Hai, Ranran kembali lagi!
2 hari ini, Rabu dan Kamis, berturut-turut tragedi bermunculan, dari yang kocak, ngagetin, sampai yang bisa bikin nangis gara-gara kegilaannya. Kaaak ... apalagi hari ini, nih. Hari Kamis! Semua pelajaran, ada tragedinya! Hahaha!
Mau tahu ceritanya?? Mau tahu? Wani piro? XD
- minta digampar!
Oke, Ranran akan menceritakan semuanya! Awas! Cerita ini SUNGGUH TERLALU X''DD
Wednesday, 19.10.11
Tragedy of Number 10
"Ibu! Boleh kali bu, jawabannya begini! Arghh!!".
"Bu, setengah aja dong, bu! Masa salah, sih?! Nyambung-nyambung aja, kok!".
Rabu, 19 Oktober 2011. SMPN 89 Jakarta, di kelas Billstream alias 8 Bilingual. Pelajaran IPA, diajari oleh Bu Annah. Tragedi kuis tentang sistem pernapasan 10 nomor, tanpa penjelasan dari sang ibu guru terlebih dahulu. Sumpah, kuisnya kacau banget. Masa sih, bisa langsung inget kalau baca doang? Apalagi kalau kelasnya berisik. Diterangin dulu baru bisa nempel di otak, kali. Itu anak-anak pada umumnya! Kalau bacanya di rumah, sih, masih mending. Tapi kuisnya nggak diterangin dulu, nggak boleh lihat buku lagi! Mana nggak ada pemberitahuan sama sekali dari kemarin, ya jadinya aku baca-baca nggak diinget, cuma sekilas doang! Ingetnya ya, setengah-setengah!
Sampai nomor 9, aku udah salah 3 1/4 aja. Apaan tuh! Gara-gara nomor 8 benernya cuma 1. Soalnya, perlakuan apa yang didapatkan oleh udara di dalam rongga hidung? Cuma bener disaring doang, sialan. =.=
Terus, nomor 10. Demi apapun itu kacau.
Soalnya, mengapa hidung dipilih sebagai saluran pernapasan, bukan mulut?
Aku jawab saja karena mulut tidak memiliki silia (bulu hidung). Jawabanku sama kayak Ilham.
EH DISALAHIN!
Spontan kami berdua ribut, "BU, BENER KALI, BU!".
Katanya, yang bener tuh karena hidung mempunyai silia! Padahal kan sama aja artinya!?
Masa, kata Bu Annah, "Tapi kok nyambungnya ke mulut, sih?". "YA KAN BENER, BU! KARENA MULUT NGGAK PUNYA SILIA! MASA SALAH, SIH, BU?!" protes Ilham kenceng-kenceng. "Kenapa nyambungnya ke mulut, orang nanyanya hidung kok kaburnya ke mulut?" tanya Bu Annah. "Sama aja, kaliii!!!" timpalku. "Beda, dong! Nggak nyambung jadinya!" seru Bu Annah. "Jangan disalahin, buu!!" rajukku jengkel. "Udah, salahiiin!" seru Ikke. "Jangaaaaan!!!" rajukku lagi. "Ah, batu!" gerutu Ilham jengkel. "Bu, 1/2 kek, bu! 1/4 juga boleh, dah!" tawarku. "Nggak bisa!" tolak Bu Annah. "Arghh!! Bu, aduh, ah elah!!".
"Ah, batu, dah!" gerutu Ilham jengkel. "Hahahaha!" anak-anak tertawa terpingkal-pingkal. Aku sih, kesel! Bukannya apa-apa, tapi aku kedapetan salah juga, gimana nggak kesel?! 1/2 kek, 1/4 juga boleh, dah! Huh!
"Sesekali bikin Ilham marah, nggak apa-apa, ya?" kata Bu Annah dengan nada lucu. "Ih!" Ilham langsung buang muka. "Hahahahaha!!!" yang lain pun tertawa terbahak-bahak.
Salah 4 1/4 deh. Apaan tuh?! 5,75! Pake masuk nilai, lagi! Kuis doang juga!
Pokoknya ulangan harian bab ini, aku harus ngejer dapet 100! Minimal 90 ke atas, deh! Dan seterusnya nggak boleh sampai ada yang 90 ke bawah! Biar kebantu nilainya, jangan sampai 70 di rapor, mati aja aku! Batu dah, Bu Annah! =A=
Benar-benar tragedi nomor 10.
Thursday, 20.10.11
Tragedy of Bloom Stick
Bloom stick itu artinya sapu lidi. Hah? Sapu lidi?!
Jadi tuh gini, hari ini, alias hari Kamis, pelajaran Bu Baziah, Bahasa Indonesia.
Ada PR untuk menuliskan petunjuk menggunakan suatu barang dengan urutan yang tepat dan menggunakan bahasa yang efektif. Memang iya, aku benar semua alias dapat A dalam PR ini. Tapi, sempat ada tragedinya.
1. Cara penggunaan sapu lidi :
- Jauhkan sapu lidi dari mata
- Pilih tempat atau benda yang ingin dibersihkan
- Peganglah bagian bawah sapu lidi, lalu bersihkan sampah yang berserakan hingga bersih.
Itu jawabanku untuk nomor satu.
Bagian bawah itu maksudku bagian gagangnya. Kan sapu lidi diikat, nah bagian yang merekat banget, yang suka dipegang kalau kita make sapu lidi, itu maksudnya aku nulis "bagian bawah". Kalau nulisnya bagian atas, ntar yang dipegang bagian yang longgar-longgarnya, bersihinnya gimana? Masa dikibas-kibas, mana bersih, posisinya aja terbalik, masa gagangnya sih yang buat nyapuin ... hahahaha! XD
Eh, debat sama Kevin gara-gara itu! Dia jago ngebantah, lagi! Ngebantah melulu!
"Lah, itu kan bagian atasnya?!" seru Kevin heran. "Bukaaan, kan bentuk sapu lidi kan begini, yang atas yang keluar-keluar, yang bawah tuh yang diiket, yang pendek! Kita pegang bagian yang pendek, kan?!" timpal Siska. "Iya berarti bagian atasnya, kan?!" tanya Kevin lagi. "Ngaco, dah! Bagian bawahnya, kali!" timpal Fadil. "Atasnya tahu, kan kalau kita nyapu pakai itu, posisinya kebawah!" timpal Kevin. "Iya tapi kan cara penggunaannya, itu kan belum dipakai langsung, Keviiiin!!" timpal Siska. "Lah, tapi kan---" Kevin mencoba membantah lagi.
"Bagian bawah, kali!" timpal Ikke. "Masa bagian atasnya, sih?! Ntar mau kibas-kibas, masa gagangnya yang buat nyapuin?!" tanyaku heran. "Iya tapi kan, kalau kita pake sapunya, posisinya kebawah?!" bantah Kevin tanpa rasa puas. "IYA, TAPI KAN CARA PENGGUNAANNYA!" timpal Siska kencang-kencang. "TAPI KAN---" Kevin berusaha membantah lagi, tapi Siska langsung bilang, "Ah, pusing, ah! Masa ribut cuma gara-gara sapu lidi, baru nomor satu lagi diperiksa! Udah, lewatin dulu aja!".
Beberapa menit kemudian ...
Kevin udah nggak ribut lagi soal sapu lidi itu. Semua anak juga sudah tahu dimana letak kesalahan mereka. Siska yang sedang membetulkan kesalahannya, tiba-tiba terhenti karena mendengar perdebatan yang lumayan sejenis ini.
"Lah, bagian bawahnya, kan?!" seru Camila. "Tapi kan, kalau kita nyapu, kita pegang bagian atasnya!" bantah Kevin. "Udah ah! Tanya aja sama Bu Baziah!" Camila langsung berdiri dan berjalan menuju Bu Baziah.
CENGO 5 DETIK.
Aku dan Siska saling tengok. "Masih aja?!" tanyaku heran. "Iya, masih aja ribut sapu lidi! Lagi enak-enaknya gue ngebetulin yang salah, eh dengerin mereka ngomongin sapu lidi lagi! Aduh, capek gua mah!" ujar Siska. Aku sih, ngakak-ngakak aja. Cuma gara-gara sapu lidi, bisa debat sampai segitunya! X'DDD
Sapu lidi, ooh sapu lidi ...
Thursday, 20.10.11
Tragedy of 50
Pelajaran tambahan khusus untuk Bilingual. Sekarang jamnya Matematika. Diajar oleh Mr. Ompong, eh salah, Mr. Rendy, deh :D
- whoy!
Pertemuan terakhir, Kamis, 13 Oktober 2011, sekaligus ujian MID Semester buat Matematika. DEMI APAPUN, SOALNYA DEDDY KOK BUSET. SUSAH!!!
Kata mamaku, yang paling tinggi di Billstream itu 75. Mati! Kalau bukan gue yang dapet 75, gue berapa?! Ah, gue mah nggak mungkin, deh. Palingan Fadil! Iya, Fadil! Dia kan jagoannya Matematika! Master! Dewa! Aduh, KKM-nya 55. Kecil sih iya kecil, tapi nggak aku sangka aku bisa nggak lolos KKM.
50! Gila, apaan tuh nilai?!
Cuma salah 3 di pilihan ganda, salah 3 di Essay---ah, sialan Essay-nya ada yang 1/2 lagi. Aku sih awalnya pasrah aja, tapi aku yakin Fadil sama Ilham di atas aku. Ditambah lagi Ikke 65. TAPI MAU TAHU APA?
PUKULAN TELAK BUAT FADIL!
"HAH?! DEMI APA GUA 50!?" jerit Fadil ketika melihat kertas ulangannya. "PUKULAN TELAK!" seru Ilham yang sama-sama dapat 50. "GILA! Yang pinter turun semua, yang bego naik!" omelku jengkel. "MR. RENDY BATU, udah ompong juga, pelajaran sialan." omel Ilham dengan nada 'dalem'.
Rupanya yang dapat 75 itu jatuhnya ke Indah. Sumpah, aku kira Fadil, aku kira si Fadil! Ya ampun, pukulan telak buat si Fadil! Master dewa Matematika itu, dapet 50?! Nyeseeeeek!!!
"GUE DONG, HIDUP 40!" seru Kevin bangga. "HIDUP 50!" seru Ilham. "Hidup, hidup!" lanjutku yang sama-sama dapat 50. Fadil nggak terima, dia langsung marah-marah ke Mr. Rendy. Tapi tetap saja Fadil kena Remedial. Aku juga ikutan demo masal sih, Rara dan Addin juga ikut. Tapi ya, alhasil.
PARAHNYA, MESKIPUN MINGGU DEPAN BAKALAN DIULANG SEMUANYA, NILAI NGGAK DIBAGI DUA, TAPI NILAI INI UDAH DIMASUKIN KE RAPOR BAYANGAN!!!
MAMPUS GUE BESOK!!!
KATA MR. RENDY, SAAT RAPAT ORANG TUA HARI SABTU KEMARIN, ORANG TUA UDAH LIAT NILAI KAMI MASING-MASING!
"APA?! SEMUA ORANG TUA UDAH TAHU?!!" jerit anak-anak serentak. "MATI GUE BESOK!" aku langsung melongo. Aku dan Fadil saling tengok, sama-sama melongo. "MATI, MATI DAH! PASRAH! BATU!" Ilham langsung memukul meja. "Matiii ... tapi kok mama gue nggak ngomong apa-apa, ya?" tanya Sarah heran. "Iya, mama aku juga! Tapi, palingan, marahnya nyusul besok!" seruku. "Baguslah udah tahu!" seru Ilham. "Bagus apanya?!" timpal Fadil yang masih shock. Pukulan berat buat Fadil!
Benar-benar tragedi nilai 50. HIDUP 50! Hahahaha!
Thursday, 20. 10. 11
Tragedy of Strawberry Perfume
Ngebayangin, nggak, kalau ada cowok make parfum cewek? Hahahaha!
Jadi tuh gini, sebetulnya cerita ini udah lama, sih. Indah bawa parfum Powerpuff Girls yang wanginya rasa stroberi. Anak-anak pada kabur semua setiap parfum itu mencari korbannya (?). Baunya aneh, kata anak-anak. Kalau kataku sih, enak-enak aja. Hahaha! Tapi aku nggak mau kena parfum, wkwkwk.
Nah, hari ini nih, Fadil jadi korban telak.
Kayaknya Fadil nggak mujur banget, ya? Udah kena pukulan telak Matematika dapet 50, DISEMPROTIN PARFUM STROBERI LAGI! HAHAHAHA!
Aku lagi tiduran, menunggu Mr. Ompong datang. Tiba-tiba aku mencium bau stroberi. "Stroberi?" tanyaku heran. "Kenapa, Ran?" tanya Keke. "Nggak, nyium bau stroberi, nggak?" tanyaku. "Hmm ..." Keke mencium bau sekitar. "Iya, sih.".
Fadil masuk ke kelas sambil mencium-cium bajunya. Makin lama bau stroberinya makin terasa. Aku langsung spontan tertawa saat Ilham tertawa kencang-kencang, sambil bilang, "FADIL CEWEK! FADIL CEWEEEK!!!".
"HAHAHAHAHAHAHA!! PAKE PARFUMNYA INDAAAAH!!!" Addin dan Edita tertawa terbahak-bahak. "Gue kena semprotan, tahu! Bukannya gue yang mau---anjir, wanginya tajem bangeeet!" omel Fadil sambil terus mencium-cium bajunya. "Idih! Jijik tau nggak, Fadil!" seru Ikke jengkel. "HAHAHAHA, FADIL CEWEK! FADIL CEWEK!" Ilham masih saja tertawa terbahak-bahak.
"Ran." Fadil langsung memasang muka memelas. "Gue minta balsem lu, dong." pinta Fadil. "Jangan, jangan!" Ikke langsung merajukku untuk tidak memberikannya. "Ah elah." Fadil langsung cemberut. Tapi ujung-ujungnya, aku berikan juga balsemku. Aku masih kasihan sama Fadil ... hahaha.
Demi apapun Ilham dalem, masa Fadil cewek? Iya sih, dia nggak bisa main sepak bola, nggak tertarik dalam olahraga, lebih solider ke cewek daripada ke cowok. Tapi kan ... X''DD
Fadil cewek ... aduuh, ada-ada aja.
Collection of Tragedy, already ended ;3
Tidak ada komentar:
Posting Komentar