Background?

Minggu, 16 Oktober 2011

Lost Mind (Part 10)

Aje gile dah gue, vacuum berapa minggu, nih? XD
Just for Her aja janjinya 2 minggu bakal direlease, malah kuadrat 2 minggu perasaan! #digampar
Okee, Ranran kembali membawa sepucuk ide yang super aneh :D


Lets go to Ranran's weird imagination~ :3


-


Few time after the incident ...




"Mereka datang.".




Merun menatap Shun dari belakang. Memasang muka curiga dan serius, seperti menyimpan rasa curiga pada Shun. "Kaze no Naito." pikir Merun singkat.




"... Ini benar-benar nggak bisa dibiarkan.".




In the front of Dash Zero's base ...


"Sudah sampai." ucap Dan pelan. "Cukup lama, tapi lumayan lah!" Ranran langsung melujurkan tangannya saking capeknya.


"Huum, sekarang kita ngapain, ya?" gumam Shukichi.


JDANG.


"Ini gimana, sih?! Masa belum ngerencanain apa-apa sih!!" seru Rikka jengkel. "Lagian Dan-senpai langsung ngajak pergi!" Shukichi membela dirinya. "Kita semua langsung sergap mereka dari pintu masuk?" tawar Emy. "Jangan semuanya! Bisa ketangkep semua kalau begitu!" cegah Erio. "Kalau begitu, dibagi-bagi saja, yang masuk dari belakang, dari atas, dan dari depan." saran Fabia dengan nada yang berkesan 'jelas'.


"Pintar!" puji Dan sambil menepuk pundak Fabia. "Sudahlah, sekarang kita bagi-bagi tugas saja." tukas Fabia singkat. "Sip! Aku mau ke atas!" Dan seenaknya memutuskan. "Lagi-lagi seenaknya memutuskan!" seru Ranran jengkel. "Oh ya, memang sebaiknya dia ke atas." celetuk Fabia dengan nada datar. "Hah??".


"Kan dia mau mencari Shun?" tanya Fabia dengan nada datar. "Eh, iya, ya. Dan-san sama Marucho aja!" seruku. "Jangan Marucho! Ngerepotin bisa! Dia kan kecil!" ejek Dan jengkel. "Biarin aja aku kecil! Nggak suka?!" timpal Marucho tak kalah jengkelnya. "Ya jangan Marucho, lah! Lebih baik dengan Shukichi yang bisa baca arah. Kamu kan suka kesasar." kata Fabia dengan nada ucapannya yang 'jelas', terdengar tajam dan 'dalem' di telinga Dan. "I-iya dah ..." Dan tersenyum terpaksa.


"Lalu, yang ke belakang?" tanya Rikka. "Bagaimana kalau Emy dan Erio? Selain mereka cocok jadi partner, mereka juga punya kemampuan yang saling menguntungkan satu sama lain. Emy adalah 'healer', Erio punya 'penyerang listrik'. Hahaha." saran Fabia lagi. "Hei, ini namanya Strada! Bukannya penyerang listrik!" omel Erio jengkel. "Tapi kan sama-sama mengeluarkan listrik?" celetuk Fabia dengan nada khasnya. "Euh ..." Erio tidak bisa berkata apa-apa lagi. Emy setuju-setuju sama sambil tersenyum kecil. Hahaha, maklumkan saja, dia kan naksir Erio ... XDD


"Berarti, yang ke depan?" tanya Ranran. "Ya. Aku, kamu, Marucho, dan Rikka." jawab Fabia. "Whut? Marucho??" Ranran bengong. "Heh! Masa aku cowok sendiri, sih?!" Marucho langsung protes. "Kaaak, kamu kan kecil, masih butuh lindungan dari cewek!" celetuk Dan geli. "Apaan, sih?! AKU JUGA BISA NGELINDUNGIN DIRI SENDIRI, KALI!" jerit Marucho kencang-kencang. "NGGAK USAH PAKE TERIAK, PENDEK!!!" balas Dan tak kalah kencangnya. "NGGAK USAH NGEBALES, BEGO!" balas Marucho lagi, lebih kencang dari serangan Dan. "SENDIRINYA NGEBALES!!!" balas Dan penuh kejengkelan. "Ya, ya, ya! Oke, impas!" seru Marucho mantap. "Nah, gitu dong!".


"Yahh, yang terobosnya dari depan kan, emang harus lebih banyak orangnya." Rikka mengiyakan. "Iya, sih. Nanti, siapa yang bertarung?" tanya Ranku. "Hum, yang bertarung nanti ... kamu dan Marucho." jawab Fabia.


CENGO 5 DETIK.


HAH?! SAMA NENEK?! MIMPI APA AKU SEMALAM!??!


HAH!? SAMA MONYET BERKACAMATA SATU INI?! OH TIDAK, JANGAN LAGI!!!




BANGUNKAN AKU DARI MIMPI BURUK INIIII ...!!!




"HA-AH?!!!!".


"Aku? Sama si monyet?! Ogah!" seru Ranran jengkel. "Namaku Marucho! Bukannya monyet!" bantah Marucho tak kalah jengkelnya. "Aku menolak! Ntar yang ada malah perang sama monyet berkacamata, lagi!" Ranran langsung balik badan. Marucho mencibir. "Nggak usah pakai monyet bisa kali, nek.".


JRENG.


"NGGAK PAKE NENEK BISA KALIIII!!!".


BAK! BIK! BUK! BEK! BOK!


"HIIII!!" Marucho berusaha kabur dari pukulan Ranran. "JANGAN BERTENGKAR DI SINI, BODOH!!!" jerit Dan saking jengkelnya.


"Buset! Berantem melulu, dah!" seru Rikka. "Ahahahahaha!!!" Erio dan Shukichi tertawa terpingkal-pingkal, "Tabiat mereka, udah ditakdirin nggak bisa kerja sama, kali!! Kaaaak, kakakakakakakak!!". Emy sendiri hanya tersenyum geli.




"Justru yang begini, harusnya disatuin, nih ... jangan dibiarin gitu aja!" Fabia tersenyum paksa, sekaligus geli.




To be continued ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar