Hai-hai~ Ranran di sini~ :DD
Setelah borong buku Magical x Miracle sampai tamat, aku jadi punya ide untuk bikin fanfic tentang ini XDb
Huum, sepertinya agak aneh, ya --
Maunya sih pakai gambar tapi perlu pemikiraaan~~ :DD #gampar
I don't own of this story :)
Character from Magical x Miracle by Yuzu Mizutani
// Sylthfarn ft. Shun \\
All right reserved
...............................................................................................................................................
Kamu bisa mendengarku, tetapi kau takkan bisa menemukanku!
Namaku Merleawe, gadis berusia 20 tahun. Aku kini telah menjadi Master Wizard, menggantikan Sylthfarn yang meninggal 5 tahun yang lalu secara misterius. Aku sudah mengetahui kalau ia tertabrak kereta kuda, tetapi, masa sih, bisa mati segampang itu? Sangat aneh dan bodoh. Tetapi, karena dia masih anak-anak, hal ini dianggap wajar dan tidak dipermasalahkan lagi. Tetapi, kekadang aku masih memikirkan ...
Apa yang sebenarnya terjadi pada Sylthfarn?
"Hoamh ... aku ngantuuk ..." aku langsung merebahkan tubuhku ke kasur. "Rasanya seperti mimpi ... segampang inikah aku menjadi Master Wizard ...?" pikirku sambil menerawang masa laluku.
"Merleawe."
"Eh?!" aku kaget bukan main ketika mendengar suara yang memanggilnya. "Siapa itu?!" tanyaku lantang.
"Kamu bisa melihatku, tetapi takkan bisa menemukanku!".
"Jangan mempermainkanku, ah!" omelku jengkel, "Kamu mengerjaiku, ya?!".
"Aku memang suka ngerjain orang, lho, hehehe! Ayo, temukan aku!".
Aku jadi jengkel. "Sudah malam, masih saja ngerjain orang! Pakai sihir saja! Huh!" pikirku jengkel dan aku langsung menggunakan sihirku.
TRAAAAANG !!!
BRAK! Tiba-tiba seseorang jatuh dari atas. Aku langsung menghela napas, dan melihat ke arah orang itu. Aku kaget sesaat, karena wajah itu sangat mirip denganku ...
"Ma-Master Wizard Sylthfarn?" tebakku ragu.
"Lho, kenal aku juga, rupanya." ucap Sylthfarn dengan wajah polos. "E-eh?" aku bengong sesaat. "Kamu masih hidup ...?" tanyaku pelan sambil menghampiri Sylthfarn. Aku mencoba menyentuh Sylthfarn, tetapi ...
Tembus pandang ...
"HUWAAAAAAAAAA!! HANTUUUUU!!!" jeritku kencang. "He-heeeei!!" Sylthfarn langsung menyuruhku untuk tenang, "Aku kan sudah mati! Bagaimana bisa kamu menyentuhku, coba?!".
"Ka-kamu benar-benar Sylthfarn?!" tanyaku yang masih shock. "Iyalah!" jawab Sylthfarn singkat, tetapi terdengar tegas. "Nga-ngapain kamu ke sini ...?" tanyaku sambil berusaha untuk tenang. Sylthfarn masih tersenyum, meskipun terlihat sedih.
"Aku butuh bantuanmuu~" jawab Sylthfarn sambil tersenyum. "Ehh? Bantuanku? Bantuan apa?" tanyaku heran. "Kan kamu mirip akuu~" Sylthfarn menunjuk wajahku. "Ma-maumu apa, sih, Master Wizard ...?" tanyaku lagi.
"Pertemukan aku dengan ibuku.".
Aku tercengang ketika mendengar permintaan Sylthfarn.
"E-eh ... bagaimana bisa? Ka-kamu kan ...?" ucapku terbata-bata. "Makanya aku butuh kamu! Aku mau pinjam tubuhmu untuk sementara! Hehehe!" seru Sylthfarn polos, tanpa rasa bersalah. "UAPA?!" aku langsung menjerit spontan. "Pinjam tubuhmu ... ya ampun, Master Wizard memang kurang sopan!" pikirku yang sedikit menyimpan rasa malu, juga jengkel.
"Gi-gimana, ya ...?" aku merasa ragu. "Hanya sehari saja, kok ... tolong, ya ...?" pinta Sylthfarn pelan.
"Oke, deh! Hanya sehari, ya, Master Wizard!" aku langsung mengangguk sambil tersenyum. "Huft! Syukurlaaah~" Sylthfarn tersenyum lega. "Besok kita mulai, ya!" seruku. "Oke, sipp!".
"Ngomong-ngomong, aku bukan Master Wizard lagi, lho! Kan, kamu jadi Master Wizard sekarang!" seru Sylthfarn. "Ta-tapi, aku tetap merasa kamu itu Master Wizard ... hehehe ..." ucapku geli.
"Sylthfarn saja.".
Senyuman Sylthfarn yang manis dan polos itu membuatku luluh. "Sylthfarn memang anak yang lucu, bijaksana, dan susah dimengerti ... hahaha." pikirku sambil tersenyum geli.
Keesokan harinya ...
"Hoaaamh ..." aku terbangun dari tidurku.Aku melirik jam, baru jam 6 pagi. Aku masih ingat janjiku pada Sylthfarn. Niatku, aku mau memulai pertukaran tubuh sekarang. Tetapi, Sylthfarn saja pergi entah kemana =="
"Sylth!!" panggilku, "Ah, masa sih, hantu bisa muncul di pagi hari?" gumamku.
"Aku bisa muncul kapan saja, bodoh." Sylthfarn tiba-tiba saja muncul di belakangku. "Wuakh!!" aku spontan menjerit kaget. "Sepertinya kamu belum terbiasa denganku." gumam Sylthfarn. "Jelas! Kamu kan hantu, aku jadi takut!" seruku. "Aku ini Sylthfarn, bukan hantu penasaran seperti pocong atau sejenisnya, Mel." ucap Sylthfarn jengkel. "Me-memang ... ta-tapi ..." ucapku ragu. Aku memang sudah mati, tapi aku nggak mau menghantuimu! Setelah kamu mengabulkan permintaanku, aku akan pergi, kok." Sylthfarn tersenyum bijak padaku.
"Anak yang polos, juga bijaksana ..." pikirku.
"Siap, kan?" tanya Sylthfarn. "Yup!" aku langsung mengangguk. "Tutup matamu, aku akan coba merasukimu." suruh Sylthfarn. "Oke ..." aku langsung menutup mataku sambil berdiri tegap.
Although I've died, I'm Sylthfarn, the Master Wizard, please lend me the magic power of mine!
Got back, the legend power of Master Wizard!
WUUUUSSSH ...!!!
Seketika Merleawe langsung dirasuki Sylthfarn, dan ketika membuka mata, terlihatlah tatapan mata yang cerdas dan polos itu. Itu dia Sylthfarn, Master Wizard yang dulu ...
"Aaah, sudah lama tidak jalan-jalan di kamarkuu~" gumam Sylthfarn ceria. "Kan sudah 5 tahun lebih, iya, kan?" ucapku yang hanya bisa didengar oleh Sylthfarn saja. "Iya, jadi kangen! Ngomong-ngomong, kamu masih menyimpan 'itu', tidak?" tanya Sylthfarn. "Itu apa?" tanyaku balik.
"To-pi-ku." jawab Sylthfarn sambil iseng mengeja. "Topi? Nanti aku kelihatan kayak Sylthfarn beneran, lho!" seruku. "Aku kan Sylthfarn?" tanya Sylthfarn heran. Pertanyaannya membuatku sekut =='
"Ayolaaah ... kemarikan topikuu ... nanti aku akan jelaskan semuanya pada yang lain!" pinta Sylthfarn dengan senyumannya.
Aduuuh, anak iniiii ... ^^"
"Ada di lemari!" seruku sambil menunjuk lemari. "Ahh, ini dia!" seru Sylthfarn ketika menemukan topi dan bajunya di dalam lemari. "Siap untuk dipakai, meskipun mungkin kekecilaan~ hehehe!".
Setelahnya ...
Vaith sedang berjalan-jalan di sekitar lorong. Ia berpapasan dengan diriku yang kini dikendalikan Sylthfarn, dan dandanannya pun sangat mirip dengan Sylth. Awalnya Vaith tidak sadar, Sylthfarn pun langsung pergi begitu saja. Tiba-tiba ...
"... Astaga!" Vaith langsung menoleh ke belakang. "Sylthfarn?!" serunya.
"Hm?" Sylthfarn langsung menoleh ke arah Vaith. "O-oh, Merleawe kan? ... Ke-kenapa kamu berdandan seperti itu? Kamu kan tidak perlu menyamar lagi sebagai Sylthfarn ...?" tanya Vaith pelan, sepertinya dia agak shock.
"Memangnya tidak boleh menjadi Sylthfarn?".
Vaith terkejut sesaat. Nada suaranya, tatapan matanya, dan cara dia memandang ...
Sylthfarn langsung meninggalkan Vaith yang terdiam kaku layaknya patung. Perasaan campur aduk menghantui Vaith setelahnya.
Heran. Kaget. Bingung.
"Di-dia Merleawe kan ...?" tanya Vaith dalam hati. "Ta-tapi, ketika dia menyamar menjadi Sylthfarn ... dia tidak semirip itu ..." pikir Vaith. "Meskipun Merleawe sudah dewasa dan mungkin bisa menyamar lebih baik, tetap saja, ini benar-benar berbeda. Dia bukan Merleawe ...".
Apakah dia Sylthfarn ...?
To be continued ...
// Sylthfarn ft. Shun \\
21. 08. 11
- Ranran
Tidak ada komentar:
Posting Komentar