaku. "Ya iyalahh... kasihan Shun..." jawab Ranku. Aku terdiam sambil melihat Shun yang masih tertidur karena pingsan. "Maaf, Shun..." pikirku sedih.
"Aku tahu, kok. Meskipun dalam ingatanmu tidak ada apapun, tetapi di dalam hati kamu masih menyimpan segalanya. Bagaimana pun juga kamu tetaplah Kazami Shun yang aku kenal selama ini ...".
P.S : Shukichi POV
Di ruang tamu ...
"Eh, fine-fine aja nih, kalau kita tetap di sini?" tanya Rikka, "Dash Zero kan udah tahu markas kita!".
"Kita harus kabur dari sini." kataku, "Dan menurutku, lebih baik Kak Shun tidak ada di Lamunes Resintance untuk sementara waktu.".
"Apa!? Kita tinggalkan Shun-senpai, begitu?! Gila kau!" omel Rikka. "Aku belum selesai bicara, bodoh!" tukasku jengkel, "Maksudku, kita suruh Kak Dan, Ranku-senpai, dan Kak Shun pulang ke dunia masing-masing!". "Tapi, kenapa?" tanya Emy. "Aku rasa lebih baik mereka di sini, deh! Asalkan Kak Shun selalu didampingi salah satu dari kita ..." tawar Erio.
"Itu malah lebih buruk. Dash Zero lebih kuat daripada kita sekarang. Bakugan-ku dan Rikka diambil, Kak Shun hilang ingatan, meskipun Kak Shun bisa didampingi, jika pendampingnya tidak kuat, bisa-bisa dibawa sekaligus, kan?! Kekuatan kita malah tambah lemah!" jelasku. "Dibawa sekaligus itu maksudnya apa?" tanya Emy. "Maksudku Kak Shun sama pendampingnya yang misalkan aku, dibawa Dash Zero ke markasnya ... kalau cuma Bakugan-nya sih, masih mending. Kalau sudah orang yang dibawa, bukannya malah tambah lemah?" paparku. "Iya juga, sih ... tapi apakah cukup kalau cuma kita berempat? Ranku-senpai juga Lamunes, kan? Bagaimana kalau berlima?" tawar Erio.
"Ranku-senpai punya Wyvern. Dia juga dikejar Nerylyn, kan? Kurasa lebih baik kalau kita berempat saja yang tinggal. Toh, kita kan, penduduk asli Doki-Doki Space yang tahu dunia ini lebih rinci, kan?" paparku lagi. "Kadang-kadang otakmu jalan juga, ya." gumam Rikka. "Aku kan sering bilang, caraku menanggapi sesuatu itu berbeda dengan kalian!" seruku bangga.
"Tapi aku kurang yakin ... Bakugan saja hanya tinggal Elfin-ku dan Magnum-nya Erio ..." ucap Emy cemas.
"Jangan patah semangat! Ingatlah, kita adalah Lamunes Resintance! Kita pasti bisa, kita adalah Lamunes!" jawabku penuh semangat. "Iya, kita pasti bisa mengalahkan Dash Zero! Kita adalah ksatria legenda Doki-Doki Space, Lamunes!" lanjut Rikka.
Emy tersenyum gembira. "Iya! Kita kan ksatria legenda! Kita takkan kalah oleh orang-orang busuk seperti Dash Zero!" seru Erio penuh semangat. "Oke, semuanya setuju?!" seruku. "YA!!".
"SEMANGAAAAT!!!".
..................................................
P.S : Dan POV
Kembali ke keadaan Shun ...
Shukichi, Rikka, Emy, dan Erio memasuki kamar. "Lho? Shun-senpai?!" jerit Erio dan Rikka spontan.
"Shun pingsan." jawab Ranku sebelum ditanya, "Dia shock ketika dia melihat-lihat album foto Dan.".
"Mungkin dia belum siap menerima semua ingatannya yang hilang ..." gumam Emy. "Memang." aku mengiyakan ucapan Emy, "Ngomong-ngomong, kalian ngapain ke sini, kok bergerombol?" tanyaku.
"Berdasarkan diskusi kami ... aku mau menawarkan sesuatu ..." kata Shukichi, "Ba-bagaimana kalau kalian pulang dulu?" tawar Shukichi padaku dan Ranku.
"Eh?" Ranku bengong. "Kok, kami pulang? Kalian bagaimana??" tanyaku heran.
"Kami kan ksatria Lamunes. Pasti kami sanggup bertarung dengan Dash Zero meskipun Bakugan kami kurang!" seru Rikka. "Dan lagi, Shun-senpai sekarang dalam posisi bahaya. Lebih baik kalian kabur untuk sementara waktu ..." lanjut Erio. "Ta-tapi, ke-kenapa aku juga ikut pulang?" tanya Ranku terbata-bata. "Kan kamu punya Wyvern, Ran. Jangan sampai Wyvern bernasib sama seperti Percival dan Rapunzel! Wyvern adalah Bakugan yang langka dan kuat, juga penting bagi kita." jawab Shukichi sambil tersenyum kecil.
"O-oke deh ... kami pulang.".
........................................................................................................................
P.S : Ranku POV
Setelah itu pun, keesokan harinya, ...
Aku, Dan, juga Shun, langsung kembali ke New Vestroia melewati portal yang dibuat Drago.
Setelah ke New Vestroia, kami langsung membuat portal untuk kembali ke Bumi.
Dan aku, langsung memakai mesin waktu di kamar Dan untuk kembali ke dunia nyata, dimana seharusnya aku berada.
Akhirnya aku kembali bersama teman-temanku. Riri, Meira, Sara, Sheila, Rena.
Meskipun agak berat meninggalkan Doki-Doki Space, dan aku belum bisa menghapus kekhawatiranku tentang Shun nii-kun, aku tetap tidak patah semangat. Meskipun aku sering memikirkan, bagaimana keadaan Shun nii-kun dan Dan-san di sana.
Apakah para Brawlers yang lain tahu kalau Shun hilang ingatan? Apalagi Alice?
"Ranran!".
Lho, lho? Ada yang manggil aku ...?
"Ranran!" jeritan Sara membuatku tersadar dari lamunanku. "E-eh! Oh, Sara, toh!" seruku terbata-bata. "Bengong terus, deh, ah!" gerutu Sara. "Maaf, aku lagi mikirin sesuatu ..." aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal. "Sudah sebulan lebih kamu pergi, lho. Sebetulnya kamu pergi kemana, sih?" tanya Meira. "Iya, nih! Misi rahasia sih misi rahasia, tapi misi apa??" tanya Sheila juga.
Aku melirik Riri. Riri pun tersenyum geli.
"Mau tahu??" tanyaku balik, "Wani piro??".
"WOOOOO!!!" jerit Sara dan Meira serentak. "Ahahahahahaha!!!" Sheila, Riri, dan Rena tertawa terpingkal-pingkal. "Gue kasih gopek, mau loe?!" omel Meira. "Oh, tidak bisa!" tolakku. "Aku kasih ceban, deh! Ceban dibagi nol!" celetuk Rena iseng. "Ahahahahaha!!!".
Wkwk. Hanya Riri yang tahu kalau aku pergi ke Doki-Doki Space, lho. Ha ha ha ...
Kok, aku jadi mikirin Brawlers, ya? Aku terlalu mengkhawatirkan kasus ini, nih ...
Toh, aku kan pernah suka Shun? Ah, bukan. Lebih tepat mengidolakan? Lho?
Ah, ah, bukan-bukan. Itu bukan alasan logis. Mungkin hanya karena rindu? Atau bagaimana? Huh ...
Dan-san ... Shun nii-kun ... apa kabar?
- To be Continued-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar